Amankah Indonesia untuk wisatawan? Jawaban singkatnya: Departemen Luar Negeri AS menempatkan Indonesia secara keseluruhan di Level 2, “Exercise increased caution” (7 Juli 2026), tingkat kedua dari empat, dan Smartraveller Australia menyarankan “kewaspadaan tingkat tinggi”; hanya Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang diberi tingkat lebih tinggi. Di kawasan wisata utama seperti Bali dan Jakarta, risiko yang nyata adalah pencurian kecil, harga yang digelembungkan, penipuan, dan kecelakaan lalu lintas, dan pemerintah Inggris menyebut penjambretan tas sering dilaporkan di Bali. Kemungkinan terseret kejahatan dengan kekerasan kecil, dan sebagian besar wisatawan menyelesaikan perjalanan tanpa masalah berarti. Namun Indonesia adalah negara yang sangat luas, dengan lebih dari 10.000 pulau, kota besar seperti Jakarta, kawasan resor yang sudah berkembang, dan kota daerah yang infrastrukturnya masih tertinggal, sehingga kondisinya sangat berbeda dari satu daerah ke daerah lain.
Karena itu, pertanyaan “Indonesia aman atau berbahaya” kurang berguna untuk merencanakan perjalanan. Lebih bermanfaat mengetahui risiko apa yang mungkin terjadi, di daerah mana, dan dalam situasi apa. Artikel ini lebih dulu menjelaskan cara membaca peringatan perjalanan resmi, dengan contoh Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, pemerintah Inggris (FCDO), dan Smartraveller milik pemerintah Australia, lalu membahas Bali, Lombok, Jakarta, dan daerah lain, masalah yang benar-benar dialami wisatawan dan cara menghindarinya, serta hal yang perlu diperhatikan perempuan dan pelancong solo.
Isi artikel ini adalah gambaran kecenderungan umum. Situasi keamanan bisa berubah, jadi periksa informasi terbaru sebelum berangkat. Bagi wisatawan asing, peringatan perjalanan dari pemerintah negaranya sendiri adalah acuan utama, sedangkan peringatan dini gempa dan tsunami di Indonesia dikeluarkan oleh BMKG.
Informasi per November 2026
Yang dibahas dalam artikel ini
- ✓Cara kerja tingkat peringatan perjalanan pemerintah, dan posisi Indonesia per November 2026
- ✓Per daerah: Bali, Lombok, Jakarta, dan daerah lain
- ✓Masalah yang benar-benar dialami wisatawan: pencurian, harga yang digelembungkan, kecelakaan lalu lintas, penukaran uang, dan penipuan
- ✓Kesehatan, ponsel, dan persiapan lain
- ✓Hal yang perlu diperhatikan perempuan dan pelancong solo
Singkatnya
Amerika Serikat menempatkan Indonesia di Level 2, “Exercise increased caution” (7 Juli 2026), dan Level 4 “Do not travel” hanya untuk Papua Tengah dan Papua Pegunungan. Di kawasan wisata, risiko yang nyata adalah pencurian kecil, harga yang digelembungkan, penipuan, dan kecelakaan lalu lintas, bukan kejahatan dengan kekerasan.
Cara membaca peringatan perjalanan pemerintah, dan posisi Indonesia
Saat mencari tahu soal keamanan di Indonesia, mulailah dari informasi resmi pemerintah, bukan dari unggahan media sosial atau cerita perjalanan yang terpotong-potong. Pemerintah memperbarui peringatannya per negara dan per wilayah. Departemen Luar Negeri Amerika Serikat memakai empat tingkat, dari Level 1 “Exercise normal precautions” sampai Level 4 “Do not travel”.
Gambar: Empat tingkat peringatan perjalanan Departemen Luar Negeri AS
Per November 2026, peringatan Amerika Serikat untuk Indonesia ada di Level 2, dikeluarkan pada 7 Juli 2026. Peringatan itu menyebut risiko terorisme, unjuk rasa yang sering terjadi dan bisa berubah menjadi kekerasan, serta bencana alam seperti gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung api. Papua Tengah dan Papua Pegunungan berada di Level 4, “Do not travel”, karena kerusuhan sipil. Smartraveller Australia menyarankan “kewaspadaan tingkat tinggi” untuk Indonesia secara keseluruhan dan meminta warganya mempertimbangkan kembali perjalanan ke dua provinsi yang sama. Bali dan Lombok tidak diberi tingkat tersendiri yang lebih tinggi oleh kedua pemerintah itu.
Karena Indonesia sangat luas, penilaian untuk beberapa provinsi bisa sangat berbeda dengan penilaian untuk tempat yang dikunjungi kebanyakan wisatawan. Jangan berhenti di nama negara; periksa provinsi dan kota yang benar-benar akan Anda datangi. Peringatan juga diperbarui dari waktu ke waktu, jadi periksa lagi menjelang keberangkatan, bukan hanya saat memesan tiket. Jika pemerintah negara Anda menyediakan layanan pendaftaran perjalanan atau surel peringatan, mendaftarlah agar Anda menerima informasi dan bisa dihubungi saat keadaan darurat.
Keamanan per daerah di Indonesia
Faktor terbesar dalam keamanan di Indonesia adalah daerahnya. Pulau dengan pariwisata yang sudah maju dan tempat yang belum memerlukan kewaspadaan yang berbeda. Berikut kecenderungan umum di daerah yang paling banyak dikunjungi wisatawan.
Bali
Kawasan wisata Bali seperti Kuta, Seminyak, dan Ubud memiliki infrastruktur yang relatif baik, dan staf hotel serta restoran sudah terbiasa melayani wisatawan. Karena wisatawan terkumpul di sana, yang perlu diwaspadai adalah kejahatan kecil dan masalah khas kawasan wisata: copet dan jambret, taksi yang menaikkan tarif, dan sengketa sewa sepeda motor. Pemerintah Inggris menyebut penjambretan tas sering dilaporkan di Bali. Di kawasan hiburan malam seperti Kuta, masalah yang berkaitan dengan minuman beralkohol juga dilaporkan. Jaga barang berharga di gang sepi pada malam hari dan di sekitar pantai.
Bali juga memiliki Nyepi, hari raya Hindu Bali, saat bandara ditutup dan kegiatan di luar rumah serta penggunaan lampu dibatasi di seluruh pulau. Pada 2027 Nyepi jatuh pada 8 Maret. Ini lebih soal perencanaan daripada keamanan, tetapi jika tanggal perjalanan Anda berdekatan, periksa dampaknya pada penerbangan dan perpindahan Anda.
Lombok
Lombok, di sebelah timur Bali, beberapa tahun terakhir mengalami pembangunan resor, tetapi banyak daerah masih jauh lebih sedikit fasilitas wisatanya dibanding Bali. Karena tidak terlalu ramai, risiko copet di tengah kerumunan bisa lebih rendah, tetapi di daerah yang minim lampu jalan dan sepi pada malam hari sebaiknya jangan berjalan sendirian. Kondisi jalan dan lalu lintas juga berbeda dengan kawasan utama Bali, sehingga informasi setempat makin penting jika Anda berencana naik sepeda motor. Di banyak bagian Kepulauan Gili tidak ada kendaraan bermotor, sehingga cara berpindah tempat dan akses ke layanan kesehatan berbeda dengan pulau utama.
Unjuk rasa nasional pada akhir Agustus 2025 juga sampai ke Mataram, ibu kota Nusa Tenggara Barat, ketika kompleks gedung DPRD provinsi dibakar pada 30 Agustus. Di Jakarta situasi sudah tenang pada 31 Agustus, meski unjuk rasa masih berlanjut di beberapa kota pada 1 September. Unjuk rasa bisa terjadi lagi, jadi periksa berita terbaru sebelum berangkat.
Jakarta
Ibu kota adalah kota besar yang banyak disinggahi untuk urusan bisnis atau transit. Kawasan perkantoran di pusat kota dan pusat perbelanjaan dijaga petugas keamanan, tetapi kota ini memiliki kemacetan dan risiko kecelakaan lalu lintas khas kota besar, serta pencurian tas dan copet di kawasan ramai. Lengah sebentar terhadap tas di tengah keramaian adalah pola yang umum. Jauhi lokasi unjuk rasa, dan gunakan aplikasi transportasi daring yang tepercaya pada malam hari. Peringatan untuk kawasan tertentu bisa berubah mengikuti situasi politik, jadi memeriksa informasi terbaru sangat penting di sini. Meski hanya transit sebentar, cari tahu dulu berapa lama perjalanan dari bandara ke kota. Jalur kereta dan jalan tol antara bandara dan kota terus dibenahi, dan pada jam tertentu kereta lebih tidak terpengaruh macet.
Daerah lain (Yogyakarta, Sulawesi, dan sebagainya)
Yogyakarta, yang terkenal dengan Borobudur, serta kota-kota daerah di Sulawesi dan Sumatra sering kali memiliki fasilitas wisata dan layanan berbahasa Inggris yang lebih sedikit dibanding Bali. Tempat penukaran uang dan rumah sakit juga lebih sedikit, jadi siapkan informasi sebelum berangkat. Indonesia berada di Cincin Api Pasifik, dan gempa bumi serta aktivitas gunung api sering terjadi. Pemerintah Inggris mencatat bahwa tsunami bisa datang dalam hitungan menit setelah gempa besar di dekat pantai, dan bahwa gunung api bisa meletus tanpa peringatan serta zona larangan bisa berubah mendadak. Ikuti peringatan BMKG dan pihak berwenang setempat. Jika rute Anda keluar dari jalur wisata yang umum, periksa informasi untuk provinsi tersebut secara khusus. Jika ragu bepergian sendiri, ikut tur berpemandu atau memakai agen perjalanan lokal yang sudah berpengalaman bisa menjadi cara untuk menyeimbangkan keamanan dan kenyamanan.
Gambar: Kecenderungan keamanan per daerah di Indonesia
Masalah yang benar-benar dialami wisatawan, dan cara menghindarinya
Sebagian besar masalah yang dilaporkan wisatawan di Indonesia bukan pembunuhan atau perampokan, melainkan kejahatan kecil dan sengketa uang yang umum di kawasan wisata. Seperti di negara mana pun, orang menjadi sasaran saat lengah atau saat harus menghadapi sesuatu sendirian. Berikut pola utamanya beserta cara menghadapinya.
Copet dan jambret
Risikonya meningkat di tempat yang padat: pasar, pasar malam, dan beach club yang ramai. Ada laporan dua orang berboncengan sepeda motor menjambret tas pejalan kaki lalu kabur, jadi berhati-hatilah saat berjalan di pinggir jalan. Bawa tas selempang di sisi bangunan, pisahkan barang berharga, dan jangan berjalan sambil memegang ponsel. Jangan meninggalkan barang berharga di pantai atau di tepi kolam saat berenang.
Harga yang digelembungkan
Taksi yang tidak memakai argo, serta sewa sepeda motor atau tur yang tidak menyebutkan harga di awal, adalah sumber klasik tarif yang digelembungkan. Calo di area kedatangan bandara yang menawarkan tarif di atas harga wajar adalah contoh umum. Pemerintah Inggris menyarankan hanya memakai perusahaan taksi resmi seperti Bluebird, Silverbird, atau Express, dan membagikan rute perjalanan kepada teman saat memakai aplikasi. Gunakan aplikasi seperti Gojek atau Grab, periksa perkiraan tarif sebelum naik, dan pilih penyewaan serta operator tur yang ulasannya banyak. Di tempat pijat dan toko oleh-oleh, harga yang disebut di awal bisa berbeda dengan tagihan, jadi sepakati jumlahnya sebelum membayar.
Kecelakaan lalu lintas
Kecelakaan lalu lintas adalah salah satu risiko terbesar dalam perjalanan di Indonesia. Arus sepeda motor sangat padat, dan cara berlalu lintas berbeda dengan yang biasa dialami banyak wisatawan asing. Indonesia hanya menjadi pihak Konvensi Wina 1968 tentang lalu lintas jalan, bukan Konvensi Jenewa 1949, sehingga berlaku atau tidaknya SIM Internasional wisatawan asing bergantung pada jenis yang dikeluarkan negaranya. Pemerintah Inggris menyebut warganya memerlukan SIM Internasional jenis 1968 dan tidak bisa mengemudi hanya dengan SIM Inggris, Departemen Luar Negeri AS meminta warganya membawa SIM Internasional, dan Smartraveller menyebut SIM Australia saja tidak cukup. Pakai helm, dan hindari berkendara pada malam hari atau saat hujan deras. Smartraveller mencatat kecelakaan sepeda motor telah menewaskan dan melukai warga Australia, terutama di Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili. Miliki asuransi perjalanan sebelum berangkat, dan periksa cakupan asuransi dari penyewaan kendaraan.
Penukaran uang, penipuan, dan pembobolan kartu
Sebagian tempat penukaran uang mengurangi jumlah uang dengan salah hitung atau trik tangan. Waspadai kios kecil yang memasang kurs yang terlalu bagus. Pemerintah Inggris menyarankan hanya memakai penukaran uang berizin yang memasang logo Bank Indonesia dan kode QR yang bisa diperiksa. Hitung uang di depan petugas, baik saat menyerahkan maupun saat menerima, dan baca sendiri angka di kalkulator. Smartraveller juga memperingatkan penipuan judi kartu, terutama di Bali. Jika orang asing yang ramah mengarahkan pembicaraan ke judi atau “investasi”, jangan memutuskan saat itu juga; tinggalkan tempat itu.
Pemerintah Inggris menyebut pembobolan kartu kredit sering terjadi: jangan biarkan kartu lepas dari pandangan, dan perhatikan bahwa pelaku pernah menempelkan nomor telepon palsu di ATM untuk mencuri data kartu. Gunakan ATM di dalam bank atau pusat perbelanjaan, periksa lubang kartu dan papan tombol dari alat yang mencurigakan, dan tutupi tombol saat memasukkan PIN. Sering-seringlah memeriksa transaksi kartu di aplikasi, dan simpan nomor darurat penerbit kartu di tempat selain ponsel. Memisahkan uang tunai dan kartu antara brankas hotel dan dompet yang dibawa akan membatasi kerugian jika ada yang hilang atau dicuri.
Ponsel dan kontak penting
Cepat atau lambatnya menangani masalah bergantung pada koneksi. Siapkan kartu SIM lokal, eSIM, atau modem Wi-Fi saku begitu tiba, agar bisa memakai aplikasi transportasi dan peta serta menelepon saat darurat. Bagi wisatawan asing, catat nomor penginapan dan kedutaan atau konsulat negara Anda di Indonesia di tempat selain ponsel, misalnya di kertas atau penyimpanan awan, untuk berjaga-jaga jika ponsel hilang.
Kesehatan dan kebersihan
Ini bukan soal kejahatan, tetapi kesehatan mudah terlupakan. Departemen Luar Negeri AS menyebut air keran tidak aman diminum di banyak daerah, jadi minumlah air kemasan, dan pilih jajanan yang dimasak matang. Smartraveller menyebut demam berdarah sering terjadi dan penyakit dari air serta makanan tersebar luas; pakai obat nyamuk dan pakaian tertutup. Rabies ada di seluruh Indonesia, jadi segera cari pertolongan medis setelah digigit atau dicakar hewan. Wisatawan asing biasanya harus membayar biaya pengobatan di muka, jadi pastikan asuransi perjalanan mencakup pengobatan dan evakuasi medis. Jika punya penyakit tertentu, konsultasikan ke klinik perjalanan sebelum berangkat dan cari tahu rumah sakit di dekat penginapan.
Hal yang perlu diperhatikan perempuan dan pelancong solo
Perempuan yang bepergian sendiri atau dalam kelompok kecil perlu memperhatikan beberapa hal tambahan. Pemerintah Inggris menyebut laporan kasus pemerkosaan dan kekerasan seksual tinggi di Bali dan Lombok, dan bahwa pencampuran obat ke dalam minuman yang berkaitan dengan kekerasan seksual pernah dilaporkan di Bali, Lombok, dan Kepulauan Gili. Hindari keluar sendirian pada malam hari, terutama ke gang sepi, pantai, dan kawasan baru yang minim lampu jalan, dan gunakan aplikasi transportasi yang tepercaya. Jika tiba pada malam hari, pesan penjemputan dari hotel sebelumnya. Pilih penginapan dengan banyak ulasan dari tamu perempuan; ulasan yang menyebut keamanan lokasi dan kemudahan keluar masuk pada malam hari sangat berguna.
Saat mengunjungi pura, masjid, dan tempat ibadah lain, tutup bahu dan lutut, dan bawa sarung atau selendang. Mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, dan di sebagian daerah nilai-nilainya cukup konservatif, sehingga pakaian yang sangat terbuka bisa menarik perhatian yang tidak diinginkan. Smartraveller mencatat bahwa makan, minum, dan merokok di depan umum selama Ramadan bisa melanggar aturan di beberapa tempat. Jangan lengah terhadap minuman Anda, dan berhati-hatilah dengan ajakan dari orang yang baru dikenal. Pemerintah Inggris memperingatkan keracunan metanol dari minuman yang dibeli di bar, toko, dan hotel berizin di kawasan wisata, dan bahwa metanol tidak bisa dikenali dari rasa atau baunya. Bagikan lokasi dan rencana Anda kepada keluarga atau teman, dan pertimbangkan untuk mengunggah ke media sosial setelah Anda pindah tempat, agar orang lain tidak bisa mengikuti gerak Anda secara langsung.
Ringkasan risiko per daerah
Berikut rangkuman untuk dilihat lagi saat menyusun rencana. Ini kecenderungan umum; periksa informasi terbaru sebelum berangkat.
← Tabel bisa digeser ke samping
| Daerah | Fasilitas wisata | Risiko utama | Yang perlu diperhatikan |
|---|---|---|---|
| Bali (Kuta, Seminyak, dan lainnya) | Baik | Copet, jambret, harga digelembungkan, kecelakaan sepeda motor | Barang berharga di tempat ramai, berkendara dengan aman |
| Lombok | Berbeda per daerah | Berjalan sendirian pada malam hari, kondisi jalan | Hindari tempat sepi, atur transportasi sebelumnya |
| Jakarta | Baik di pusat kota | Kecelakaan lalu lintas, pencurian tas, unjuk rasa | Gunakan transportasi daring, jauhi unjuk rasa |
| Kota daerah seperti Yogyakarta | Tergantung rute | Masalah karena kurang informasi, bencana alam | Cari informasi sebelumnya, periksa peringatan terbaru |
Kecenderungan umum per November 2026.
Pertanyaan yang sering diajukan
Q. Apakah ada peringatan perjalanan untuk Indonesia?
Amerika Serikat menempatkan Indonesia secara keseluruhan di Level 2, “Exercise increased caution” (7 Juli 2026). Hanya Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang berada di Level 4, “Do not travel”. Australia menyarankan kewaspadaan tingkat tinggi untuk seluruh Indonesia. Bali dan Lombok tidak diberi tingkat tersendiri yang lebih tinggi. Periksa lagi menjelang keberangkatan.
Q. Apakah sebaiknya tidak keluar pada malam hari?
Tergantung daerahnya, tetapi bahkan di kawasan wisata sebaiknya jangan masuk sendirian ke gang sepi, pantai, atau jalan yang minim lampu. Gunakan transportasi daring daripada berjalan kaki, dan keluarlah bersama orang lain jika bisa. Bertanya kepada staf hotel atau restoran tentang kawasan yang sebaiknya dihindari pada malam hari adalah cara yang baik untuk mendapat informasi terbaru.
Q. Masalah apa yang paling mungkin terjadi?
Kejahatan kecil seperti copet dan harga yang digelembungkan, serta kecelakaan lalu lintas, jauh lebih mungkin terjadi daripada kejahatan dengan kekerasan. Jika menyewa sepeda motor, periksa SIM Anda, pakai helm, dan miliki asuransi perjalanan. Menjaga tas dan menghitung uang di tempat penukaran sudah mencegah sebagian besar masalah.
Kesimpulan
Departemen Luar Negeri AS menempatkan Indonesia secara keseluruhan di Level 2, “Exercise increased caution”, dan Australia menyarankan kewaspadaan tingkat tinggi; hanya Papua Tengah dan Papua Pegunungan yang diberi tingkat lebih tinggi. Di kawasan wisata utama seperti Bali dan Jakarta, risiko yang nyata adalah pencurian kecil, harga yang digelembungkan, penipuan, dan kecelakaan lalu lintas, bukan kejahatan dengan kekerasan. Namun negaranya luas dan kondisinya sangat berbeda per daerah. Daripada bertanya apakah Indonesia aman atau berbahaya, cari tahu kecenderungan tempat yang akan dikunjungi dan masalah apa yang perlu diantisipasi. Itulah langkah keamanan yang paling efektif.
Sebelum berangkat, periksa informasi terbaru untuk provinsi dan kota yang akan dikunjungi, dan bersiaplah menghadapi risiko yang paling mungkin: pencurian, harga yang digelembungkan, kecelakaan lalu lintas, dan trik di tempat penukaran uang. Asuransi perjalanan dan berbagi rencana dengan keluarga atau teman adalah langkah dasar yang membantu jika terjadi sesuatu. Untuk Lombok secara lebih rinci, baca panduan keamanan Lombok kami.
Bacaan terkait
- Apakah Lombok berbahaya?Penjelasan jujur tentang keamanan di Lombok dari sudut pandang warga setempat
- Perjalanan solo dan perempuan di LombokKeamanan dan cara menikmati waktu
- Rumah sakit dan asuransi perjalanan di LombokTempat berobat dan asuransi yang perlu dimiliki

SEMELAR BEACH VILLAGE
Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.
Sumber yang dipakai dalam artikel ini
- Departemen Luar Negeri AS, “Indonesia Travel Advisory” (Level 2, 7 Juli 2026; Level 4 untuk Papua Tengah dan Papua Pegunungan; terorisme, unjuk rasa, bencana alam)https://travel.state.gov/en/international-travel/travel-advisories/indonesia.html
- GOV.UK, “Indonesia travel advice: Safety and security” (diperbarui 18 September 2026; pencurian, pembobolan kartu, penukaran uang, taksi, kekerasan seksual dan obat dalam minuman, metanol, SIM, bencana alam, Nyepi)https://gov.uk/foreign-travel-advice/indonesia/safety-and-security
- Smartraveller (Pemerintah Australia), “Indonesia” (tingkat peringatan, Papua, kejahatan dan penipuan, keselamatan jalan, kesehatan, hukum setempat)https://www.smartraveller.gov.au/destinations/asia/indonesia
- Wikipedia, “August 2025 Indonesian protests” (tanggal, Mataram pada 30 Agustus, Jakarta tenang pada 31 Agustus)https://en.wikipedia.org/wiki/August_2025_Indonesian_protests
- Kementerian Sekretariat Negara, “Inilah SKB 3 Menteri Libur Nasional dan Cuti Bersama 2027” (15 September 2026; Nyepi 8 Maret 2027)https://setneg.go.id/baca/index/inilah_skb_3_menteri_libur_nasional_dan_cuti_bersama_2027
