MENU

SEKOTONG, LOMBOK

WITA04.50

Menjelang subuh

SEMELAR BEACH VILLAGE

SEKOTONG, LOMBOK, INDONESIA

Menginap di tepi laut
yang belum pernah Anda lihat di foto siapa pun.

Vila pribadi di tengah desa nelayan. Pagi hari, naik perahu ke pulau yang masih sepi.
Sekotong, Lombok. Tiga belas vila; vila pertama direncanakan selesai awal 2027.

Kami sudah menerima pertanyaan dan pemesanan awal. Silakan hubungi kami lewat formulir atau email.

Gulir ke bawah — satu hari di sini

PUKUL 04.50

Menjelang subuh · SEKOTONG, LOMBOK

Masih gelap. Ayam jantan bangun lebih dulu, azan terdengar dari masjid di kejauhan. Di pantai, satu perahu sudah menyalakan lampunya.

Mulai dari sini, inilah satu hari di Sekotong.

Satu hari seorang tamu, dari sebelum subuh sampai malam.
Saat Anda menggulir, matahari terbit lalu terbenam.

Jam berjalan mengikuti guliran Anda.

Sekotong hari ini · —

Kami membagikan rencana pembukaan dan kabar dari desa.

Kabar terbaru — rencana pembukaan, cerita desa

PUKUL 06.30

Matahari terbit — buka pintu, laut di depan mata

Pintu dibuka. Angin yang lembap. Jejak kaki di pasir baru milik Anda sendiri.

Jadilah yang pertama menyusuri
pantai tanpa jejak kaki.

Buka pintu vila, laut langsung di depan Anda. Di pagi yang tenang, hampir tidak ada tamu lain di pantai. Mau berenang atau sekadar berjalan, terserah Anda.

Pantai di pagi hari
Bisa dipesan sekarang3 malam 4 hari sampai 5 malam 6 hari · Rp4.800.000/orang · termasuk antar-jemput, transportasi selama menginap, pemandu, makan malam sambutan, dan pijat. Tiket pesawat dan penginapan tidak termasukLihat detail
VilaVila pertama direncanakan selesai awal 2027 (rencana per Agustus 2026) · harga diumumkan saat dibukaKamar dan cara menghitung harga
Sebelum vila dibukaSundancer Rp0,8–1,6 juta / MAI LAKU Rp0,3–0,5 juta (perkiraan per malam)Rincian harga
Di balik pintu — menginap di vila

PUKUL 09.00

Berlayar — laut yang menentukan tujuan

Haluan naik turun. Dua puluh menit ke pulau pertama. Airnya jernih sampai ke bawah kaki.

Naik perahu, dan pulau itu kosong.

Kami melihat angin dan ombak hari itu, lalu memutuskan pulau Gili Selatan mana yang dituju. Pantai tanpa warung dan tanpa pengunjung lain. Snorkeling di atas terumbu karang. Teluk tempat mutiara dibudidayakan. Semua pemandangan ini kemungkinan belum pernah Anda lihat di foto siapa pun.

Haluan perahu dan siluet pulau
VIDEOLima hari keliling Sekotong dan pulau-pulau Gili bersama peserta tur
  • BermainKeliling pulau Gili Selatan, snorkeling, perahu, kayak
  • MakanMakan bersama warga, warung, pasar
  • PengalamanRakit mutiara, kebun, tenun Sasak, pagi bersama nelayan
  • SekitarPantai-pantai selatan, Pink Beach, Kuta
Keliling pulau (perahu)Setengah hari sampai satu hariLihat detail
Kayak (mulai November)Mulai Rp120.000/jam · dari pantai ke teluk, dengan pemandu sampai ke pulau pasirLihat detail
Snorkeling, rakit mutiara, pagi bersama nelayanSilakan tanyakanTanyakan tur
Di luar pintu — empat cara menjelajah

LEWAT TENGAH HARI

Siang di desa — waktunya bicara soal biaya

Nasi campur dari lapak di pasar. Bawa piringnya ke bawah pohon. Sekitar Rp20.000.

Sekitar Rp20.000 sepiring:
harga sehari-hari warga.

Makan siang di warung: ikan tangkapan pagi dan nasi hangat. Di sini belum ada harga turis. Karena itu, soal biaya kami sampaikan terus terang, selagi hari masih terang.

Biaya harian setelah tibaMulai sekitar Rp170.000
Nasi campur di warungSekitar Rp20.000 (dicek di lokasi, Agustus 2026)
Rincian harga — halaman harga
Deretan lapak bambu di SEMELAR MARKETSEMELAR MARKET
VIDEOSEMELAR MARKET, dibangun bersama oleh orang Jepang dan warga Sasak

PUKUL 15.00

Kembali ke vila — waktu untuk tidak melakukan apa-apa

Saat paling panas. Tidur siang di bawah bayangan teras. Hanya suara kipas angin dan ombak.

Sore tanpa rencana
di vila yang menghadap laut.

Vila pribadi dengan jumlah kamar sedikit, berdiri di tengah desa. Tidur siang di hammock atau membaca di teras, silakan. Di sini, membiarkan sore tetap kosong adalah pilihan yang tepat. Kalau ada yang dibutuhkan, tanyakan saja kepada staf.

13 vilavila pribadi di tengah desa
Awal 2027vila pertama selesai (rencana)
2027–2028tiga belas vila dibuka bertahap (rencana)
Mulai 3 malamprogram menginap yang bisa dipesan sekarang
Laut dilihat dari teras vila
Bagian dalam SAKURA CAFE, meja dengan pemandangan lautSIANG DI SAKURA CAFE
Menginap — kamar, program menginap, cara menghitung harga

PUKUL 16.30

Sore di desa — saat warga keluar ke gang

Anak-anak keluar ke gang. Di hari kedua, mereka sudah memanggil nama Anda.

Di hari kedua,
sudah saling kenal.

Menjelang sore, warga keluar ke gang-gang desa: anak-anak pulang sekolah, nelayan mencuci perahu, orang-orang mengobrol di depan warung. Vila berada di tengah desa, jadi saat berjalan-jalan Anda akan langsung berpapasan dengan mereka. Cukup satu sapaan: “Selamat sore.”

Gang desa di sore hari
VIDEOHari ketika kami lomba tarik tambang bersama warga desa Aktivitas — rakit mutiara, kebun, tenun Sasak, pagi bersama nelayan

PUKUL 18.00

Matahari terbenam — saat teluk paling tenang

Gunung Agung di sebelah barat pantai. Dua puluh menit lagi matahari tenggelam. Lampu beach club mulai menyala.

Mengantar matahari terbenam.

Dari atas laut atau dari pantai, hari di teluk berakhir dengan tenang. Mau memotret atau tidak, terserah. Warnanya toh belum pernah Anda lihat di foto siapa pun.

Matahari terbenam dilihat dari teras SAKURA CAFEDARI TERAS SAKURA CAFE
VIDEO · 3 MENITHari pembukaan SAKURA BEACH CLUB: musik live di pantai saat matahari terbenam

PUKUL 19.00

Tiba di desa — bagian terakhir lewat jalan darat

Satu jam sepuluh menit bermobil dari bandara. Lihat di peta seberapa jauh perjalanan Anda hari ini.

Letaknya yang agak terpencil
itulah alasan harga di sini masih begini.

Dari Bali, penerbangan ke Lombok sekitar 40 menit sampai 1 jam dan jadwalnya banyak. Dari Jakarta sekitar 2 jam, dengan jadwal lebih sedikit. Lewat laut, feri umum dari Padangbai (Bali) ke Pelabuhan Lembar memakan waktu beberapa jam. Dari Bandara Internasional Lombok sekitar 1 jam 10 menit bermobil; dari Pelabuhan Lembar sekitar 40 menit. Transportasi umum hampir tidak ada, jadi penjemputan kami yang atur.

40 mnt–1 jamBali → Lombok (pesawat)
± 2 jamJakarta → Lombok (pesawat)
± 1 jam 10 mntBandara → Sekotong (mobil)
Buka di Google Maps Cara ke sini — rute dari Bali, Jakarta, dan kota lain

PUKUL 20.00

Malam di desa — yang terlihat jelas karena lampu sedikit

Makan malam bersama staf. Menentukan jam berangkat perahu besok.

Bintang, dan cerita orang-orang.

Malam di desa yang minim listrik membuat bintang terlihat jelas. Yang juga terlihat jelas adalah orang-orangnya. Semelar Beach Village dikelola bersama oleh staf dari Jepang dan warga desa Sekotong. Semua staf yang bekerja di sini adalah orang Sasak yang lahir dan besar di desa ini. Semua tulisan di situs ini berasal dari harga dan pemandangan yang kami lihat langsung di lokasi.

Staf lokalSTAF LOKAL
Lapak makanan malam di LOCAL FOOD STREETMALAM DI LOCAL FOOD STREET
VIDEOKeseharian seorang Jepang bersama staf Sasak Tentang kami — tim, warga desa, dan cara kami bekerja

PUKUL 22.00

Malam yang hanya berisi debur ombak

Bintang bermunculan. Putar jamnya, pilih bulan dan jam kedatangan Anda.

Besok, di jam yang sama,
Anda ada di mana?

Begitulah satu hari di Sekotong. Putar jamnya dan pilih jam kedatangan yang Anda inginkan. Tanggal belum pasti pun tidak apa-apa, sekadar bertanya juga boleh.

WITA22.00

Malam hanya debur ombak. Mari bicara tentang besok.

05.0009.0013.0017.0022.00

Putar jamnya — langit ikut berubah

Kapan Anda datang? Pilih bulan untuk melihat kondisi laut dan contoh rencana 3 malam 4 hari

Silakan pilih bulan.

Status pemesanan: saat ini kami menerima pertanyaan awal

Tanyakan kedatangan pukul 22.00

Sudah punya tanggal pasti? Langsung ke Pemesanan

Dapatkan kabar pembukaan dan pemesanan awal

SEMELAR BEACH VILLAGE | SEKOTONG, LOMBOK, INDONESIA | PT LOMBOK NEXT PARTNER

Data cuaca: MET Norway (CC BY 4.0)

Dukungan pembuatan situs: Assist Plus Co., Ltd.