Perjalanan Solo dan Perempuan di Lombok | Keamanan dan Cara Menikmatinya

Informasi ini berlaku per Agustus 2026. “Amankah pergi ke Lombok sebagai perempuan seorang diri?” Kami sampaikan kesimpulannya lebih dulu. Lombok adalah pulau yang sangat memungkinkan untuk perjalanan solo perempuan atau perjalanan bersama teman-teman perempuan jika Anda mempersiapkan diri dengan baik. Selama Anda memahami pilihan busana di pulau yang mayoritas penduduknya Muslim dan batas aktivitas malam hari di tiap kawasan, tidak perlu terlalu takut. Di sisi lain, ada juga keterbatasan yang perlu kami sampaikan dengan jujur: di kawasan pedesaan yang minim infrastruktur wisata, pilihan transportasi terbatas, fasilitas medis jauh, dan tidak ada kapal terjadwal pada malam hari. Artikel ini merangkum langkah konkret mulai dari busana, cara menghindari masalah, patokan bergerak di malam hari, cara memilih penginapan dan aktivitas, kondisi perjalanan solo di Kepulauan Gili, hingga kontak darurat.

Yang akan Anda ketahui dari artikel ini

  • ✓Kesimpulan: perjalanan solo perempuan ke Lombok mungkin dilakukan, tetapi bersikap “lengah” tidak boleh
  • ✓Busana yang sesuai di desa, dekat masjid, di pantai, dan di kota
  • ✓Masalah yang sering terjadi, dan cara menghindarinya
  • ✓Patokan per kawasan dan per waktu, serta pemeriksaan diri sebelum keluar di malam hari
  • ✓Kondisi perjalanan solo di Kepulauan Gili, kontak darurat, dan informasi konsulat
目次

Kesimpulan: perjalanan solo dan perjalanan perempuan mungkin dilakukan, tetapi bersikap “lengah” tidak boleh

Tingkat keamanan Lombok tidak seragam di seluruh pulau. Kawasan yang ramai wisatawan dan toko-toko yang terang berdampingan dengan kawasan yang tidak ada lalu lalang orang maupun penerangan setelah matahari terbenam, dengan jarak sekitar satu jam berkendara. Karena itulah, pertanyaan “Apakah Lombok aman?” lebih praktis diganti menjadi “Di kawasan mana, dan pada jam berapa?”

Kesimpulan

Di kawasan wisata Lombok pada siang hingga sore hari, perempuan yang bepergian sendirian tidak perlu terlalu takut. Namun ini mengandaikan Anda menghindari bepergian sendirian di malam hari dan menghindari sikap lengah di kawasan pedesaan, serta konsisten “tidak menarik perhatian” dan “tidak memberi celah” lewat busana, transportasi, dan pilihan penginapan.

Ini tidak berarti “pasti aman”. Dalam informasi bahaya Kementerian Luar Negeri Jepang, Nusa Tenggara Barat, yang mencakup Lombok, digolongkan Level 1 (harap waspada) (Level 2, “hindari perjalanan yang tidak mendesak”, berlaku untuk Provinsi Papua Tengah dan Papua Pegunungan, dan semua wilayah lain adalah Level 1; per Agustus 2026). Data dasar keselamatan di situs yang sama melaporkan pencopetan, pencurian barang yang ditinggal, dan penjambretan, serta modus penipuan yang mudah menjerat wisatawan. Untuk gambaran menyeluruh tentang keamanan, lihat “Apakah Lombok Berbahaya? Ulasan Jujur dari Sudut Pandang Setempat”, dan bacalah bersama artikel ini.

Patokan per kawasan dan per waktu

Jawaban atas “Bolehkah berjalan-jalan di malam hari?” berbeda tergantung kawasan. Untuk kawasan utama Lombok, Gili Trawangan, dan kawasan pedesaan yang minim infrastruktur wisata, kami rangkum patokan siang dan malam, serta tindakan yang sebaiknya diambil di malam hari.

Tabel: Patokan per kawasan dan per waktu

← Tabel bisa digeser ke samping

KawasanSiang hariSetelah matahari terbenamYang sebaiknya dilakukan di malam hari
Mataram (ibu kota provinsi)Kota dengan banyak orang dan mobil. Tidak banyak situasi yang terasa bermasalah meski sendirianJalan raya utama terang, tetapi gang-gang menjadi gelapBergerak dengan aplikasi ojek/taksi daring atau lewat penginapan. Jangan berjalan kaki di gang belakang
SenggigiKawasan resor dengan deretan toko untuk wisatawan. Nyaman berjalan kaki di siang hariJalan dengan restoran ramai, tetapi tepi pantai menjadi gelapJangan keluar dari jalan yang berderet toko. Jangan berjalan di pantai pada malam hari
Kuta LombokKawasan dengan banyak peselancar. Mudah bergerak sendirian di siang hariArea restoran ada orangnya, tetapi jalan menuju penginapan sering terputus lampu jalanGunakan antar-jemput atau aplikasi transportasi daring untuk pulang ke penginapan
Gili TrawanganPulau tanpa mobil dan sepeda motor. Di siang hari bisa berkeliling dengan berjalan kaki atau bersepedaJalan utama di sisi timur tetap buka pada malam hari. Jalan ke arah dalam pulau kurang peneranganJangan biarkan minuman Anda lepas dari pandangan. Jangan pakai jalan pintas di dalam pulau
Kawasan pedesaan yang minim infrastruktur wisataOrang asing sendiri sedikit, sehingga Anda mudah menjadi pusat perhatian jika sendirianLampu jalan, angkutan umum, dan taksi semuanya langkaJangan keluar sendirian setelah matahari terbenam. Minta penginapan mengatur transportasi

* Patokan perilaku berdasarkan informasi wisata umum (per Agustus 2026). Keramaian dan penerangan sebenarnya bervariasi menurut musim dan hari dalam seminggu. Di lokasi, tanyakan kepada penginapan tentang kondisi hari itu.

Seperti terlihat pada tabel, yang membedakan kawasan bukanlah “seberapa terkenal kawasannya” melainkan tiga hal: penerangan, lalu lalang orang, dan transportasi yang bisa dipakai pada jam itu. Jika ketiganya ada, Anda bisa berjalan bahkan di luar tempat wisata, dan jika tidak, Anda sebaiknya tidak berjalan bahkan di kawasan resor terkenal. Karena itu kami merangkum pemeriksaan diri sebelum meninggalkan penginapan di malam hari dalam satu alur.

Gambar: Pemeriksaan diri sebelum keluar di malam hari

① Apakah Anda benar-benar harus keluar setelah matahari terbenam? TIDAK → Habiskan waktu di area penginapan. Jangan memaksakan diri keluar ▼ YA ② Apakah jalan menuju tujuan terang dan ramai sepanjang jalan? TIDAK → Minta penginapan mengatur antar-jemput, atau gunakan aplikasi transportasi daring ▼ YA ③ Apakah ada orang yang bisa berjalan bersama Anda? TIDAK → Pindahkan urusan itu ke siang hari berikutnya ▼ YA Boleh keluar dengan berjalan kaki. Pilih hanya jalan yang terang, dan berjalan tanpa memegang ponsel di tangan

Jika salah satu dari ketiganya TIDAK, garis dasarnya adalah tidak memaksakan diri berjalan kaki. Karena bisa tidaknya penginapan mengatur antar-jemput menjadi penentu alur ini, memeriksa kemungkinan antar-jemput saat memesan akan sangat memperluas pilihan Anda di lokasi.

Busana: cara berpakaian di pulau yang mayoritas Muslim

Mayoritas penduduk Lombok beragama Islam. Itu tidak berarti selendang atau lengan panjang selalu diwajibkan; pendekatan yang praktis adalah “menyesuaikan dengan suasana”. Yang diharapkan berbeda saat Anda berjalan di desa, dekat masjid, di pantai, dan di kota wisata seperti Mataram atau Senggigi.

Gambar: Panduan busana menurut suasana

Dianjurkan Sebaiknya dihindari 🏘️ Desa ✓ Bawahan di bawah lutut ✓ Atasan menutup bahu ✕ Tank top dan celana pendek ✕ Jalan-jalan dengan baju renang 🕌 Masjid ✓ Lengan panjang dan celana panjang ✓ Bawa selendang penutup kepala ✕ Kulit terbuka ✕ Suara keras/foto saat salat 🏖️ Pantai ✓ Baju renang + rash guard ✓ Penutup atau kain sarung ✕ Melewati kampung berbaju renang ✕ Bepergian jauh dengan kulit terbuka 🏙️ Kota ✓ Pakaian harian menutup bahu dan lutut ✓ Sandal yang nyaman untuk bergerak ✕ Pakaian terlalu terbuka ✕ Pakaian yang pamer barang berharga

“Kota” mengacu pada kawasan dengan banyak wisatawan seperti Mataram, Senggigi, dan Kuta Lombok, yang tidak menuntut Anda menutup diri secara ekstrem. Namun saat berjalan di desa, dan terutama dekat masjid, semakin Anda menutupi kulit, semakin lunak pandangan penduduk setempat. Jika berencana mengunjungi masjid, kami menyarankan membawa satu selendang tipis sendiri yang bisa menutupi kepala dan bahu. Di pantai, baju renang itu sendiri tidak masalah, tetapi hindari berjalan di luar penginapan atau melewati permukiman dengan baju renang; kenakan kain sarung atau rash guard sebelum bergerak.

Masalah yang sering terjadi dan cara menghindarinya

Yang cenderung menjadi masalah bagi perempuan yang bepergian sendirian adalah jenis masalah berikut, bukan kejahatan kekerasan. Data dasar keselamatan Kementerian Luar Negeri Jepang juga menyebut bahwa penipuan dan kejahatan ringan yang menyasar wisatawan dilaporkan terjadi di Indonesia.

Perhatian

  • Penjaja yang gigih: Anda mungkin didekati berulang kali di pantai atau pasar. Terus berjalan tanpa berhenti sambil mengatakan “Tidak” dengan jelas (Tidak, terima kasih) adalah cara yang efektif.
  • Tarif kapal dan sepeda motor yang dimahalkan: Masalah lebih mudah dihindari jika Anda menetapkan harga sebelum naik, dan mengatur segalanya melalui penginapan atau perusahaan tur bila memungkinkan.
  • Pencurian di penginapan: Simpan barang berharga di brankas kamar, dan kunci bagasi Anda pada penginapan bersama seperti dormitori.
  • Penipuan lewat media sosial: Kementerian Luar Negeri Jepang melaporkan modus di mana jika Anda menghubungi seseorang lewat iklan di Instagram, Anda diarahkan ke WhatsApp, dan setelah Anda mentransfer pembayaran, kontak terputus. Jangan menanggapi tawaran tur atau tiket tidak resmi yang meminta pembayaran di muka.
  • Masalah lewat aplikasi kencan: Kementerian Luar Negeri Jepang juga melaporkan kasus di mana, setelah bertemu seseorang dari aplikasi kencan, seorang pria yang mengaku polisi menuntut uang damai. Berhati-hatilah dalam membagikan informasi pribadi dan terhadap ajakan mendadak.

Dua orang bersepeda motor yang mendekati pejalan kaki dari belakang lalu menjambret ponsel atau tas selempang juga pernah dilaporkan. Membantu jika Anda menyandang tas di bahu yang jauh dari jalan raya dan tidak berjalan sambil memegang ponsel di satu tangan. Jika ingin menghindari tawar-menawar tarif sama sekali, aplikasi transportasi daring (Grab / Gojek) yang beroperasi di kota seperti Mataram adalah pilihan yang kuat. Harga sudah ditetapkan di aplikasi sebelum naik, sehingga Anda terhindar dari perselisihan soal jumlah saat turun. Namun penjemputan dapat dibatasi di beberapa kawasan, bandara, dan pelabuhan; dalam hal itu, minta penginapan atau perusahaan tur mengaturkan, dan catat harga di kertas atau pesan sebelum naik. Kecenderungan kejahatan yang lebih rinci dibahas di “Apakah Lombok Berbahaya? Ulasan Jujur dari Sudut Pandang Setempat”.

Jenis penginapan yang mudah dimasuki saat sendirian

Dalam perjalanan solo, “layanan resepsionis” dan “keamanan” lebih penting daripada kenyamanan kamar itu sendiri. Bisa tidaknya antar-jemput, yang menjadi penentu dalam pemeriksaan diri di atas, juga hal yang perlu diperiksa di sini. Kami menyarankan memeriksa lima hal berikut sebelum memesan.

Lima hal yang perlu diperiksa saat memilih penginapan

  • Resepsionis dilayani 24 jam, atau ada staf yang menetap
  • Kamar memiliki pintu berkunci dan brankas untuk barang berharga
  • Anda bisa menemukan ulasan dari perempuan yang menginap sendirian
  • Pintu masuk dan ruang bersama diterangi pada malam hari
  • Jika tiba pada malam hari, mereka bisa mengatur antar-jemput dari bandara atau pelabuhan

Di kawasan wisata seperti Mataram, Senggigi, dan Kuta Lombok, ada pilihan wisma tamu dan hotel dengan resepsionis yang standby yang relatif banyak. Sebaliknya, di kawasan pedesaan seperti Sekotong di barat daya pulau, jumlah penginapan itu sendiri terbatas, sehingga menenangkan jika Anda lebih dulu memeriksa apakah antar-jemput bisa diatur bersama pemesanan.

Aktivitas yang mudah diikuti sendirian

Dalam perjalanan solo, memilih aktivitas berkelompok memudahkan Anda memadukan keamanan bepergian dengan keseruan perjalanan. Secara khusus, ini mencakup tur snorkeling dan menyelam yang mengelilingi pulau-pulau lepas pantai dengan perahu, bersepeda keliling Kepulauan Gili, dan tur budaya berjalan kaki melintasi desa adat Sasak bersama pemandu. Semuanya membuat Anda bersama peserta lain dan pemandu, sehingga risiko perselisihan tarif lebih kecil dibanding mengatur perahu atau sepeda motor sendirian. Untuk memilih aktivitas laut, lihat “Panduan Snorkeling dan Menyelam”, dan untuk desa adat, “Panduan Budaya Sasak dan Desa Adat”. Untuk karakter tiap kawasan di seluruh pulau, lihat juga “Panduan Lengkap Lombok”.

Bagaimana reaksi warga terhadap orang yang makan sendirian

Sebagian orang khawatir “saya akan mencolok jika makan sendirian”, tetapi Lombok dan Kepulauan Gili adalah kawasan yang juga banyak dikunjungi backpacker dari Eropa dan tempat lain, dan pemandangan tamu yang makan sendirian di restoran atau warung bukan hal yang aneh. Di restoran di kawasan wisata, Anda boleh menganggap hampir tidak akan pernah terjadi Anda tidak diantar ke tempat duduk karena sendirian. Di warung makan desa di kawasan pedesaan, sebaliknya, orang asing sendiri adalah hal langka, dan Anda bisa menarik perhatian entah Anda sendirian atau tidak. Ini sering kali sisi lain dari keramahan, tetapi jika membuat Anda tidak nyaman, memilih tempat yang sudah dikenal di dekat penginapan adalah salah satu cara.

Perjalanan solo di Kepulauan Gili: perbedaan Trawangan dengan Air dan Meno

Di Kepulauan Gili (Trawangan, Air, dan Meno), aturan setempat tidak mengizinkan mobil dan sepeda motor. Bergerak di pulau pada dasarnya dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik cidomo (delman). Kenyamanan perjalanan solo sangat bergantung pada pulau mana yang Anda pilih.

Gambar: Pulau yang ramai atau pulau yang tenang?

Ingin pulau ramai dengan banyak orang hingga malam?

▼

YA

Gili Trawangan

Banyak bar dan restoran, dan keunggulannya adalah Anda mudah bertemu wisatawan solo lain dengan tujuan yang sama. Namun pada malam hari Anda perlu waspada terhadap masalah terkait minuman keras.

TIDAK

Gili Air / Gili Meno

Suasananya tenang, dan pulau tempat perempuan seorang diri pun mudah menghabiskan waktu dengan santai. Pulau ini sudah sunyi sejak malam masih awal.

Jika Anda memilih Trawangan yang ramai, ada satu hal yang perlu diwaspadai: risiko dari minuman keras itu sendiri, justru karena ini kawasan dengan banyak bar pada malam hari.

Perhatian: bahaya kesehatan dari minuman keras tidak resmi

Kementerian Luar Negeri Jepang memperingatkan bahwa kematian warga negara Jepang yang diduga akibat mengonsumsi minuman beralkohol tidak resmi (miras oplosan) terjadi di wilayah Jabodetabek. Kementerian itu juga menyebut bahwa miras oplosan semacam itu beredar luas di seluruh Indonesia (per Agustus 2026). Di kawasan dengan banyak bar pada malam hari seperti Gili Trawangan, hindari koktail murah atau minuman botolan yang tidak jelas asalnya, dan pilihlah minuman yang disajikan di tempat yang tepercaya. Sebelum berangkat, periksa peringatan terbaru di situs keselamatan luar negeri Kementerian Luar Negeri Jepang.

Satu hal lagi: perpindahan antarpulau dan bolak-balik ke pulau utama seluruhnya bergantung pada perahu. Kapal umum dan kapal cepat terjadwal beroperasi terutama pada siang hari, dan pada dasarnya tidak ada kapal terjadwal setelah matahari terbenam. Anggaplah bahwa kedatangan dan perpindahan direncanakan sebelum matahari terbenam. Meski begitu, bukan berarti “pada malam hari sama sekali tidak bisa keluar dari pulau”; dalam keadaan darurat seperti sakit mendadak atau cedera, menyewa speedboat pribadi umumnya dikatakan bisa diatur. Perjalanan malam sering dikenai biaya tambahan, sehingga dengan memeriksa harga dan cara pengaturannya dengan penginapan atau toko selam pada hari Anda tiba Anda tidak akan panik saat saatnya tiba. Perbedaan di seluruh Kepulauan Gili juga dijelaskan secara rinci di “Panduan Lengkap Kepulauan Gili”.

Kontak darurat dan kedutaan atau konsulat negara Anda

Agar Anda tidak kesulitan bahkan saat ponsel tidak bisa dipakai, berikut empat nomor yang perlu dicatat lebih dulu. Pada itinerari yang berpusat pada aktivitas laut, menenangkan juga untuk mencatat nomor BASARNAS (Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan) yang menangani penyelamatan di laut.

Polisi

110

112 juga bisa dari ponsel dan telepon satelit

Ambulans

118 / 119

Untuk meminta ambulans

Pemadam kebakaran

113

Di beberapa daerah dipandu ke 112

Penyelamatan laut

115

BASARNAS (pencarian dan pertolongan)

Nomor darurat berdasarkan situs resmi Kementerian Pariwisata Indonesia (per Agustus 2026). Untuk pemadam kebakaran, perlu dicatat bahwa data dasar keselamatan Kementerian Luar Negeri Jepang memberi contoh 112 untuk Jakarta, dan panduannya berbeda menurut wilayah.

Kedutaan atau konsulat negara asal Anda mungkin tidak berada di Lombok, jadi periksa sebelum berangkat kantor mana yang mencakup Lombok dan catat kontaknya. Sebagai satu contoh, Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar mencakup Bali, Nusa Tenggara Barat (termasuk Lombok), dan Nusa Tenggara Timur. Kantor itu berlokasi di Kota Denpasar, Bali (Jl. Raya Puputan No.170, Renon), sehingga untuk ke sana dari Lombok diperlukan kapal atau pesawat. Jam layanan loket terbatas pada pagi dan sore hari kerja, tetapi dalam keadaan darurat dikatakan melayani 24 jam lewat nomor utamanya (0361-227628).

Kekurangan yang ingin kami sampaikan dengan jujur

Selain sisi baiknya, ada juga keterbatasan yang ingin kami sampaikan dengan jujur kepada perempuan yang bepergian sendirian.

  • ✅ Perempuan asing seorang diri mencolok di kawasan pedesaan: Di kawasan yang belum menjadi tujuan wisata, orang asing sendiri sedikit, dan jika sendirian Anda menarik perhatian lebih besar lagi. Belum tentu itu tatapan yang berniat buruk, tetapi mungkin ada saat-saat Anda merasa tidak nyaman.
  • ✅ Fasilitas medis jauh: Rumah sakit umum terpusat di kawasan perkotaan di barat pulau seperti ibu kota provinsi Mataram (rumah sakit umum provinsi RSUD Provinsi NTB juga berada di Kota Mataram), dan dari Sekotong di barat daya atau sekitar Gili selatan dibutuhkan waktu berkendara yang lumayan. Jika Anda memiliki penyakit bawaan, cari fasilitas medis terdekat sebelumnya, dan pastikan Anda mengambil asuransi perjalanan luar negeri.
  • ✅ Tidak ada kapal terjadwal pada malam hari: Perjalanan ke Kepulauan Gili dan Gili selatan bergantung pada kapal, dan pada dasarnya tidak ada layanan terjadwal setelah matahari terbenam. Carter pribadi dalam keadaan darurat dikatakan bisa diatur tetapi dikenai biaya tambahan, sehingga lebih bijak sejak awal menghindari jadwal yang membuat kedatangan atau keberangkatan dari pulau jatuh pada malam hari.

Pertanyaan yang sering diajukan

Pertanyaan yang sering diajukan

T. Berbahayakah pergi ke Lombok sendirian?

Ini bukan pulau dengan kejahatan kekerasan yang sering terjadi, tetapi bukan berarti Anda boleh lengah. Di kawasan wisata pada siang hingga sore hari tidak perlu terlalu takut, dan pendekatan dasarnya adalah menghindari bepergian sendirian di malam hari serta menghindari sikap lengah di kawasan pedesaan.

T. Seberapa berhati-hati saya perlu soal busana?

Di kota di kawasan wisata, pakaian sehari-hari tidak masalah, tetapi saat berjalan di desa atau dekat masjid, menutupi lutut dan bahu melunakkan pandangan penduduk setempat. Hindari berjalan di luar penginapan dengan baju renang yang Anda pakai di pantai.

T. Bolehkah perempuan keluar sendirian pada malam hari?

Tergantung kawasan dan jalannya. Pusat Mataram, Senggigi, dan Kuta Lombok memiliki lalu lalang orang tertentu pada malam hari juga, tetapi hindari jalan yang lampu jalannya terputus. Di tempat yang kekurangan salah satu dari lampu jalan, lalu lalang orang, atau transportasi, aturan dasarnya adalah menghindari keluar sendirian setelah matahari terbenam sama sekali.

T. Gili mana yang cocok untuk perjalanan solo?

Jika ingin keramaian, Gili Trawangan; jika ingin menghabiskan waktu dengan tenang, Gili Air atau Gili Meno cocok. Di Trawangan, waspadai masalah terkait minuman keras pada malam hari.

T. Ke mana harus menghubungi dalam keadaan darurat?

Polisi 110, ambulans 118 atau 119, pemadam kebakaran 113, dan penyelamatan laut 115. Jika Anda memerlukan bantuan dari kedutaan atau konsulat negara Anda, catat nomor kontaknya sebelum berangkat (misalnya Konsulat Jenderal Jepang di Denpasar, 0361-227628, melayani 24 jam dalam keadaan darurat).

Gambaran menyeluruh tentang keamanan yang dibahas di artikel ini, informasi dasar tentang pulau dan Kepulauan Gili, serta Sekotong tempat kami berbasis, masing-masing kami rangkum dalam artikel terpisah. Silakan baca juga saat Anda mematangkan itinerari.

Bacaan terkait

Kesimpulan

Perjalanan solo atau perjalanan perempuan ke Lombok bukanlah “pasti aman” dan bukan pula “berbahaya sehingga sebaiknya dihindari”. Tentukan batas tindakan dengan tiga hal (lampu jalan, lalu lalang orang, dan transportasi yang bisa dipakai pada jam itu), sesuaikan busana antara desa, masjid, pantai, dan kota, serta pilih penginapan dan aktivitas dalam bentuk yang mudah dilakukan berkelompok. Jika tiga hal ini Anda pegang, ini bukan tujuan yang perlu ditakuti secara berlebihan. Masukkan ke dalam perhitungan itinerari Anda bahwa Anda mencolok di kawasan pedesaan, fasilitas medis jauh, dan tidak ada kapal terjadwal pada malam hari.

Sumber

Pondok dan payung di SAKURA CAFE, pantai Sekotong

SEMELAR BEACH VILLAGE

Anda bisa menginap di desa Sekotong, tempat kami tinggal

Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Program menginap: tidur di vila tepi laut, berkeliling pulau dengan perahu nakhoda lokal, dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE.

よかったらシェアしてね!
  • URLをコピーしました!
  • URLをコピーしました!
Perahu dan seseorang di pantai pada pagi keliling pulau

SEMELAR BEACH VILLAGE

Menginap di tepi laut Sekotong, Lombok

Sekitar 1 jam 10 menit bermobil dari Bandara Internasional Lombok. Program menginap mulai 3 malam dengan keliling pulau naik perahu warga, bisa dipesan sekarang. Vila dibuka bertahap mulai awal 2027.

この記事を書いた人

目次