“Makan di mana sebaiknya di Lombok?” “Restoran seperti apa yang ada di Kuta atau Senggigi?” “Bisa bayar pakai kartu, dan apakah ada yang menyajikan minuman beralkohol?” Pertanyaan ini biasanya muncul setelah Anda menentukan tempat menginap. Jawaban singkatnya: di Pulau Lombok, karakter tempat makan sangat berbeda menurut kawasan. Kafe dan masakan Barat untuk wisatawan ada di Kuta (Mandalika), restoran tepi laut dan restoran hotel di Senggigi, kuliner khas dengan harga murah di warung dan mal di Mataram, ibu kota provinsi, sedangkan di Sekotong tempat makan sedikit sehingga makan lebih banyak di penginapan.
Sebagai patokan anggaran, satu piring di warung Rp20.000–55.000, dan satu menu di restoran untuk wisatawan Rp60.000–250.000. Di restoran kelas atas, hidangan utama mulai Rp180.000, belum termasuk pajak dan biaya layanan. Warung pada umumnya hanya menerima tunai.
Tempat makan yang kami sebut hanyalah yang keberadaan dan lokasinya dapat dipastikan di situs resmi tempat itu atau situs resmi Kementerian Pariwisata (Wonderful Indonesia), dan kami tidak membuat peringkat. Penjelasan tentang masakannya ada di artikel kuliner khas Lombok; artikel ini hanya membahas “makan di mana”. Artikel ini untuk Anda yang sedang merencanakan perjalanan ke Pulau Lombok, termasuk lewat Bali, dan ingin tahu lebih dulu soal tempat makan di kawasan menginap.
Informasi per Oktober 2026
Yang akan Anda ketahui dari artikel ini
- ✓Karakter tempat makan di Kuta, Senggigi, Mataram, dan Sekotong, serta contoh tempat yang keberadaannya dapat dipastikan
- ✓Patokan anggaran di warung, restoran untuk wisatawan, dan restoran kelas atas, serta pajak dan biaya layanan
- ✓Kapan memakai tunai, kartu, atau QRIS, dan tempat yang menyajikan atau tidak menyajikan minuman beralkohol
- ✓Perubahan jam buka saat salat Jumat, Ramadan, dan Lebaran
- ✓Tempat makan di Bandara Internasional Lombok dan sekitarnya
Kesimpulan
Per Oktober 2026, cara tercepat memilih tempat makan di Pulau Lombok adalah menurut kawasan tempat Anda menginap. Kafe dan masakan Barat untuk wisatawan di Kuta (Mandalika), restoran tepi laut dan restoran hotel di Senggigi, ayam taliwang di rumah makan khusus di Mataram (situs Kementerian Pariwisata mencantumkan tempat yang mulai Rp35.000 per porsi), dan di Sekotong tempat makan sedikit sehingga makan lebih banyak di penginapan dan SAKURA CAFE. Warung menerima tunai, hotel dan restoran yang lebih besar umumnya menerima kartu, dan minuman beralkohol hampir hanya ada di tempat untuk wisatawan dan hotel.
Di mana banyak restoran di Lombok? Mulailah dari kawasan
Di Pulau Lombok, wisatawan tidak akan kesulitan mencari tempat makan di tiga kawasan: Kuta (Mandalika) di selatan, Senggigi di pantai barat, dan Mataram, ibu kota provinsi. Di Sekotong, Lombok barat daya, tempat makan sedikit dan restoran penginapan menjadi pilihan utama. Setiap kawasan punya warung untuk warga setempat, tetapi jumlah dan ragam tempat makan untuk wisatawan sangat berbeda antarkawasan.
Jarak antarkawasan cukup jauh. Dari Bandara Internasional Lombok ke Kuta sekitar 25–30 menit dengan mobil, ke Epicentrum Mall di Mataram sekitar 30 km atau sekitar 40 menit dengan mobil (situs Kementerian Pariwisata), dan dari Mataram ke Senggigi sekitar 30 menit dengan mobil. Menginap di Kuta lalu ke Senggigi hanya untuk makan malam tidak realistis, jadi bila makanan penting bagi Anda, pertimbangkan sejak memilih tempat menginap.
Gambar: Karakter tiap kawasan dan contoh yang dapat dipastikan
Kuta (Mandalika): banyak kafe dan masakan Barat untuk wisatawan
Kuta di selatan adalah kota di Pulau Lombok dengan tempat makan untuk wisatawan paling banyak. Restoran masakan Barat dan kafe berjajar di jalan utama, bercampur dengan warung untuk warga setempat.
Berikut contoh yang keberadaan dan lokasinya dapat dipastikan di situs resminya. Kenza (Jl. Raya Kuta No.5B) menyajikan sarapan dan makan siang, makan malam ala bistro Prancis, serta koktail dan anggur. Situs resminya mencantumkan dua jam buka yang berbeda, 7.00–23.00 dan 12.00–23.00, sehingga tidak dapat kami pastikan. Di jalan yang sama, El Bazar (Jl. Raya Kuta No.5) menyajikan masakan Mediterania, Spanyol, dan Maroko; situs resminya menyebut buka setiap hari 16.00–23.00 (pesanan makanan terakhir 22.30), menerima reservasi sampai pukul 17.00, dan juga menerima tamu tanpa reservasi. Ashtari, di atas bukit di jalan dari Kuta ke arah Mawun, adalah tempat yang menggabungkan studio yoga dan restoran slow food, dan situs resminya menyebut memakai bahan lokal sesuai musim (jam buka dan harga tidak dicantumkan).
Di kawasan pengembangan Mandalika di tepi pantai ada hotel resor besar. Misalnya, situs resmi Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort mencantumkan Aer Restaurant (masakan Indonesia dan internasional), Sgara (restoran makanan laut di tepi pantai), dan swim-up bar di kolam renang. Tidak disebutkan apakah tamu yang tidak menginap bisa makan di sana, jadi tanyakan dulu bila ingin datang hanya untuk makan.
Hati-hati dengan tempat makan di pantai. Di Tanjung Aan, sebelah timur Kuta, ITDC selaku pengelola Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika membongkar ratusan lapak dan warung di sepanjang pantai pada 15 Juli 2025 (Mongabay, Juli 2025). Warung pantai yang disebut di catatan perjalanan lama mungkin sudah tidak ada, jadi pada hari ke pantai lebih aman makan dulu di kota atau membawa minuman sendiri.
Senggigi: restoran tepi laut dan restoran hotel
Senggigi di pantai barat adalah kawasan dengan restoran makanan laut, kafe, dan bar pantai di sepanjang jalan utama tepi laut (Jalan Raya Senggigi). Lautnya menghadap ke barat, jadi keunggulan kawasan ini adalah makan malam di meja tepi laut sambil menikmati matahari terbenam.
Contoh yang dapat dipastikan: situs resmi Sheraton Senggigi Beach Resort mencantumkan Senja Restaurant untuk masakan Asia (setiap hari 11.00–23.00, ada meja luar ruang di tepi laut), Bawang Putih Restaurant yang menyajikan masakan internasional di samping kolam renang (setiap hari 11.00–23.00), dan bar kolam renang. Cafe Alberto di Jln Raya Senggigi (Batu Bolong) adalah restoran sekaligus B and B (penginapan dengan sarapan). Situs resminya tidak mencantumkan jam buka, harga, maupun tanggal pembaruan, jadi pastikan masih buka sebelum datang.
Situs Kementerian Pariwisata memperkenalkan Lotus Bayview di Senggigi sebagai restoran dengan pemandangan laut, buka setiap hari 11.00–22.00, dengan harga Rp60.000–250.000 per menu. Tanggal pemuatannya tidak dicantumkan, jadi pastikan masih buka sebelum datang.
Mataram: kuliner khas murah di warung dan mal
Mataram, ibu kota provinsi, bukan kota yang penuh tempat makan untuk wisatawan. Sebagai gantinya, ada banyak warung dan pujasera yang didatangi warga setempat, tempat Anda bisa makan kuliner khas dengan harga murah. Untuk ayam taliwang, ayam bakar pedas khas Lombok, situs Kementerian Pariwisata mencantumkan tiga rumah makan di Mataram beserta alamatnya.
← Tabel dapat digeser ke samping
| Nama | Lokasi | Jam buka | Kisaran harga |
|---|---|---|---|
| Restoran Taliwang H. Moerad | Jalan Pelikan, Pejanggik | Setiap hari 7.00–22.00 | Sekitar Rp50.000 untuk satu ekor ayam |
| Taliwang Khas Pak Udin | Jalan Gelatik No.2B, Cakranegara | Setiap hari 16.30–23.00 | Mulai Rp35.000 per porsi. Tingkat pedas bisa dipilih |
| Taliwang Irama 3 | Jalan Ade Irma Suryani No.53, Selaparang | Setiap hari 8.00–21.00 | Mulai Rp55.000 per porsi. Ada juga ikan dan makanan laut |
Berdasarkan situs resmi Kementerian Pariwisata (Wonderful Indonesia), dilihat Oktober 2026. Tanggal pemuatan tidak dicantumkan, jadi pastikan sebelum datang bahwa tempatnya masih buka dan jam serta harganya tidak berubah.
Situs Kementerian Pariwisata menyebut Taliwang H. Moerad sebagai rumah makan yang dianggap pelopor ayam taliwang di Mataram, dan Pak Udin sebagai tempat yang hampir selalu ramai.
Bila ingin memilih di tempat ber-AC, ada Lombok Epicentrum Mall (Jl. Sriwijaya No.333, setiap hari 10.00–22.00). Menurut situs Kementerian Pariwisata, di sana ada pujasera dengan masakan Lombok dan Indonesia, serta KFC, Pizza Hut, dan Starbucks. Untuk jajanan kaki lima, ANTARA memberitakan bahwa Pemerintah Kota Mataram menata sentra kuliner Teras Udayana dengan 24 lapak yang sudah mulai beroperasi (Maret 2024). Beritanya sudah lebih dari 2 tahun, jadi pastikan sebelum datang.
Sekotong: tempat makan sedikit, jadi rencanakan dari penginapan
Di Sekotong, Lombok barat daya, dan pulau-pulau di lepas pantainya, pilihan tempat makan tidak banyak. Wisatawan umumnya makan di restoran penginapan. Misalnya, situs resmi Cocotinos Sekotong (Jl. Raya Sekotong KM.51, Pandanan, Sekotong Barat) menyebut ada restoran di dalam area penginapan. Nama restoran, jam buka, dan apakah tamu yang tidak menginap bisa makan di sana tidak disebutkan. Ada tidaknya makanan di tiap penginapan kami rangkum di artikel hotel dan vila di Sekotong.
Di sebuah desa nelayan di Sekotong, kami, Semelar Beach Village, mengelola kafe pantai SAKURA CAFE (10.00–22.00, tutup hari Senin) bersama warga Sasak setempat. Bila menginap di Sekotong, pastikan sebelum memesan apakah tarif kamar sudah termasuk makan, agar tidak perlu mencari tempat makan di malam hari. Jumlah ATM tidak dapat kami pastikan, jadi lebih aman menyiapkan uang tunai di Mataram atau tempat lain sebelum berangkat.
Berapa anggarannya? Warung, restoran untuk wisatawan, dan kelas atas
Harga yang dapat kami pastikan dibagi menjadi tiga tingkat. Di warung, nasi balap puyung (nasi dengan lauk pedas), kuliner khas Lombok Tengah, seharga Rp20.000 per piring (CNN Indonesia, 2022), dan rumah makan ayam taliwang di Mataram mulai Rp35.000–55.000 per porsi. Di restoran untuk wisatawan, restoran di Senggigi yang dimuat situs Kementerian Pariwisata memasang harga Rp60.000–250.000 per menu. Di menu situs resmi El Bazar di Kuta, sebagian besar hidangan utama Rp180.000–575.000, dan steak wagyu A5 dari Jepang Rp950.000–1.200.000.
Gambar: Kisaran harga per menu (menurut jenis tempat)
Di tempat untuk wisatawan dan restoran kelas atas, harga di menu sering belum termasuk pajak dan biaya layanan. Menu El Bazar menyebut ada tambahan pajak pemerintah 10% dan biaya layanan 5%. Tanda “++” di samping harga berarti hal yang sama. Misalnya, hidangan utama Rp180.000 akan menjadi sekitar Rp207.000 di tagihan. Pajak daerah untuk makanan dan minuman menurut undang-undang paling tinggi 10%, sedangkan biaya layanan adalah kebiasaan tiap restoran; bila biaya layanan sudah masuk tagihan, Anda tidak perlu memberi tip lagi.
Untuk minuman, kopi di warung Rp5.000–10.000 (pengecekan kami per Agustus 2026), dan di menu El Bazar espresso Rp25.000 serta lager bir kerajinan Kura Kura Rp50.000.
Pembayaran, minuman beralkohol, dan jam buka: supaya tidak kerepotan
Cara membayar dan ada tidaknya minuman beralkohol umumnya ditentukan oleh jenis tempat makan.
← Tabel dapat digeser ke samping
| Jenis tempat | Pembayaran | Minuman beralkohol |
|---|---|---|
| Warung, kaki lima, pasar | Pada dasarnya tunai. Uang pecahan Rp20.000 ke bawah mempercepat pembayaran | Kebanyakan tidak menyediakan |
| Restoran di mal, kafe jaringan | Kartu dan QRIS bisa dipakai | Lebih aman menganggap tidak ada |
| Restoran untuk wisatawan di Kuta dan Senggigi | Tempat yang lebih besar kadang menerima kartu. Tanyakan sebelum masuk | Banyak yang menyajikan bir, koktail, dan anggur |
| Restoran hotel dan resor | Umumnya menerima kartu | Menyajikan |
Kecenderungan umum berdasarkan artikel kami tentang uang dan pembayaran (per Agustus 2026) dan tentang minuman beralkohol (per September 2026). Setiap tempat berbeda, jadi pastikan di lokasi.
QRIS dapat dipakai di mal dan kafe jaringan, tetapi bila Anda bepergian bersama tamu dari luar negeri, perlu diingat bahwa mereka hanya bisa membayar QRIS bila aplikasi pembayaran dari negaranya terhubung dengan sistem Indonesia. Untuk Jepang, misalnya, sambungan yang mulai berlaku pada 17 Agustus 2025 baru untuk arah orang Indonesia yang membayar di Jepang; pada April 2026 Deputi Gubernur Bank Indonesia menyebut arah sebaliknya akan “segera” berlaku setelah mendapat persetujuan otoritas keuangan Jepang (Metro TV), tanpa menyebut tanggal mulainya. Per Oktober 2026 dimulainya belum dapat kami pastikan, jadi tamu dari luar negeri sebaiknya bersiap membayar dengan tunai dan kartu.
Minuman beralkohol tersedia di tempat untuk wisatawan di Kuta dan Senggigi serta di hotel. El Bazar dan Kenza mencantumkan anggur dan koktail di situs resminya. Di warung dan minimarket pada dasarnya tidak dijual. Hindari minum di tempat umum dan cukup di dalam restoran.
Jam buka berubah mengikuti kegiatan keagamaan. Setiap Jumat siang (kira-kira pukul 11.30–13.30), warung bisa tutup 1–2 jam karena salat Jumat. Selama bulan puasa Ramadan, banyak tempat untuk wisatawan tetap buka seperti biasa, sedangkan warung tutup di siang hari atau memperpendek jam bukanya. Pada 2027, Ramadan dimulai 8 Februari menurut pengumuman Muhammadiyah, dan libur Idulfitri (Lebaran) menurut rencana pemerintah jatuh pada 10 dan 11 Maret; selama libur panjang itu, sebagian besar warung dan toko di kota tutup. Pada masa ini, pastikan makanan tersedia di penginapan. Untuk pengaruh hari libur pada perjalanan, lihat panduan salat Jumat, hari libur, dan Ramadan di Lombok.
Perhatian
- Biaya kartu ditentukan oleh restoran: ada tempat yang menambahkan biaya untuk pembayaran dengan kartu. Tanyakan sebelum membayar apakah jumlahnya berubah.
- Informasi tempat makan mudah berubah: jam buka dan harga di artikel ini berlaku saat kami memastikannya. Cek informasi terbaru di situs resmi atau media sosial tempat itu sebelum datang.
Tempat makan di Bandara Internasional Lombok dan sekitarnya
Pilihan makanan di dalam Bandara Internasional Lombok tidak banyak. Seperti yang kami tulis di artikel Starbucks dan kafe di Lombok, ada Starbucks di area keberangkatan setelah pemeriksaan keamanan. Situs resmi bandara punya halaman daftar tempat makan, tetapi saat kami cek pada Oktober 2026 daftarnya tidak tampil, sehingga nama tempat lain tidak dapat kami pastikan.
Bila ingin langsung makan setelah tiba, pilihan yang realistis adalah ke Kuta, sekitar 25–30 menit dengan mobil dari bandara. Bila menuju Mataram atau Senggigi, pilihannya lebih banyak setelah perjalanan. Pada hari kepulangan, jangan mengandalkan makan di dalam bandara; makanlah sebelum meninggalkan penginapan atau di kota yang dilewati agar bisa check-in dengan tenang.
Catatan dari Sekotong
Bila tiba di bandara sore atau malam lalu menuju Sekotong, tanyakan dulu apakah restoran penginapan masih buka pada jam kedatangan Anda, atau makanlah di Mataram dalam perjalanan. Di Kuta dan Senggigi pun ada tempat, seperti El Bazar, yang punya batas waktu reservasi. Setelah memilih tempat, tanyakan lewat kontak di situs resminya (banyak yang mencantumkan nomor WhatsApp) apakah perlu reservasi dan hari apa saja buka.
Siapa yang cocok dan tidak cocok dengan tempat makan di Lombok
Kekurangannya lebih dulu. Dibandingkan Seminyak atau Canggu di Bali, Pulau Lombok punya lebih sedikit restoran dan kafe untuk wisatawan. Jarak antarkawasan 30 menit sampai 1 jam dengan mobil, sehingga sulit berkeliling makan lintas kawasan, dan tempat yang menyajikan minuman beralkohol hampir terbatas di Kuta, Senggigi, dan hotel. Bila Anda ingin restoran berbeda setiap kali makan, atau ingin minum di luar sampai larut malam, Bali lebih cocok.
Sebaliknya, pilihannya cukup bila Anda ingin makan kuliner khas dengan harga puluhan ribu rupiah di rumah makan khusus di Mataram, makan malam menghadap laut di Senggigi, atau mampir ke kafe di sela berselancar di Kuta. Lombok cocok bagi yang lebih mementingkan masakan setempat dan waktu yang tenang daripada banyaknya pilihan restoran.
Bila ingin tempat yang lebih tenang lagi, ada Sekotong di barat daya. Tempat makan hampir tidak ada, tetapi kami mengelola SAKURA CAFE bersama warga setempat di pantai sebuah desa nelayan, dan Restoran Bambu dijadwalkan dibuka di pantai yang sama pada 7 November 2026. Ini salah satu pilihan bagi yang lebih menghargai waktu di pantai yang belum ramai wisata daripada banyaknya pilihan tempat makan.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Di mana banyak restoran di Lombok?
Kafe dan masakan Barat untuk wisatawan banyak di Kuta (Mandalika) di selatan, restoran tepi laut banyak di Senggigi di pantai barat, dan Mataram, ibu kota provinsi, didominasi warung dan mal. Sekotong di barat daya tempat makannya sedikit, dan makan lebih banyak di penginapan.
T. Berapa anggaran sekali makan?
Patokannya Rp20.000–55.000 per piring di warung, dan Rp60.000–250.000 per menu di restoran untuk wisatawan. Di restoran kelas atas, hidangan utama mulai Rp180.000, dan ada yang menambahkan pajak dan biaya layanan.
T. Apakah restoran menerima kartu atau QRIS?
Restoran hotel dan tempat makan di mal umumnya menerima kartu, dan QRIS bisa dipakai di mal dan kafe jaringan. Warung pada dasarnya tunai, jadi siapkan uang pecahan kecil.
T. Adakah restoran yang menyajikan minuman beralkohol?
Tempat untuk wisatawan di Kuta dan Senggigi serta hotel menyajikan bir, koktail, dan anggur. Warung dan minimarket pada dasarnya tidak menjualnya.
T. Apakah restoran buka saat Ramadan?
Banyak tempat untuk wisatawan tetap buka seperti biasa, sedangkan warung tutup di siang hari atau memperpendek jam buka. Selama libur Lebaran (pada 2027 menurut rencana pemerintah 10 dan 11 Maret), sebagian besar warung dan toko di kota tutup.
T. Bisakah makan di bandara?
Ada Starbucks di area keberangkatan setelah pemeriksaan keamanan. Tempat makan lain tidak dapat kami pastikan karena daftar di situs resmi bandara tidak tampil. Untuk makan yang cukup, lebih pasti makan di Kuta, sekitar 25–30 menit dengan mobil dari bandara, atau di kota tujuan.
Ringkasan
Restoran di Pulau Lombok berbeda karakter menurut kawasan. Kafe dan masakan Barat untuk wisatawan di Kuta (Mandalika), restoran tepi laut dan restoran hotel di Senggigi, kuliner khas yang murah di rumah makan khusus dan mal di Mataram, dan di Sekotong makan lebih banyak di penginapan. Jarak antarkawasan cukup jauh, jadi selera makan sebaiknya dipertimbangkan sejak memilih tempat menginap.
Patokan anggarannya Rp20.000–55.000 per piring di warung dan Rp60.000–250.000 per menu di tempat untuk wisatawan, dengan tambahan pajak dan biaya layanan di restoran kelas atas. Bayar tunai di warung dan umumnya dengan kartu di hotel, dan ingat bahwa jam buka berubah pada Jumat siang, selama Ramadan, dan saat Lebaran.
Baca juga
- Panduan makanan di LombokTingkat pedas, kebersihan, halal, dan biaya makan sehari-hari
- Uang dan pembayaran di LombokKapan memakai tunai, kartu, QRIS, dan ATM
- Bisakah minum alkohol di Lombok?Harga bir, tempat membeli, dan tempat yang tidak menjualnya

SEMELAR BEACH VILLAGE
Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.
Sumber artikel ini
- Kementerian Pariwisata, “Ayam Taliwang” (alamat, jam buka, dan harga tiga rumah makan taliwang di Mataram; tanpa tanggal pemuatan)https://www.indonesia.travel/us-en/travel-ideas/gastronomy/ayam-taliwangg
- Kementerian Pariwisata, “Lotus Bayview” (Senggigi; tanpa tanggal pemuatan)https://www.indonesia.travel/ph-en/travel-ideas/gastronomy/lotus-bayview
- Kementerian Pariwisata, “Lombok Epicentrum Mall”https://www.indonesia.travel/gb-en/destination/bali-nusa-tenggara/west-nusa-tenggara/lombok-epicentrum-mall/
- Situs resmi Kenza Lombokhttps://kenzalombok.com/
- Situs resmi El Bazar Cafe and Restaurant (lokasi, jam buka)https://www.elbazarlombok.com/
- Situs resmi El Bazar, “Menu” (harga, pajak 10% dan biaya layanan 5%)https://www.elbazarlombok.com/menu
- Situs resmi Ashtari Lombokhttps://www.ashtarilombok.com/
- Situs resmi Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort, “Aer Restaurant”https://pullman.accor.com/en/hotels/central-lombok/A1K2/restaurants/r001.html
- Situs resmi Sheraton Senggigi Beach Resort, “Dining”https://www.marriott.com/en-us/hotels/lopsi-sheraton-senggigi-beach-resort/dining/
- Situs resmi Cafe Albertohttps://www.cafealberto.com/
- Situs resmi Cocotinos Sekotong (lokasi, restoran di dalam area)https://www.cocotinos-sekotong.com/
- CNN Indonesia, “Nasi Balap Puyung” (20 Maret 2022)https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20220320075037-262-773711/nasi-balap-puyung-sajian-kuliner-pedas-di-mandalika
- ANTARA, “Mataram lengkapi sentra kuliner Teras Udayana” (3 Maret 2024)https://megapolitan.antaranews.com/berita/280473/mataram-lengkapi-sentra-kuliner-teras-udayana-dengan-panggung-musik-mini
- Metro TV, “Turis Jepang bisa scan QR saat belanja di RI, QRIS segera berlaku” (22 April 2026)https://www.metrotvnews.com/read/N6GCVl8e-turis-jepang-bisa-iscani-qr-saat-belanja-di-ri-qris-segera-berlaku
- ANTARA Bali, “BI Bali genjot sistem QRIS lintas negara sasar turis Jepang” (17 Agustus 2025)https://bali.antaranews.com/berita/385909/bi-bali-genjot-sistem-qris-lintas-negara-sasar-turis-jepang
- Mongabay Indonesia, “Pilu ratusan pedagang kena gusur demi KEK Mandalika” (20 Juli 2025)https://mongabay.co.id/2025/07/20/pilu-ratusan-pedagang-kena-gusur-demi-kek-mandalika/
