Teluk Ekas Lombok: Ombak, Cara ke Sana, dan Tempat Menginap yang Tenang

“Di mana sebenarnya Ekas di Lombok, dan bagaimana cara ke sana?” “Apakah ada kegiatan bagi yang tidak berselancar?” “Lebih baik menginap di Kuta atau di dekat Ekas?” Bila Anda mencari tentang Teluk Ekas, yang banyak muncul adalah ulasan spot selancar dan daftar hotel di situs pemesanan. Sulit menemukan satu tempat yang membandingkan cara ke sana dan cara menginap sekaligus.

Singkatnya, Teluk Ekas adalah teluk besar di Lombok tenggara, dan ada dua cara mencapainya: menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Awang di pantai barat teluk, atau memutari teluk lewat darat. Sebagian besar peselancar menginap di Kuta Lombok lalu menyeberang dari Awang untuk sehari. Menginap di pantai timur, di sisi Ekas, membuat Anda dekat dengan ombak dan jauh dari keramaian, tetapi toko dan fasilitas sedikit, dan setiap perjalanan memakan waktu.

Artikel ini hanya disusun dari sumber yang dapat kami buka dan baca: panduan selancar, berita Indonesia, kajian universitas, dan basis data desa wisata Kementerian Pariwisata (Jadesta). Kami tidak menemukan penginapan di dekat Ekas yang dapat dipastikan lewat situs resmi, sehingga nama dan harga penginapan tidak kami tulis. Sebagai gantinya, kami menjelaskan jenis-jenis tempat menginap dan hal yang perlu ditanyakan sebelum memesan. Artikel ini ditujukan bagi Anda yang sedang berada di Lombok selatan dan mempertimbangkan perjalanan sehari ke Ekas atau menginap beberapa malam di sana.

Informasi per Oktober 2026

Yang dibahas di artikel ini

  • ✓Letak Teluk Ekas, dan perbedaan pantai barat dan pantai timurnya
  • ✓Menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Awang atau memutar lewat darat
  • ✓Karakter ombak, termasuk Inside dan Outside, serta musimnya
  • ✓Memilih antara perjalanan sehari dari Kuta dan menginap di sisi Ekas
  • ✓Kegiatan tenang bagi yang tidak berselancar, dan hal yang perlu diketahui sebelum berangkat

Kesimpulan

Bila tujuan Anda hanya ombak, pilihan yang umum adalah menginap di Kuta Lombok lalu menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Awang untuk sehari. Bila Anda ingin beberapa hari yang tenang di dekat ombak, menginaplah di pantai timur, di sisi Ekas. Toko dan fasilitas di sana sedikit dan informasi resmi tentang penginapan pun minim, jadi tanyakan langsung kepada penginapan soal transportasi, makan, dan cara bayar sebelum memesan (Oktober 2026).

Daftar isi

Di mana letak Teluk Ekas?

Teluk Ekas adalah teluk di pantai selatan Lombok, di bagian timurnya. Panduan selancar berbahasa Inggris menyebutnya Ekas Bay, sedangkan dalam bahasa Indonesia disebut Teluk Ekas, tetapi ada juga sumber yang menyebut seluruh teluk ini Teluk Awang. The Surf Atlas menempatkan Ekas di sisi timur Teluk Awang, menyebut lebar teluk sekitar 4 mil (sekitar 6,4 km) pada bagian terlebarnya, dan Ekas sekitar 8 mil (sekitar 13 km) di sebelah timur Kuta Lombok.

Kedua sisi teluk masuk kabupaten yang berbeda. Pelabuhan Awang di pantai barat adalah pelabuhan perikanan di Desa Mertak, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah (berita Februari 2021 yang dimuat Perwakilan BPK Provinsi NTB). Sisi Ekas di pantai timur masuk Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur. Kajian peneliti Universitas Mataram (2018) menyebut Desa Ekas Buana dimekarkan dari Desa Pemongkong pada 2011.

Menurut kajian yang sama, pantai desa ini (Pantai Surga) erat dengan kehidupan nelayan, dan kajian tersebut mencatat sekitar 50 pondok apung untuk membesarkan ikan kerapu dan udang. Bayangkan Ekas bukan sebagai kota wisata, melainkan desa nelayan dan teluk budidaya yang kebetulan memiliki ombak.

Di sebelah timur Teluk Ekas terbentang Semenanjung Ekas, tempat Pink Beach (Pantai Tangsi) yang kami bahas di Panduan Pink Beach Lombok.

Bagaimana cara ke sana: perahu atau jalan darat?

Ada dua cara utama. Cara pertama adalah menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Awang di pantai barat, yang dipakai sebagian besar peselancar yang datang untuk sehari. Panduan spot selancar Lombok kami menyebut sekitar 40 menit dengan mobil dari Kuta Lombok ke Pelabuhan Awang, lalu sekitar 30 menit dengan perahu. The Surf Atlas menyebut total perjalanan darat dan perahu sekitar 1 jam. Waktunya bisa bergeser menurut kondisi jalan dan laut.

The Surf Atlas menggambarkan Pelabuhan Awang sebagai pelabuhan nonkomersial yang terutama dipakai nelayan setempat. Pada awal 2023 kondisinya cukup rusak, tetapi perahu tetap mudah dicari. Surf Indonesia juga menulis bahwa di sana tidak sulit menemukan perahu dan nakhoda. Kami tidak dapat memastikan tarif perahu yang resmi. Sebelum naik, sepakati tarif pulang-pergi, berapa lama perahu menunggu, dan tempat bertemu untuk perjalanan pulang.

Cara kedua adalah memutari teluk lewat darat menuju pantai timur. Surf Indonesia dan Wave Explorers sama-sama menyebutnya perjalanan memutar yang jauh, dipakai oleh yang menginap di pantai timur atau berangkat dengan perahu dari pantai di sana. Kami tidak menemukan sumber yang menyebut waktu tempuh dari Kuta ke sisi Ekas. Sebagai gambaran, panduan Pink Beach kami menyebut Pantai Tangsi, yang terletak lebih jauh di ujung semenanjung, berjarak sekitar 55 km lewat jalan dari Kuta, atau 1,5 sampai 2,5 jam sekali jalan.

Gambar: Dua cara ke Teluk Ekas (urutan perjalanan, bukan peta)

1 Menyeberang dengan perahu Kuta Lombok Sekitar 40 menit dengan mobil Pelabuhan Awang (pantai barat) Pelabuhan perikanan, Lombok Tengah Sekitar 30 menit dengan perahu Ke ombak Inside dan Outside 2 Memutari teluk lewat darat Kuta Lombok Waktu tempuh belum pasti Sisi Ekas (pantai timur) Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur Sebagai gambaran: Pink Beach di ujung semenanjung 1,5 – 2,5 jam dari Kuta Untuk yang menginap di pantai timur
Gambar disusun dari panduan spot selancar dan panduan Pink Beach kami, The Surf Atlas, Surf Indonesia, dan Wave Explorers (Oktober 2026). Waktu tempuh berubah menurut kondisi jalan dan laut.

Kami tidak dapat memastikan adanya angkutan umum. Cara mana pun yang dipilih, Anda perlu menyewa mobil atau sepeda motor. Surf Indonesia menyarankan menyewa kendaraan bila Anda tinggal agak lama. Seperti diberitakan detikBali, ada jalan yang minim penerangan, jadi bila lewat darat, rencanakan tiba sebelum gelap.

Seperti apa ombaknya, dan kapan musimnya?

Ombak yang paling dikenal di Teluk Ekas adalah Inside, di dalam teluk, dan Outside, yang pecah di bawah tebing di mulut teluk. Keduanya adalah reef break, ombak yang pecah di atas karang.

Inside pecah ke kiri dan ke kanan. Wave Explorers menulis bahwa sisi kanan curam dan bisa lebih dari 100 m, sedangkan sisi kiri lebih landai dan panjang menuju kanal. Penilaian tingkat kesulitannya berbeda: Surf Indonesia menilainya untuk pemula, The Surf Atlas untuk tingkat menengah. The Surf Atlas juga menyebut ombak ini perlu swell setidaknya 2 sampai 3 kaki agar pecah dengan baik.

Outside pecah di bawah tebing tinggi sekitar 1,2 km di selatan Inside (The Surf Atlas menyebut sekitar 4.000 kaki) dan lebih besar daripada Inside. The Surf Atlas menilainya untuk peselancar mahir, Surf Indonesia untuk tingkat menengah, dan sumber-sumber juga berbeda soal arahnya, ke kanan atau ke kiri. Untuk pasang surut, Surf Indonesia menyebut Inside bisa diselancari di semua kondisi pasang surut dan Outside paling baik saat setengah pasang sampai pasang, sedangkan The Surf Atlas menyebut Inside bisa diselancari saat surut tetapi kurang cocok saat pasang penuh.

Wave Explorers juga menyebut Pantai Rungkang di dekat Desa Ekas sebagai tempat untuk pemula yang terlindung dari swell besar, dengan ombak yang selalu kecil. Menurut Wave Explorers, beberapa penginapan di sisi Ekas memberi kursus pemula di sana.

Gambar: Ringkasan ombak utama Teluk Ekas

Inside (di dalam teluk) Jenis Karang, pecah ke kiri dan kanan Tingkat Pemula – menengah (berbeda-beda) Pasang Semua pasang (hindari pasang penuh) Akses Biasanya dengan perahu Outside (mulut teluk) Jenis Karang di bawah tebing, lebih besar Tingkat Menengah – mahir Pasang Setengah pasang – pasang Catatan Sumber berbeda: kanan atau kiri Arus kuat saat ombak besar Pantai Rungkang (dekat Desa Ekas) Jenis Pantai terlindung dari swell besar Ombak Selalu kecil Cocok Pemula
Gambar disusun dari The Surf Atlas, Surf Indonesia, Wave Explorers, dan panduan spot selancar kami (Oktober 2026). Kondisi sangat berubah menurut swell dan pasang surut hari itu.

Ombak lebih besar pada musim kemarau (April sampai Oktober). The Surf Atlas menulis bahwa set yang lebih besar datang pada musim itu dan Outside bisa menjadi sangat besar, sedangkan Surf Indonesia menyebut puncak swell pada April sampai November, dan Rapture Surfcamps menyebut musim kemarau Mei sampai Oktober. Pada musim hujan (November sampai Maret) ombak lebih kecil dan lembut, dan The Surf Atlas menyebut musim ini lebih cocok untuk pemula dan tingkat menengah, sedangkan Rapture Surfcamps menyebutnya lebih cocok untuk pemula. Surf Indonesia menambahkan bahwa Ekas umumnya punya ombak yang bisa diselancari sepanjang tahun.

Soal keramaian, The Surf Atlas menulis bahwa perjalanan perahu dan jarak dari Kuta membatasi jumlah orang, sehingga Ekas termasuk ombak yang lebih sepi di Lombok selatan. Sebaliknya, Wave Explorers mencatat bahwa karena banyak yang datang untuk sehari, orang di air sering lebih banyak daripada yang menginap di desa.

Perjalanan sehari dari Kuta, atau menginap di sisi Ekas?

Menurut Wave Explorers, sebagian besar peselancar mengunjungi Ekas sebagai perjalanan sehari dari Kuta. Berita di Indonesia menunjukkan hal yang sama. detikBali (18 Juni 2025) memberitakan keluhan pelaku wisata di Jerowaru, Lombok Timur, bahwa “tamu di sini selalu ramai untuk berselancar, tapi di tempat kami selalu sepi menginap”, dan seorang manajer resor setempat menyebut jalan yang buruk serta penerangan yang kurang sebagai sebabnya.

Bila menginap di Kuta dan datang untuk sehari, pilihan tempat makan dan menginap jauh lebih banyak, dan sekolah selancar mudah diatur. Panduan spot selancar kami menyebut sebuah sekolah selancar di Kuta yang di situs resminya menawarkan perjalanan perahu sehari ke Ekas. Namun bila Anda pergi setiap hari, waktu dan biaya mobil serta perahu akan terus bertambah. Tentang Kuta sendiri, lihat panduan Kuta Lombok (Mandalika) kami.

Bila menginap di sisi Ekas, Anda bisa menikmati pagi dan sore yang tenang di dekat ombak. The Surf Atlas dan Surf Indonesia menyebut resor selancar di sisi Ekas yang mengantar tamu ke ombak dengan perahu, serta hotel dengan kolam renang di atas tebing. Namun tidak satu pun, berikut harganya, dapat kami pastikan lewat situs resmi, sehingga namanya tidak kami tulis di sini. Bila ingin menginap, jangan memutuskan hanya dari informasi situs pemesanan; tanyakan langsung kepada penginapan.

Jadesta milik Kementerian Pariwisata mencantumkan Desa Jerowaru di Lombok Timur (dikenal dengan mangrove dan budidaya lobster) sebagai desa wisata, beserta homestay di sana (Bale Mangrove Homestay dan Olat Homestay). Jarak dan waktu tempuh dari Desa Jerowaru ke pantai di Ekas tidak dapat kami pastikan.

Yang perlu ditanyakan kepada penginapan di sisi Ekas sebelum memesan

  • ✓Apakah bisa diantar ke ombak dengan perahu, dan apakah biayanya termasuk dalam tarif kamar
  • ✓Apakah ada antar-jemput dari bandara atau Kuta, dan kira-kira berapa lama
  • ✓Apakah menyediakan makan, atau ada tempat makan di dekatnya
  • ✓Apakah pembayaran hanya tunai, atau bisa dengan kartu
  • ✓Kondisi listrik dan air, sinyal ponsel, dan Wi-Fi
  • ✓Apakah bisa mengatur sewa papan, kursus, atau kitesurfing

Apa yang bisa dilakukan bila tidak berselancar?

Ekas bukan kawasan wisata yang ramai. Justru karena itu, ada cara tenang untuk menghabiskan hari bila Anda tidak turun ke ombak. Berikut yang dapat kami pastikan dari sumber.

Kitesurfing: Artikel perjalanan South China Morning Post (tanggal terbitnya tidak dapat kami pastikan) menyebut angin offshore bertiup stabil di Ekas pada Mei sampai Oktober, musim kemarau, dan ada sekolah kitesurfing yang membuka kursus beberapa hari. Wave Explorers juga menulis bahwa teluk dan pantai-pantai selatan disebut cocok untuk kitesurfing.

Snorkeling: Wave Explorers menyebut tur snorkeling ke taman karang di tengah teluk. Harga dan seberapa sering tur berangkat tidak dapat kami pastikan. Bila Anda kurang percaya diri berenang, tanyakan dulu apakah bisa meminjam jaket pelampung.

Melihat kehidupan desa dan budidaya ikan: Kajian Universitas Mataram menulis bahwa di pantai Desa Ekas Buana wisatawan dapat melihat pondok apung, pembuatan perahu dan sampan, serta pemotongan ikan di berugak. Surf Indonesia menyebut Anda bisa membeli ikan atau sayur dari warga di tepi air. Saat berjalan di permukiman, kenakan pakaian yang sopan dan jangan mengganggu pekerjaan nelayan.

Menjelajahi pantai dan tanjung di selatan: Travelfish (2020) menulis bahwa pantai selatan Semenanjung Ekas banyak memiliki pantai pasir putih yang bisa dicapai dengan mobil atau sepeda motor. Di antaranya, di Pantai Sungkun karang di lepas pantai menahan ombak besar, tetapi pada musim hujan perlu kendaraan 4WD. Wave Explorers juga menyarankan berkeliling pantai dan tanjung di selatan dengan sepeda motor untuk melihat matahari terbenam. Bila ingin lanjut ke Pink Beach, periksa kondisi jalannya di panduan Pink Beach kami.

Apa yang perlu diketahui sebelum berangkat?

Di Ekas, perahu dan pelaku wisata terbagi antara pantai barat (Lombok Tengah) dan pantai timur (Lombok Timur). detikBali (18 Juni 2025) memberitakan bahwa Bupati Lombok Timur meninjau perairan Ekas dengan perahu dan meminta seorang boatman yang membawa tamu dari Lombok Tengah agar tidak membawa tamu berselancar di sana kecuali tamu itu menginap di Jerowaru. Video kejadian itu viral dan menuai kritik dari anggota DPR RI dan sebuah perkumpulan pelaku wisata.

Antara (19 Desember 2025) memberitakan bahwa di Teluk Ekas sedang dibangun pos pelayanan terpadu dan dilakukan penertiban pengelolaan wisata. Aturan menyeberang dengan perahu dari Awang bisa berubah, jadi saat memesan perahu atau tur, tanyakan dulu apakah ada biaya atau aturan tersendiri di sisi Ekas. Isi aturan yang sebenarnya tidak dapat kami pastikan.

Perhatian

  • Siapkan uang tunai: Kami tidak dapat memastikan adanya tempat menarik uang di dekat Ekas. Siapkan yang Anda perlukan di Kuta atau di bandara.
  • Beli makanan dan perlengkapan di Kuta: Wave Explorers menulis bahwa di Ekas tempat makan sedikit dan tidak ada toko selancar, jadi belilah keperluan Anda di Kuta.
  • Hati-hati dengan karang: Panduan spot selancar kami memasukkan Ekas Outside ke dalam spot yang memerlukan sepatu karang. Karang menjadi dangkal saat air surut, jadi periksa tabel pasang surut sebelum turun ke air.
  • Outside saat ombak besar arusnya kuat: Wave Explorers menulis bahwa pada hari ombak besar air bergerak kuat dan mudah keluar dari posisi. Bila ini pertama kali, jangan turun sendirian; pergilah bersama pemandu.

Catatan dari Sekotong

Di Lombok, jarak di peta dan waktu perjalanan sebenarnya sering tidak sama. Seperti kami tulis di panduan Pink Beach, jalan menuju Semenanjung Ekas di beberapa ruas tidak lagi beraspal saat mendekati pantai, sehingga perjalanan lebih lama daripada kesan di peta. Pada hari ke Ekas, jangan menggabungkannya dengan kawasan lain; cukup satu kawasan sehari, supaya Anda tidak perlu terburu-buru pulang lewat jalan gelap. Saat menyewa perahu, catat jam pulang dan tempat bertemu di kertas atau pesan agar tidak salah paham.

Kekurangan Teluk Ekas, dan siapa yang cocok

Teluk Ekas bukan tempat yang bisa disinggahi sambil lalu. Bahkan dengan perahu dari Kuta, perjalanannya sekitar 1 jam sekali jalan, dan lewat darat lebih lama. Sisi Ekas memiliki sedikit toko dan fasilitas, dan informasi resmi tentang penginapan pun minim. Ombak sangat berbeda dari hari ke hari, dan Outside untuk peselancar berpengalaman. Bila Anda ingin berbelanja dan banyak pilihan tempat makan, atau ingin mengurangi waktu di jalan, menginap di Kuta Lombok lebih cocok.

Sebaliknya, Ekas layak dipertimbangkan oleh peselancar tingkat menengah yang mencari teluk yang tidak ramai, yang ingin berlatih di ombak lembut musim hujan, penggemar kitesurfing yang mencari angin musim kemarau, dan siapa saja yang senang menghabiskan hari dengan tenang memandang laut di desa nelayan.

Bila yang Anda cari adalah pesisir desa nelayan yang tenang, Sekotong di barat daya, di sisi lain pulau, juga bisa menjadi pilihan. Kami, Semelar Beach Village, menjalankan kafe pantai (SAKURA CAFE, pukul 10.00–22.00, tutup hari Senin), pasar, dan beach club bersama warga Sasak setempat di sebuah desa nelayan di Sekotong. Desa kami sekitar 1 jam 10 menit dengan mobil dari Bandara Internasional Lombok, dan sekitar 40 menit dari Pelabuhan Lembar. Tiga belas vila pribadi kami sedang dibangun, dan unit pertama direncanakan selesai pada awal 2027 (rencana per Agustus 2026). Yang saat ini bisa dipesan adalah program menginap 4 hari 3 malam sampai 6 hari 5 malam (Rp4.800.000 per orang, termasuk antar-jemput bandara, transportasi selama tinggal, pemandu, makan malam sambutan, dan pijat; tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk). Tentang kawasan ini, lihat panduan lengkap Sekotong kami.

Pertanyaan yang sering diajukan

T. Apakah bisa pergi pulang dalam sehari dari Kuta Lombok?

Bisa. Menyeberang dengan perahu dari Pelabuhan Awang memakan waktu sekitar 1 jam termasuk perjalanan darat (The Surf Atlas), dan sebagian besar peselancar yang ke Ekas datang untuk sehari. Memutar lewat darat ke pantai timur lebih lama, jadi berangkatlah pagi-pagi.

T. Apakah pemula bisa berselancar di Ekas?

Penilaian untuk Inside berkisar dari pemula sampai menengah, dan ada sumber yang menyebut pemula bisa masuk saat ombak kecil atau pada musim hujan. Wave Explorers menyebut Pantai Rungkang di dekat Desa Ekas sebagai tempat untuk pemula. Outside untuk peselancar berpengalaman. Bila Anda baru mulai, pergilah bersama sekolah selancar atau pemandu.

T. Apakah layak datang pada musim hujan?

Ombak lebih kecil dan lembut, yang disebut cocok untuk pemula dan tingkat menengah. Namun jalan yang belum diaspal mudah berlumpur setelah hujan, dan beberapa pantai di selatan Semenanjung Ekas memerlukan kendaraan 4WD (Travelfish). Angin untuk kitesurfing terutama pada musim kemarau.

T. Apakah Ekas dan Pink Beach bisa digabung?

Keduanya di Lombok tenggara, dan Pink Beach terletak di ujung Semenanjung Ekas, di sebelah timur Teluk Ekas. Namun jalan ke ujung semenanjung buruk dan lambat, jadi pisahkan dari hari berselancar dan rencanakan pada hari yang waktunya longgar.

Ringkasan

Teluk Ekas adalah teluk di Lombok tenggara, dengan Pelabuhan Awang (Lombok Tengah) di pantai barat dan sisi Ekas (Lombok Timur) di pantai timur. Anda bisa menyeberang dengan perahu dari Awang atau memutar jauh lewat darat, dan sebagian besar peselancar datang untuk sehari dari Kuta (Oktober 2026).

Ombak yang paling dikenal adalah Inside di dalam teluk dan Outside di bawah tebing; ombak lebih besar pada musim kemarau dan lebih lembut pada musim hujan. Menginap di sisi Ekas terasa tenang, tetapi toko dan fasilitas sedikit dan informasi resmi tentang penginapan minim, jadi tanyakan langsung soal perahu, makan, dan cara bayar sebelum memesan. Saat menyewa perahu, sepakati juga tarif dan jam pulang, dan tanyakan apakah ada aturan di sisi Ekas.

Baca juga

Gubuk SAKURA CAFE dan payung di pantai Sekotong

SEMELAR BEACH VILLAGE

Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal

Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.

Sumber artikel ini
  • The Surf Atlas, “The Ultimate Guide to Ekas Surf” (diperbarui Desember 2024)https://thesurfatlas.com/surfing-indonesia/ekas-surf/
  • Surf Indonesia, “Ekas Bay Surf Spots”https://www.surfindonesia.com/lombok-surf-spots/ekas-bay/
  • Wave Explorers, “Surfing Ekas Bay” (diperbarui Oktober 2022)https://waveexplorers.com/guide/indonesia/lombok/surfing-ekas-bay/
  • Rapture Surfcamps, “Important Things to Know When Surfing Ekas Bay” (Desember 2023)https://www.rapturecamps.com/blog/surf-ekas-bay
  • detikBali, “Bupati Iron Usir Boatman Bawa Tamu di Ekas, DPR hingga Pelaku Wisata Bereaksi” (18 Juni 2025)https://www.detik.com/bali/nusra/d-7970073/bupati-iron-usir-boatman-bawa-tamu-di-ekas-dpr-hingga-pelaku-wisata-bereaksi
  • Antara Megapolitan, “Saat ombak mengetuk pintu dunia” (19 Desember 2025)https://megapolitan.antaranews.com/berita/473044/saat-ombak-mengetuk-pintu-dunia
  • Permadi dkk., “Identifikasi Potensi Desa Wisata di Kecamatan Jerowaru, Lombok Timur”, Jurnal Pariwisata Terapan (2018)https://journal.ugm.ac.id/jpt/article/view/35380
  • Perwakilan BPK Provinsi NTB, kliping berita “Pelabuhan Awang Ditinggal Investor” (berita Februari 2021)https://ntb.bpk.go.id/wp-content/uploads/2021/11/LRN_-02_5-Pelabuhan-Awang-Ditinggal-Investor_PERBAIKI-FORMAT-DAN-ISI.pdf
  • Kementerian Pariwisata, Jadesta, “Desa Wisata Jerowaru”https://ntb.jadesta.com/desa/jerowaru
  • Travelfish, “Ekas” (Agustus 2020)https://www.travelfish.org/location/indonesia/west_nusa_tenggara/lombok/ekas
  • South China Morning Post, “5 places off the beaten track in Lombok”https://amp.scmp.com/magazines/post-magazine/travel/article/3240083/5-places-beaten-track-lombok-indonesia-desert-islands-eco-resort-countrys-kitesurfing-capital
  • Semelar Beach Village, “Panduan spot selancar Lombok”, “Panduan Pink Beach Lombok”https://semelarvillage.com/id/lombok-surf-spots-guide-id/
よかったらシェアしてね!
  • URLをコピーしました!
  • URLをコピーしました!
Perahu dan seseorang di pantai pada pagi keliling pulau

SEMELAR BEACH VILLAGE

Menginap di tepi laut Sekotong, Lombok

Sekitar 1 jam 10 menit bermobil dari Bandara Internasional Lombok. Program menginap mulai 3 malam dengan keliling pulau naik perahu warga, bisa dipesan sekarang. Vila dibuka bertahap mulai awal 2027.

この記事を書いた人

Daftar isi