“Saya ingin makan makanan laut di Lombok, tapi tidak tahu harus ke mana.” Apakah wisatawan boleh masuk ke pasar ikan? Bagaimana cara memesan ikan bakar, dan kira-kira berapa harganya? Semakin ingin menikmati hasil laut selama berada di Lombok, semakin sering pertanyaan-pertanyaan ini muncul. Jawaban singkatnya: makanan laut di Lombok berpusat pada “ikan bakar” yang dipanggang di atas arang, kebanyakan warung seafood menjual dengan sistem pilih ikan lalu harga ditentukan dari beratnya, dan pasar ikan yang paling mudah dikunjungi wisatawan adalah Pasar Kebon Roek di dekat Mataram.
Artikel ini hanya disusun berdasarkan situs resmi, media lokal, dan berita yang benar-benar bisa kami buka dan periksa isinya, seputar masakan khas Lombok dan pasar ikan. Informasi publik mengenai harga pasti dan jam buka masing-masing warung masih terbatas, sehingga kami hanya mencantumkan yang bisa dipastikan. Angka yang berupa rentang tetap kami tulis sebagai rentang, dan hal yang tidak bisa dipastikan kami tulis dengan jelas sebagai “tidak dapat dipastikan”.
Gambaran umum masakan Lombok serta hidangan khas seperti ayam taliwang dibahas di Hidangan Khas Lombok, sedangkan soal tingkat kepedasan, kebersihan, dan biaya makan dibahas di Panduan Kuliner Lombok. Agar tidak tumpang tindih, artikel ini fokus khusus pada makanan laut dan pasar ikan.
Artikel ini ditulis untuk Anda yang menginap di kawasan pesisir seperti Sekotong dan ingin menikmati makanan laut, serta Anda yang tertarik dengan pasar ikan — baik yang sudah pernah mencicipi makanan laut Indonesia maupun yang baru pertama kali.
Informasi per September 2026
Yang akan Anda ketahui dari artikel ini
- ✓Hidangan makanan laut khas Lombok dan jenis-jenis sambal pendampingnya
- ✓Cara memesan di warung ikan bakar (pilih ikan → harga sesuai berat → pilih cara masak dan sambal)
- ✓Pasar ikan yang mudah dikunjungi wisatawan, dan hal yang perlu diperhatikan saat berkunjung
- ✓Catatan kebersihan, serta status halal dan minuman beralkohol
- ✓Pilihan tempat makan hasil laut di sekitar Sekotong, dan cara pembayarannya
Kesimpulan
Per September 2026, makanan laut di Lombok berpusat pada “ikan bakar” yang dipanggang di atas arang, dan banyak warung menawarkan beberapa pilihan sambal seperti sambal plecing dan sambal matah. Kebanyakan warung seafood menerapkan sistem pilih ikan lalu harga ditentukan dari beratnya, tetapi kisaran harga pastinya berbeda cukup jauh antar warung dan wilayah, sehingga kami tidak dapat memastikan adanya harga yang seragam. Untuk pasar ikan, Pasar Kebon Roek di dekat Mataram adalah pasar yang paling mudah dikunjungi wisatawan. Pembayaran pada dasarnya menggunakan uang tunai.
Di mana dan apa saja makanan laut yang bisa dinikmati di Lombok?
Jika membicarakan makanan laut di Lombok, yang pertama kali muncul biasanya “ikan bakar” yang dipanggang di atas arang. Ikan dilumuri bumbu pasta terlebih dahulu, lalu dipanggang di atas arang sambil terus diolesi kecap manis atau minyak kelapa. Cara memasak ini ditemukan di berbagai daerah di Indonesia, namun sambal pendampingnya berbeda-beda menurut daerah.
Ada beberapa jenis sambal yang biasa ditemui. “Sambal plecing” — cabai, bawang merah, bawang putih, cabai rawit, kemiri, jeruk purut, dan terasi yang dihaluskan bersama — adalah sambal dingin yang juga dipakai untuk plecing kangkung. “Sambal matah” yang hanya berisi bawang merah, sereh, dan cabai mentah yang dicincang aslinya berasal dari Bali, namun kini sudah menjadi menu standar di warung-warung Lombok.
“Sambal terasi” yang dibuat dari terasi sangrai (atau dibakar) dicampur cabai dan jeruk nipis biasanya dimakan bersama nasi. Lombok juga punya sambal khasnya sendiri, yaitu “sambal taliwang” yang memakai cabai sangat pedas hasil budidaya lokal bernama “naga jolokia”, dikenal karena tingkat kepedasannya.
Gambar: Jenis-jenis sambal utama
Selain ikan, cumi, udang, dan kerang juga menjadi makanan laut andalan di sini. Selain dibakar dengan arang, ditumis dengan sambal juga cara memasak yang umum. Hidangan khas Lombok secara umum dibahas di artikel terpisah, silakan dibaca juga.
Cara memesan ikan bakar: memilih ikan, harga ditentukan dari berat
Di warung khusus seafood, cara yang umum adalah memilih sendiri hasil laut yang tersusun di atas es atau di dalam akuarium, lalu ditimbang untuk menentukan harganya. Karena harga berubah tergantung jenis dan berat ikan, sebaiknya jangan menilai hanya dari tampilan — tanyakan harganya kepada pelayan sebelum memesan agar lebih tenang.
Setelah memilih ikan, banyak warung yang membiarkan Anda memilih cara masak (dibakar atau digoreng) serta jenis sambal pendampingnya. Salah satu warung di kawasan Senggigi pernah disebutkan mematok harga sekitar Rp30.000–50.000 per porsi, tetapi ini hanya contoh dari satu warung saja, dan kami tidak dapat memastikan adanya harga standar yang berlaku di seluruh Lombok. Lebih realistis untuk menganggap bahwa harga bisa sangat berbeda tergantung jenis ikan, berat, dan warungnya.
Gambar: Cara memesan di warung sistem timbang
Apakah warung di sekitar Sekotong bersedia memasak ikan yang Anda pancing sendiri berbeda-beda tergantung tempatnya. Soal memancing sendiri dibahas lebih lengkap di Panduan Memancing Sekotong.
Apakah wisatawan bisa mengunjungi pasar ikan? Tanjung Luar dan Kebon Roek
Di Desa Tanjung Luar, Lombok Timur, terdapat pasar yang dianggap sebagai salah satu pusat perdagangan hiu terbesar di Indonesia. Hiu hasil tangkapan kapal nelayan dijual dengan harga sekitar Rp600.000–1.000.000 per ekor, lalu diolah di Desa Lembuk yang ada di pedalaman menjadi abon ikan, dendeng, hingga kerupuk ikan, yang kemudian dijual di sekitar Lombok Timur. Bagi nelayan setempat, ini disebut sebagai mata pencaharian yang diwariskan lintas generasi, dan ada kesaksian dari sebagian nelayan bahwa spesies yang dilindungi undang-undang seperti hiu paus tidak ditangkap, juga karena alasan kepercayaan setempat.
Di sisi lain, populasi hiu dan pari di seluruh dunia terus menurun, dan beberapa penelitian melaporkan adanya perbedaan besar antara jumlah tangkapan yang dilaporkan Indonesia dengan jumlah ekspor yang dideklarasikan. Pari manta dan ikan gergaji juga termasuk spesies yang dilindungi undang-undang di Indonesia, namun sejumlah laporan menyebutkan bahwa spesies-spesies ini pernah diperdagangkan di Tanjung Luar. Laporan lain menyebutkan bahwa banyak hiu yang didaratkan masih berupa individu yang belum dewasa.
Ada laporan bahwa wisatawan asing yang berkunjung bisa memotret tanpa masalah, namun organisasi konservasi laut setempat memosisikan kunjungan ke pasar ini sebagai kunjungan observasi atau peliputan untuk memahami kondisi nyata perikanan hiu, bukan sebagai tujuan wisata umum. Artikel ini pun tidak merekomendasikan Tanjung Luar sebagai tempat wisata. Tanjung Luar terletak di Lombok Timur, dan perjalanan pulang-pergi dalam sehari dari Sekotong pun cukup jauh.
Pasar ikan yang lebih mudah dikunjungi wisatawan adalah “Pasar Kebon Roek” di Ampenan, kota pelabuhan lama yang berdekatan dengan Mataram. Bangunan berlantai empat ini adalah pasar untuk kebutuhan sehari-hari warga setempat, menjual sayuran, hasil laut seperti ikan, udang, dan cumi, ayam yang sudah diolah, hingga arang dan tusuk sate untuk memanggang. Pasar ini juga diperkenalkan sebagai tempat kunjungan wisatawan, tetapi kondisi kebersihannya sederhana, jadi disarankan memakai alas kaki yang nyaman untuk berjalan.
Kebersihan, kondisi perut, dan ikan mentah/sashimi
Prinsip dasar kebersihan di sini sama seperti yang dibahas di Panduan Kuliner Lombok: mengutamakan makanan yang sudah dimasak, es dari tempat yang terpercaya, dan air mineral botol yang masih tersegel — prinsip ini juga berlaku untuk makanan laut. Hasil laut khususnya cepat menurun kesegarannya, jadi memilih warung yang memasak (membakar atau menggoreng) di depan mata Anda akan lebih menenangkan.
Sejauh yang bisa kami pastikan, makanan laut di warung-warung Lombok umumnya dimasak matang — dibakar atau digoreng — dan kami tidak menemukan penyajian seperti sashimi yang mengandalkan makanan mentah sebagai menu standar. Jika Anda ingin makan hasil laut mentah, silakan periksa sendiri standar kebersihan tempat tersebut.
Sebagai contoh khusus, dalam video YouTube tim kami (dipublikasikan Februari 2026), pada sebuah lomba memancing lokal yang diadakan di Sekotong, ditampilkan seorang koki yang datang dari Jepang mengolah ikan hasil pancingan menjadi sashimi, dan sebagian warga lokal yang ikut mengaku baru pertama kali mencoba sashimi. Ikan yang dijadikan sashimi disebut warga setempat sebagai “kerapu merah” — dalam bahasa Indonesia, “kerapu” adalah istilah umum untuk ikan dari famili kerapu (Serranidae), sehingga kerapu merah tampaknya merupakan salah satu jenis kerapu. Ini hanyalah satu momen dalam sebuah lomba memancing, bukan berarti sashimi umum tersedia di warung-warung Lombok (video).
Status halal, minuman beralkohol, dan pilihan makan hasil laut di sekitar Sekotong
Nusa Tenggara Barat, provinsi tempat Lombok berada, mayoritas penduduknya beragama Islam, sehingga warung seafood pada dasarnya halal. Hampir tidak ada menu yang memakai daging babi. Ketersediaan minuman beralkohol tidak sebebas di Bali, dan hanya sebagian tempat yang menyediakannya. Penjelasan lebih rinci soal halal dan minuman beralkohol dibahas di Panduan Kuliner Lombok.
Di sekitar Sekotong juga terdapat warung dan pedagang kaki lima lokal yang tersebar di sepanjang pantai. Salah satu media lokal memperkenalkan Pantai Sekotong sebagai destinasi wisata bersama aktivitas seperti snorkeling, namun nama menu, jam buka, dan harga di pedagang kaki lima tersebut belum bisa kami pastikan. Sama seperti ikan bakar dan sambal yang telah dibahas, kemungkinan besar menunya berpusat pada masakan khas yang cenderung pedas.
Sebagai pilihan tempat menginap, Sakura Cafe di pantai milik kami sendiri, Semelar Beach Village, buka pukul 10.00–22.00 (tutup hari Senin). Pada November 2026, direncanakan pembukaan restoran di area kami serta mulai beroperasinya kayak (tujuh unit), sehingga pilihan makan ke depannya akan semakin banyak.
Cara pembayaran dan perkiraan biaya
Pembayaran di warung seafood pada dasarnya menggunakan uang tunai. Pembayaran sistem timbang sering menghasilkan angka yang tidak bulat, dan sebagian warung tidak memiliki kembalian untuk uang pecahan besar, jadi membawa beberapa lembar uang pecahan kecil akan membuat pembayaran lebih lancar. Cara menukar uang, memakai ATM, dan mengumpulkan uang pecahan kecil dibahas lebih rinci di Panduan Uang dan Pembayaran di Lombok.
Sejauh yang bisa kami kumpulkan, informasi mengenai harga warung seafood di Lombok belum cukup untuk dibandingkan secara menyeluruh. Mengingat harga bisa sangat berbeda tergantung jenis ikan, berat, dan wilayah (dekat tempat wisata atau untuk warga lokal), sebaiknya konfirmasikan dulu cara perhitungan (apakah harga per jenis ikan sudah termasuk biaya masak dan sambal, atau terpisah) sebelum memesan, agar Anda tidak kaget dengan total tagihan.
Catatan dari Sekotong
Jika bingung memilih warung seafood, salah satu patokannya adalah melihat bagaimana ikan-ikan itu ditata. Warung yang menata ikan dengan rapi di atas es, dan yang pelayannya langsung menjelaskan berat serta harga di tempat, cenderung lebih jarang menimbulkan masalah saat membayar. Sebaliknya, jika proses memasak sudah dimulai sebelum harga dijelaskan dengan jelas, ada baiknya membiasakan diri memeriksa rincian tagihan untuk memastikan tidak ada tambahan yang tidak Anda pesan.
Jujur saja, kami tidak menyarankan datang ke Lombok hanya demi makanan laut
Jujur saja, Lombok bukan tempat yang serba cocok bagi Anda yang mencari makanan laut kelas berat. Belum ada penerbangan langsung internasional ke Lombok bagi sebagian besar wisatawan, sehingga kebanyakan harus transit lewat Bali atau Jakarta, yang menambah waktu dan biaya perjalanan. Harga dan jam buka masing-masing warung belum tersusun rapi secara daring untuk dibandingkan sebelumnya, sehingga banyak hal yang baru diketahui setelah tiba di lokasi.
Pasar ikan pun bisa terasa kurang memuaskan bagi Anda yang membayangkan tempat serapi supermarket — pasar umum seperti Kebon Roek kondisi kebersihannya masih sederhana.
Meski begitu, ada daya tarik tersendiri yang tidak dimiliki buffet bergaya wisata: cita rasa sederhana ikan bakar dengan sambal khas setempat, serta pasar ikan yang memperlihatkan keseharian sebagai kampung nelayan. Cocok bagi Anda yang ingin merasakan langsung budaya kuliner setempat, atau yang ingin mencoba menyantap ikan hasil pancingan sendiri.
Tanya Jawab
T. Apakah ikan bakar pedas?
Sambal pendampingnya pada dasarnya pedas. Jika ingin mengurangi tingkat kepedasan, coba tanyakan kepada pelayan apakah bisa dibuat tidak terlalu pedas atau sambalnya dipisah.
T. Apakah siapa saja boleh mengunjungi pasar ikan? Apakah boleh memotret?
Pasar umum seperti Kebon Roek mudah dikunjungi wisatawan, dan ada laporan bahwa memotret di sana tidak menjadi masalah besar. Untuk Tanjung Luar di Lombok Timur, seperti dijelaskan pada bagian “pasar ikan” di atas, kami tidak merekomendasikannya sebagai tujuan wisata.
T. Apakah ada pasar ikan di Sekotong sendiri?
Kami tidak menemukan adanya pasar ikan berskala besar di Sekotong yang diperkenalkan khusus untuk wisatawan. Sekotong adalah kampung nelayan, jadi Anda mungkin akan melihat pendaratan ikan skala kecil untuk kebutuhan warga setempat, tetapi bukan pasar seluas Tanjung Luar atau Kebon Roek.
T. Apakah bisa makan hasil laut mentah (seperti sashimi)?
Sejauh yang bisa kami pastikan, makanan laut di Lombok umumnya dimasak matang, baik dibakar maupun digoreng. Kami tidak menemukan penyajian mentah sebagai standar, jadi jika ingin makan hasil laut mentah, periksa sendiri standar kebersihan tempatnya.
T. Apakah warung seafood menerima kartu kredit?
Warung seafood sistem timbang atau warung lokal pada dasarnya hanya menerima tunai. Ada juga restoran kelas menengah ke atas yang menerima kartu, tetapi jika ingin memastikan, sebaiknya tanyakan langsung ke tempatnya terlebih dahulu.
Kesimpulan
Makanan laut di Lombok berpusat pada “ikan bakar” yang dipanggang di atas arang, dengan pilihan beberapa sambal seperti sambal plecing dan sambal matah. Kebanyakan warung menerapkan sistem pilih ikan lalu harga ditentukan dari beratnya, tetapi kisaran harga pastinya berbeda cukup jauh antar warung dan wilayah, sehingga kami tidak dapat memastikan adanya harga yang seragam.
Untuk pasar ikan, Pasar Kebon Roek di dekat Mataram adalah pasar yang paling mudah dikunjungi wisatawan.
Pembayaran pada dasarnya menggunakan uang tunai, dan membawa uang pecahan kecil akan membuat proses pembayaran lebih lancar. Di akhir artikel ini ada video lomba memancing di Lombok yang direkam oleh tim kami.
Tonton video: Lomba memancing di laut Lombok
Baca juga
- Hidangan Khas LombokPenjelasan lebih lengkap tentang hidangan khas selain makanan laut, seperti ayam taliwang
- Panduan Kuliner LombokMembahas tingkat kepedasan, kebersihan, halal, dan biaya makan secara umum
- Panduan Memancing SekotongBagi Anda yang ingin mencoba memancing sendiri — cara mengatur dan perkiraan biayanya

SEMELAR BEACH VILLAGE
Menginaplah di Sekotong, desa tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, jelajahi pesisir dengan perahu nelayan setempat, dan nikmati matahari terbenam di Sakura Cafe.
Sumber informasi artikel ini
- Wikipedia “Ikan bakar” (cara memasak dan perbedaan sambal antar daerah)https://en.wikipedia.org/wiki/Ikan_bakar
- Wikipedia “Plecing kangkung” (bahan sambal plecing dan hubungannya dengan Lombok-Bali)https://en.wikipedia.org/wiki/Plecing_kangkung
- Wikipedia “Sambal” (bahan dan kegunaan sambal matah dan sambal terasi)https://en.wikipedia.org/wiki/Sambal
- Mongabay “Photos: A shark meat processing village and market in Indonesia’s Lombok” (skala, harga, dan pusat pengolahan perdagangan hiu di Tanjung Luar)https://news.mongabay.com/custom-story/2026/04/photos-a-shark-meat-processing-village-and-market-in-indonesias-lombok/
- Oceanographic Magazine “Tanjung Luar: An unconventional destination” (kondisi pasar dan izin memotret)https://oceanographicmagazine.com/features/tanjung-luar-fish-market-lombok/
- Gili Shark Conservation “Our trip to the Tanjung Luar Fish Market in Lombok, Indonesia” (jam kunjungan, jenis ikan, dan posisi organisasi konservasi)https://www.gilisharkconservation.com/our-trip-to-the-tanjung-luar-fish-market-in-lombok-indonesia/
- Scuba Diving “Sharks and Mantas Hunted Illegally in Indonesia’s Tanjung Luar Fishery” (status hukum pari manta dan ikan gergaji, serta laporan perdagangannya)https://www.scubadiving.com/photos/sharks-and-mantas-hunted-illegally-indonesias-tanjung-luar-fishery
- My Guide Lombok and Gilis “Kebon Roek Market” (struktur pasar, barang yang dijual, dan kunjungan wisatawan)https://www.myguidelombokandgilis.com/travel-articles/kebon-roek-market
- Viva NTT “Snorkeling, Paddle Board, hingga Kuliner Pedas! Serunya Wisata Lengkap di Pantai Sekotong” (Pantai Sekotong sebagai destinasi wisata)https://ntt.viva.co.id/kuliner-wisata/1923-snorkeling-paddle-board-hingga-kuliner-pedas-serunya-wisata-lengkap-di-pantai-sekotong
- Kapanlagi “Recommended! 4 Warung Ikan Bakar Populer di Lombok” (contoh kisaran harga di satu warung)https://plus.kapanlagi.com/recommended-4-warung-ikan-bakar-populer-di-lombok-ini-sajikan-rasa-yang-enak-dan-yahud-banget-57ce77.html
- Kanal YouTube tim kami “Membangun Kota di Lombok” (adegan sashimi di lomba memancing, sebutan “kerapu merah”)https://youtu.be/O1C98-KZLjg
- Wikipedia (bahasa Indonesia) “Kerapu” (kerapu sebagai istilah umum untuk ikan famili Serranidae)https://id.wikipedia.org/wiki/Kerapu
