“Saya dengar Lombok pernah mengalami gempa besar pada 2018, apakah sekarang aman untuk dikunjungi?” “Kalau menginap dekat laut lalu ada peringatan tsunami, apa yang harus dilakukan?” Ketika mulai mempertimbangkan perjalanan ke Lombok atau Sekotong, tidak sedikit orang yang merasakan kekhawatiran semacam ini.
Singkatnya, per September 2026 Lombok tidak termasuk wilayah dengan status peringatan tinggi dan bukan daerah yang perlu dihindari untuk dikunjungi. Namun, risiko gempa dan tsunami itu sendiri tidak pernah benar-benar hilang, dan karena Anda akan menginap di tempat yang dekat dengan laut, ada baiknya mengetahui persiapan dasar.
Artikel ini merangkum skala dan kerusakan akibat gempa yang benar-benar terjadi di Lombok pada Juli–Agustus 2018, kondisi setelahnya, dasar-dasar mengapa gempa dan tsunami terjadi di Indonesia, serta persiapan praktis bagi wisatawan — berdasarkan informasi yang benar-benar dapat diverifikasi dari lembaga resmi, Wikipedia, dan pemberitaan setempat. Karena angka berbeda-beda tergantung sumber, kami menggunakan kata “sekitar” dan “kira-kira”, dan menyatakan dengan jelas jika suatu hal tidak dapat dipastikan.
Informasi utama mengenai proses pemulihan itu sendiri secara rinci, atau kondisi terkini wilayah yang paling terdampak, cukup terbatas pada saat artikel ini disusun per September 2026. Kami menghindari melebih-lebihkan risiko, tetapi juga menghindari klaim tegas bahwa “semuanya sudah sepenuhnya pulih” — kami hanya menuliskan hal-hal yang dapat diverifikasi.
Artikel ini ditujukan bagi siapa pun yang mempertimbangkan perjalanan ke Lombok — khususnya wilayah barat daya di sekitar Sekotong — dan ingin memahami risiko gempa serta tsunami secara cukup akurat sebelum memutuskan. Penjelasan dimulai dari dasar-dasarnya, baik bagi Anda yang sudah terbiasa dengan gempa maupun belum.
Informasi per September 2026
Yang akan Anda pelajari di artikel ini
- ✓Skala dan kerusakan akibat gempa yang terjadi di Lombok pada Juli–Agustus 2018
- ✓Kondisi yang diketahui sejak saat itu, per September 2026
- ✓Dasar-dasar mengapa gempa dan tsunami terjadi di sekitar Lombok
- ✓Apa yang harus dilakukan saat merasakan guncangan, aplikasi peringatan BMKG, dan persiapan lain bagi wisatawan
- ✓Kontur wilayah Sekotong dan hal yang perlu diperiksa saat memilih penginapan
Kesimpulan
Per September 2026, Lombok (Nusa Tenggara Barat) bukan wilayah yang perlu dihindari untuk dikunjungi. Di sisi lain, merupakan fakta bahwa pada Juli–Agustus 2018 terjadi serangkaian gempa berkekuatan magnitudo 6–7 yang menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan kerusakan rumah yang luas. Bagi siapa pun yang menginap di tempat yang dekat dengan laut, persiapan yang realistis adalah mengetahui jalur evakuasi penginapan dan memahami prinsip dasar: jika merasakan guncangan kuat, segera menuju tempat yang lebih tinggi tanpa menunggu peringatan resmi.
Apa yang terjadi di Lombok pada Juli–Agustus 2018
Pada pagi hari 29 Juli 2018, gempa berkekuatan magnitudo 6,4 (Mw) mengguncang Lombok dan menewaskan 20 orang. Ini menjadi awal dari serangkaian gempa, dan sekitar seminggu kemudian, pada 5 Agustus, terjadi gempa yang jauh lebih besar.
Gempa 5 Agustus terjadi sekitar pukul 19.46 waktu setempat. Kekuatannya menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS) adalah magnitudo 6,9 (Mw), sedangkan menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) magnitudo 7,0. Kedalaman pusat gempa juga berbeda antar lembaga: USGS mencatat 34 km, sementara BMKG mencatat 15 km.
Pusat gempa berada pada Sesar Naik Busur Belakang Flores, sebuah sesar naik dangkal yang membentang di bawah sisi utara Lombok, bagian dari batas tempat Lempeng Australia menunjam ke bawah Lempeng Sunda.
Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Lombok Utara, dengan lebih dari 80% bangunan dilaporkan rusak atau hancur. Sekitar 42.239 rumah dan 458 sekolah terdampak, dan lebih dari 410.000 orang harus mengungsi. Kerugian ekonomi awalnya diperkirakan sekitar Rp5 triliun, kemudian direvisi menjadi sekitar Rp8,8 triliun (sekitar US$607 juta), menurut Wikipedia bahasa Inggris.
Gempa susulan lain terjadi pada 19 Agustus. Dari rangkaian gempa sepanjang Agustus tersebut, jumlah korban jiwa melampaui 500 orang, dengan Wikipedia bahasa Inggris mencatat angka 563 orang.
Diagram: Korban jiwa gempa Lombok 2018
Segera setelah gempa 5 Agustus, BMKG mengeluarkan peringatan dini tsunami dengan perkiraan tinggi gelombang hingga sekitar 50 cm. Tinggi gelombang yang benar-benar teramati sebagian besar berada di bawah puluhan sentimeter (13,5 cm di Karang, misalnya), meski di Kayangan tercatat gelombang setinggi sekitar 2 m. Peringatan tersebut kemudian dicabut, tetapi evakuasi panik di wilayah pesisir sempat tercatat segera setelah peringatan dikeluarkan.
Bagaimana Lombok dipandang saat ini, dari sudut pandang kegempaan
Per September 2026, Lombok dan Nusa Tenggara Barat secara umum tidak berada dalam kondisi darurat kegempaan, dan aktivitas pariwisata berjalan seperti biasa. Meski demikian, wisatawan tetap disarankan memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah setempat sebelum dan selama perjalanan, mengingat wilayah ini tetap berada di kawasan yang secara geologis aktif.
Pemberitaan setempat sekitar Februari 2019 — kira-kira enam bulan setelah gempa — menyebutkan sekitar 90% hotel dan restoran di wilayah terdampak telah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi. Namun, ini adalah informasi dari tahun 2019, dan hingga artikel ini ditulis pada September 2026, kami tidak menemukan sumber utama yang memastikan kondisi pemulihan secara rinci saat ini (seperti tingkat pembangunan kembali rumah, atau perbedaan antarwilayah). Kami menghindari klaim tegas bahwa “semuanya sudah sepenuhnya pulih”, dan hanya menuliskan hal-hal yang dapat diverifikasi.
Ini bukan berarti gempa tidak akan pernah terjadi lagi. Lombok, seperti wilayah Indonesia lainnya, berada di titik pertemuan beberapa lempeng tektonik, dan hal itu tidak berubah — bagian selanjutnya menjelaskan dasar-dasarnya secara singkat.
Mengapa gempa dan tsunami terjadi di sekitar Lombok
Indonesia berada di titik pertemuan beberapa lempeng tektonik — di antaranya Lempeng Australia, Lempeng Eurasia (Sunda), dan Lempeng Pasifik — sehingga menjadikannya salah satu negara dengan aktivitas gempa yang cukup tinggi di dunia. Di sekitar Lombok, Lempeng Australia yang berada di dasar laut menunjam ke bawah Lempeng Sunda, dan gempa terjadi ketika tekanan yang terkumpul di sepanjang batas tersebut tiba-tiba terlepas. Rangkaian gempa 2018 disebabkan oleh pergerakan sesar naik dangkal di sisi utara pulau, yaitu Sesar Naik Busur Belakang Flores.
Tsunami bukan disebabkan oleh gempa itu sendiri, melainkan oleh deformasi mendadak pada dasar laut atau kontur pesisir akibat gempa, yang mendorong naik sejumlah besar air laut. Tidak setiap gempa memicu tsunami, tetapi kemungkinannya meningkat jika pusat gempa dangkal dan dekat dengan pesisir. Pada gempa 5 Agustus 2018, BMKG mengeluarkan peringatan untuk gelombang hingga sekitar 50 cm, dan gelombang yang teramati di berbagai lokasi berkisar dari puluhan sentimeter hingga sekitar 2 m.
Persiapan bagi wisatawan
Anda tidak memerlukan persiapan khusus untuk berwisata ke sini, tetapi karena akan menginap di tempat yang dekat dengan laut, ada persiapan minimal yang sebaiknya diketahui. Langkah pertama: begitu check-in, luangkan waktu untuk memeriksa jalur evakuasi dari kamar dan area penginapan, serta mengenali lokasi tempat tinggi atau lantai atas terdekat yang bisa dicapai dengan berjalan kaki. Ada baiknya juga membaca poin-poin keamanan umum sebelum berangkat, yang dibahas secara terpisah dalam panduan keamanan Lombok kami, agar sudah Anda pahami sebelum tiba.
Jika Anda merasakan guncangan kuat — atau guncangan yang lemah tetapi berlangsung cukup lama — dan berada di pesisir atau dataran rendah, prinsip dasar yang berlaku umum dalam panduan evakuasi tsunami di berbagai negara adalah: segera bergerak menuju tempat yang lebih tinggi sejauh yang Anda mampu, tanpa menunggu peringatan resmi dikeluarkan. Memeriksa keadaan sekitar sejak guncangan masih berlangsung lebih membantu daripada baru bergerak tergesa-gesa setelah guncangan berhenti.
Diagram: Yang harus dilakukan saat merasakan guncangan kuat
BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) mengoperasikan sistem peringatan dini gempa dan tsunami bernama InaTEWS, yang mempublikasikan informasi gempa bermagnitudo 5 ke atas dan peringatan tsunami di situs resminya. Aplikasi resminya, “WRS-BMKG,” juga dapat mengirimkan notifikasi sesuai wilayah dan kekuatan gempa. Aplikasi ini mendukung beberapa bahasa, sehingga memasangnya sebelum bepergian memudahkan Anda memantau informasi yang mendekati sumber utama di lapangan.
Untuk asuransi perjalanan, ada baiknya memeriksa sebelum berangkat apakah polis Anda mencakup cedera akibat bencana alam, serta biaya evakuasi atau rujukan darurat. Informasi lebih lanjut tentang asuransi dan fasilitas rumah sakit dibahas dalam panduan rumah sakit dan asuransi di Lombok kami.
Daftar periksa sebelum berangkat
- ✓Sudah memasang aplikasi resmi BMKG (WRS-BMKG)
- ✓Sudah memeriksa apakah asuransi perjalanan Anda mencakup cedera akibat bencana alam dan evakuasi darurat
- ✓Berencana memeriksa jalur evakuasi dan lokasi tempat tinggi penginapan saat check-in
Kontur wilayah Sekotong yang perlu diketahui
Wilayah Sekotong di barat daya Lombok dicirikan oleh teluk-teluk tenang berpantai pasir putih, dengan perbukitan hijau yang berjajar di belakangnya. Sebagian besar desa, hotel, dan vila di tepi pantai berada di dataran rendah sepanjang pesisir, tetapi jika sedikit masuk ke arah daratan, kontur berbukit-bukit segera terlihat. Simak informasi lebih lengkap tentang wilayah ini di panduan lengkap Sekotong kami.
Dari sudut pandang evakuasi tsunami, kontur ini berarti “menjauh dari laut” bukan satu-satunya pilihan — “naik ke tempat tinggi” juga secara realistis tersedia. Saat memilih penginapan, atau saat check-in, ada baiknya menanyakan kepada staf (atau memeriksa peta) ke arah mana dan kira-kira seberapa jauh perlu berjalan dari pesisir untuk mencapai tempat tinggi — mengetahui hal ini sebelumnya akan memudahkan Anda bertindak dengan tenang jika suatu saat diperlukan.
Catatan dari Sekotong
Wilayah barat daya Lombok, termasuk Sekotong, memiliki dataran pesisir yang letaknya dekat dengan perbukitan di pedalaman. Saat memilih penginapan, ada baiknya memeriksa bukan hanya “seberapa jauh dari laut”, tetapi juga “seberapa jauh berjalan kaki ke tempat tinggi”. Gempa dan tsunami juga cenderung baru dibicarakan lagi setelah lama dilupakan — tetapi dengan memperlakukan persiapan sebelum bepergian sebagai salah satu item dalam daftar periksa, sama seperti cuaca atau kondisi kesehatan, Anda tidak akan panik pada saat dibutuhkan.
Di balik risiko gempa dan tsunami, ada tempat bernama Sekotong
Terus terang, Lombok, seperti wilayah Indonesia lainnya, berada di kawasan yang rawan gempa, dan risiko itu tidak akan pernah benar-benar hilang. Tidak ada jaminan bahwa gempa sebesar tahun 2018 tidak akan terjadi lagi, dan wajar jika masih ada sedikit kekhawatiran ketika menginap di tempat yang dekat dengan laut.
Meski demikian, mengingat per September 2026 wilayah ini tidak berada dalam status darurat kegempaan, dan mengingat Indonesia secara keseluruhan memang berada di kawasan rawan gempa, pandangan yang realistis adalah bahwa risiko gempa dan tsunami saja bukan alasan untuk menghindari Lombok. Yang penting bukan pergi tanpa mengetahui risikonya, melainkan pergi setelah mengetahuinya dan melakukan persiapan dasar.
Meski sudah melakukan persiapan, bagi yang tetap merasa “menginap dekat laut membuat saya sangat khawatir”, tempat ini bukan sesuatu yang perlu dipaksakan. Namun, bagi yang sudah memahami dasar-dasar persiapan dan tertarik dengan ketenangan desa nelayan serta laut Gili Selatan, Sekotong bisa menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Apakah aman bepergian ke Lombok pada 2026?
Per September 2026, Lombok (Nusa Tenggara Barat) tidak berada dalam status darurat kegempaan dan bukan wilayah yang perlu dihindari. Namun, risiko gempa itu sendiri tidak pernah hilang sepenuhnya, sehingga ada baiknya mengetahui persiapan dasar yang dibahas dalam artikel ini.
T. Apa yang harus dilakukan pertama kali saat merasakan guncangan?
Pertama, lindungi diri dari benda yang jatuh dan tunggu guncangan reda. Jika Anda berada di pesisir atau dataran rendah dan merasakan guncangan kuat, atau guncangan yang berlangsung cukup lama, prinsip dasarnya adalah segera menuju tempat tinggi atau lantai atas sejauh yang Anda mampu, tanpa menunggu peringatan resmi tsunami. Ikuti juga arahan staf penginapan.
T. Apakah penginapan di Sekotong dibangun dengan konstruksi tahan gempa?
Ini bukan informasi yang bisa dipastikan secara seragam untuk setiap penginapan dalam artikel ini. Jika Anda khawatir, sebaiknya hubungi langsung masing-masing penginapan sebelum memesan. Artikel ini membahas prinsip evakuasi berdasarkan kontur wilayah, serta informasi persiapan umum dari lembaga resmi.
T. Apakah pariwisata Lombok sudah pulih sejak gempa 2018?
Pemberitaan setempat sekitar Februari 2019 menyebutkan sekitar 90% hotel dan restoran di wilayah terdampak telah selesai diperbaiki dan kembali beroperasi. Kami tidak menemukan sumber utama yang memastikan kondisi pemulihan secara rinci per September 2026, sehingga kami menghindari klaim tegas — jika ini penting bagi Anda, sebaiknya periksa langsung ke penginapan atau sumber informasi setempat terkini.
Sebagai gambaran dari pengalaman satu pelaku usaha di lapangan: dalam video yang dipublikasikan di kanal YouTube tim pengelola pada Juni 2025, Hiroki Nakamura mengenang bahwa setelah gempa pada Juli–Agustus, kondisi mulai sedikit tenang beberapa bulan kemudian sehingga usahanya bisa dibuka kembali, dan bahwa bantuan pemulihan setempat menjadi prioritas segera setelah kejadian (video). Staf dari perusahaan yang sama juga menceritakan masa setelah gempa, saat pandemi, ketika penghasilan mereka sempat terhenti dan mereka mencari nafkah dengan menjadi pengemudi ojek online (video); video yang dipublikasikan pada Maret 2026 menyebutkan bahwa saat itu hotel-hotel dijual dengan harga murah tetapi kini sudah pulih, serta bahwa jalan dan jaringan listrik di Sekotong kemudian dibangun melalui program yang dipimpin pemerintah (video). Kesaksian-kesaksian individu semacam ini tidak dapat menggantikan data statistik utama mengenai pemulihan secara keseluruhan.
Rangkuman
Antara Juli dan Agustus 2018, serangkaian gempa berkekuatan magnitudo 6–7 mengguncang Lombok, menewaskan lebih dari 500 orang dan menyebabkan kerusakan luas pada rumah serta sekolah. Gempa 5 Agustus juga memicu peringatan tsunami, dengan gelombang sekitar 2 m tercatat di beberapa lokasi. Pusat gempa berada pada sesar naik dangkal di bawah sisi utara pulau, dengan latar belakang posisi Indonesia yang berada di batas beberapa lempeng tektonik.
Per September 2026, Lombok tidak berada dalam status darurat kegempaan dan bukan tujuan yang perlu dihindari. Di sisi lain, ada batasan seberapa rinci kondisi pemulihan saat ini dapat dipastikan, dan risiko gempa itu sendiri belum sepenuhnya hilang. Memeriksa jalur evakuasi penginapan, menggunakan aplikasi peringatan BMKG, dan memastikan cakupan asuransi perjalanan Anda adalah langkah-langkah yang realistis dan praktis.
Wilayah barat daya Lombok, termasuk Sekotong, memiliki dataran pesisir yang letaknya dekat dengan perbukitan di pedalaman. Semoga latar belakang dan persiapan yang dibahas di sini bermanfaat saat Anda mempertimbangkan tempat menginap.
Baca juga
- Panduan lengkap SekotongPengenalan tentang Sekotong itu sendiri
- Keamanan di LombokHal-hal terkait keamanan di luar gempa
- Rumah sakit dan asuransi di LombokPenjelasan rinci tentang asuransi perjalanan dan fasilitas rumah sakit

SEMELAR BEACH VILLAGE
Anda bisa menginap di desa Sekotong tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, berkeliling pulau bersama nelayan setempat, dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE.
Sumber artikel ini
- Wikipedia (Inggris), “July 2018 Lombok earthquake”https://en.wikipedia.org/wiki/July_2018_Lombok_earthquake
- Wikipedia (Inggris), “5 August 2018 Lombok earthquake”https://en.wikipedia.org/wiki/5_August_2018_Lombok_earthquake
- BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), situs resmi InaTEWShttps://inatews.bmkg.go.id/eng
- Google Play, halaman aplikasi “WRS-BMKG”https://play.google.com/store/apps/details?id=id.bmkg.wrsbmkg
- Jakarta Shimbun (surat kabar berbahasa Jepang di Indonesia), “Tanda-tanda pemulihan pariwisata Lombok: enam bulan setelah gempa, penerbangan langsung dari Australia akan dimulai”https://www.jakartashimbun.com/free/detail/46163.html
- THE LOMBOK GUIDE, “The Southwest Coast” (pengenalan kontur wilayah Sekotong)https://thelombokguide.com/the-southwest-coast/
- Kanal YouTube tim pengelola, “Membangun kota di Lombok” (kisah pelaku usaha di lapangan menghadapi gempa dan pandemi)https://www.youtube.com/@Pengembangan-Kota-di-Lombok
