Snorkeling di Gili Nanggu dan Gili Selatan Sekotong: Pulau, Perahu, Menyelam

Bila Anda ingin snorkeling di Gili selatan, gugusan pulau di lepas pantai Sekotong, Lombok barat daya (juga disebut Secret Gili), Anda menyeberang dari daratan dengan perahu. Setelah tiba, ada pulau yang bisa dimasuki dari pantai dan ada pulau yang lautnya dimasuki dari atas perahu. Secara garis besar: Gili Nanggu dan Gili Tangkong untuk karang dan ikan, Gili Sudak atau Gili Layar untuk membiasakan diri di laut dangkal, dan Gili Asahan atau Gili Gede untuk laut di depan penginapan.

Untuk menyelam, di sekitar pulau-pulau Gili selatan ada titik yang bisa diselami pemula. Sementara itu, Teluk Belongas di Lombok barat daya yang menghadap laut lepas memiliki arus kuat dan merupakan laut yang berbeda, untuk penyelam berpengalaman.

Artikel ini kami susun per Oktober 2026 berdasarkan situs resmi pariwisata Indonesia, dokumen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), artikel PADI, dan sumber lain, bersama artikel pulau dan perahu di situs ini. Nama dan tarif operator selam tidak dapat kami pastikan di situs resmi mereka, sehingga tidak kami cantumkan. Sebagai gantinya, kami tuliskan hal yang perlu Anda periksa saat memilih.

Informasi per Oktober 2026

Isi artikel ini

  • ✓Laut seperti apa yang bisa dilihat di tiap pulau dari delapan pulau Gili selatan
  • ✓Pulau yang bisa dimasuki dari pantai dan pulau yang dimasuki dari perahu
  • ✓Tempat menyelam, dan mengapa Teluk Belongas dianggap untuk penyelam berpengalaman
  • ✓Pelabuhan keberangkatan, kisaran tarif perahu, dan contoh rute sehari
  • ✓Pasang surut dan waktu, menjaga karang, serta cara masuk ke laut bila tidak bisa berenang

Kesimpulan

Snorkeling di Gili selatan umumnya berpusat di Gili Nanggu, sekitar 15–20 menit naik perahu dari Pelabuhan Tawun di Sekotong, lalu singgah di Gili Tangkong, Gili Sudak, dan Gili Kedis di dekatnya dalam setengah hari sampai sehari. Perahu disewa per kapal, dan perkiraan tarif untuk 3 pulau setengah hari adalah Rp350.000–600.000 (per Oktober 2026). Karang di Gili Nanggu dan Gili Tangkong disebut dalam kondisi baik. Untuk menyelam, Gili selatan punya titik untuk pemula, tetapi Teluk Belongas yang menghadap laut lepas adalah laut untuk penyelam berpengalaman.

Daftar isi

Laut seperti apa yang bisa dilihat di tiap pulau Gili selatan?

Pulau-pulau Gili selatan terbagi menjadi empat pulau di lepas Pelabuhan Tawun (Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Sudak, dan Gili Kedis) dan pulau-pulau lebih ke barat di sekitar Gili Gede, Gili Asahan, Gili Layar, dan Gili Rengit. Menurut situs resmi pariwisata Indonesia, Gili Tangkong, Gili Nanggu, dan Gili Sudak berjajar dengan jarak beberapa ratus meter, dan bisa ditempuh satu sama lain dengan perahu motor dalam sekitar 10–15 menit.

Gili Nanggu adalah pusat snorkeling di Gili selatan. Situs resmi pariwisata menggambarkannya sebagai pulau tempat Anda masuk dari pantai ke laut dangkal dan melihat ikan berwarna-warni di antara karang. Situs khusus snorkeling Snorkel Around The World (diperbarui Juni 2025) menulis bahwa karangnya relatif sehat, kawanan ikan selalu ada, dan tidak ada arus sehingga aman bagi pemula. Disebutkan juga ada struktur untuk menumbuhkan karang. Seperti di artikel Gili Nanggu kami, Anda mungkin bertemu penyu, tetapi tidak pasti.

Gili Tangkong terletak di antara Gili Nanggu dan Gili Sudak, dan tidak memiliki toko maupun penginapan. Snorkel Around The World menulis bahwa karangnya “hampir sama indahnya dengan Nanggu”, tetapi perahu sering melewatinya bila Anda tidak meminta juru mudi berhenti. Anda singgah dengan perahu dan masuk ke laut dari atas perahu.

Gili Sudak memiliki laut dangkal berpasir putih. Situs resmi pariwisata menyebut airnya begitu jernih sehingga karang terlihat dengan mata telanjang dari jarak beberapa meter. Menurut Snorkel Around The World, terumbu karangnya membentang sejajar dengan pantai di depan bungalow. Karangnya kalah semarak dibanding Nanggu, dan pada hari tertentu air menjadi keruh karena pasang surut, tetapi laut ini menyenangkan bagi yang belum terbiasa. Dari ketiga pulau, hanya Sudak yang disebut punya warung, dan pulau ini dipakai untuk makan siang.

Gili Kedis, menurut situs resmi pariwisata, adalah pulau pasir kecil yang bisa dikelilingi dalam sekitar 5 menit, sekitar 10 menit naik perahu dari Gili Sudak. Pulau ini populer untuk pemandangannya, tetapi Snorkel Around The World menulis bahwa sebagian besar karang di sekitarnya rusak oleh lalu lintas perahu, dan hanya ada ikan kecil di tempat karang hidup yang tersisa. Bila tujuan Anda snorkeling, lebih baik sediakan waktu lebih banyak di Nanggu dan Tangkong.

Gili Layar dan Gili Rengit adalah pulau kecil di Sekotong bagian barat. Situs resmi pariwisata menggambarkan Gili Layar sebagai pulau dengan air jernih dan tenang serta karang yang masih alami. Gili Rengit digambarkan kaya biota laut dan sering dipakai untuk snorkeling, meski fasilitasnya belum tersedia. Seperti dijelaskan di artikel Gili Layar dan Gili Rengit kami, Layar memiliki pantai yang landai dan dangkal, sedangkan di Rengit perahu berhenti di lepas pantai dan Anda berjalan di air dangkal untuk naik ke pulau.

Gili Asahan dan Gili Gede adalah pulau yang memiliki penginapan. Snorkel Around The World merekomendasikan terumbu di depan penginapan di Gili Asahan, tempat Anda bisa melihat penyu, belut moray, nudibranch, dan kuda laut di antara lamun. Untuk Gili Gede, artikel Gili Gede kami menyebut ada tempat untuk snorkeling dari pantai atau di depan penginapan, dan toko selam umumnya berkumpul di sekitar dermaga.

Gambar: Ringkasan snorkeling di delapan pulau Gili selatan

Dari pantai/penginapan Dari perahu/jalan di dangkal Gili Nanggu Karang relatif sehat, kawanan ikan, tanpa arus Kadang bertemu penyu (tidak pasti) Gili Tangkong Karang disebut hampir setara Nanggu Tanpa toko/penginapan. Sering dilewati perahu Gili Sudak Dangkal. Terumbu sejajar dengan pantai Kalah semarak dari Nanggu. Cocok untuk berlatih Gili Kedis Pulau pasir kecil. Berenang dari pulau Banyak karang rusak oleh lalu lintas perahu Gili Layar Dangkal dan tenang. Airnya jernih Karang disebut masih alami Gili Rengit Perahu berhenti di lepas pantai, jalan di dangkal Disebut kaya biota laut. Fasilitas minim Gili Asahan Terumbu di depan penginapan Ada laporan penyu, belut moray, kuda laut Gili Gede Bisa masuk dari pantai atau depan penginapan Toko selam umumnya di sekitar dermaga
Keterangan: berdasarkan situs resmi pariwisata Indonesia, Snorkel Around The World, dan artikel tiap pulau di situs ini. Kondisi laut berubah setiap hari menurut pasang surut dan cuaca (Oktober 2026).

Bisa masuk dari pantai, atau perlu perahu?

Semua pulau dicapai dengan perahu. Biasanya perahu disewa lewat penginapan atau dengan tawar-menawar di pelabuhan.

Setelah tiba, ada tiga cara masuk ke laut. Pertama, Anda turun di pantai lalu berjalan ke laut. Ini berlaku di Gili Nanggu, Gili Sudak, Gili Layar, dan di depan penginapan di Gili Asahan atau Gili Gede. Kedua, perahu berhenti di lepas pulau dan Anda masuk ke laut dari sisi perahu. Ini berlaku di Gili Tangkong, atau bila perahu membawa Anda tepat ke atas karang, dan sejak awal kaki Anda tidak menyentuh dasar. Ketiga, seperti di Gili Rengit, karena kedalaman air perahu berhenti di lepas pantai dan Anda berjalan di air dangkal untuk naik ke pulau. Sepatu karang akan membantu.

Bila Anda kurang percaya diri berenang, susun rute dengan pulau yang bisa dimasuki dari pantai. Di tempat yang dimasuki dari perahu, pastikan ada tangga untuk naik kembali ke perahu.

Bisakah menyelam? Gili selatan dan Teluk Belongas adalah laut yang berbeda

Bisa. Artikel organisasi pelatihan selam PADI (2019) menyebut Gili Asahan, Gili Gede, Gili Rengit, dan Gili Layar sebagai empat pulau utama Gili selatan dan memperkenalkan titik selamnya. Di “Batu Putih” ada campuran karang keras dan karang lunak, dan krustasea serta ghost pipefish bersembunyi di balik kawanan ikan kaca (glassfish). Di “Wave Corner” Anda bisa melihat nudibranch, ikan kodok (frogfish), dan belut moray yang menetap. Ini laut untuk melihat makhluk kecil, bukan satwa besar.

Panduan snorkeling dan menyelam di Lombok kami menyebut bahwa Gili selatan punya medan yang cocok untuk pemula, seperti lereng pasir landai yang dimulai dari kedalaman sekitar 5 m, sementara sebagian titik berupa drift dive (menyelam mengikuti arus). Bila belum punya lisensi, Anda mulai dengan selam uji coba (try dive) di tempat dangkal, didampingi instruktur. Cara mendapatkan lisensi dan bedanya dengan selam uji coba kami rangkum di artikel sertifikasi selam di Lombok.

Sementara itu, Teluk Belongas (Belongas Bay) di Lombok barat daya yang menghadap laut lepas adalah laut dengan karakter yang berbeda dari Gili selatan. Artikel PADI menyebut “The Magnet”, terumbu batu di laut lepas di teluk ini, sebagai titik untuk penyelam berpengalaman, dan pada musim tertentu kawanan hiu martil (hiu martil bergigi dan hiu martil besar) datang. Di “The Cathedral” disebut bisa terlihat hiu yang sedang beristirahat dan pari mobula. Catatan perusahaan selam Two Fish Divers dari survei untuk selam teknis pada 2017 menyebut penyelaman hingga kedalaman 55 m dan arus yang kuat.

Nama dan tarif operator tidak dapat kami pastikan di situs resmi mereka, sehingga tidak kami tulis. Sebelum memesan, periksa apakah operator terdaftar di organisasi pelatihan seperti PADI atau SSI, berapa penyelam per satu pemandu, kedalaman maksimal selam uji coba, apakah tarif sudah termasuk alat dan perahu, dan apakah Anda punya asuransi yang menanggung kegiatan menyelam.

Gambar: Perbedaan menyelam di Gili selatan dan Teluk Belongas

Gili selatan (sekitar Gede dan Asahan) Ada medan yang cocok untuk pemula Tanpa lisensi: mulai dengan selam uji coba Makhluk kecil seperti nudibranch Sebagian titik berupa drift dive Teluk Belongas (menghadap laut lepas) Untuk penyelam berpengalaman Terumbu laut lepas. Dalam, arus kuat Kawanan hiu martil pada musim tertentu Pari mobula, hiu yang sedang beristirahat
Keterangan: berdasarkan artikel PADI (2019), catatan Two Fish Divers (2017), dan artikel snorkeling dan menyelam di situs ini. Nama dan tarif operator tidak dicantumkan karena tidak dapat kami pastikan di situs resmi.

Perahu berangkat dari mana, dan berapa biayanya?

Ke Gili Nanggu, Gili Tangkong, Gili Sudak, dan Gili Kedis, perahu umumnya berangkat dari sekitar Pelabuhan Tawun di Sekotong. Ke Gili Nanggu sekitar 15–20 menit naik perahu (situs resmi pariwisata menyebut 15 menit), ketiga pulau berada dalam jangkauan sekitar 15–40 menit dari Tawun, dan perpindahan antarpulau sekitar 10–15 menit. Ke Gili Gede, perahu kecil dari Pelabuhan Tembowong di kawasan Pelangan memakan waktu sekitar 10–30 menit. Ke Gili Asahan, perkiraannya sekitar 10–20 menit dari dermaga di sisi Sekotong. Gili Layar dan Gili Rengit disebut sekitar 15–30 menit dari pelabuhan di Sekotong.

Tarif ditentukan per perahu. Artikel sewa perahu kami menyebut sekitar Rp350.000–600.000 per perahu untuk berkeliling Gili Nanggu, Gili Sudak, dan Gili Kedis dalam setengah hari. Paket sehari yang sudah termasuk antar-jemput, makan, dan alat kadang ditawarkan sekitar Rp300.000–450.000 per orang. Sewa alat bisa dikenakan terpisah beberapa puluh ribu rupiah per orang. Untuk retribusi masuk pulau saat turun ke darat, artikel sewa perahu kami menyebut beberapa ribu rupiah per pulau dan artikel Gili Nanggu kami menyebut sekitar Rp5.000 per orang. detikBali (Maret 2024) juga memberitakan tiket masuk Gili Nanggu Rp5.000 per orang, tetapi jumlah yang ditetapkan secara resmi tidak dapat kami pastikan. Semua angka adalah perkiraan per Oktober 2026.

Gambar: Contoh sehari keliling 4 pulau dari Pelabuhan Tawun

1 Berangkat pagi dari Pelabuhan Tawun Umumnya berangkat pagi. Siang angin dan ombak naik 2 Gili Nanggu 15–20 menit naik perahu. Pusat karang dan ikan Masuk lebih lama di pagi hari saat air jernih 3 Gili Tangkong Antarpulau 10–15 menit. Masuk dari perahu Sering dilewati, jadi minta perahu berhenti 4 Gili Sudak Laut dangkal, bisa masuk dari pantai Dipakai untuk makan siang di warung 5 Gili Kedis Istirahat di pulau pasir kecil. Sedikit teduhan 6 Kembali ke pelabuhan dan bayar Total setengah hari sampai sehari. Umumnya tunai 3 pulau, setengah hari: sekitar Rp350.000–600.000
Keterangan: waktu tempuh dan tarif adalah perkiraan dari artikel sewa perahu dan artikel tiap pulau di situs ini (Oktober 2026). Tarif di langkah 6 adalah per perahu. Urutan pulau ditentukan bersama juru mudi.

Bagaimana pasang surut, waktu, dan musim mengubah laut?

Di lepas pantai Sekotong, angin cenderung bertiup dan ombak meninggi pada siang dan sore hari, sehingga laut biasanya lebih tenang pada pagi hari, dan jarak pandang saat snorkeling pun sering lebih baik. Snorkel Around The World juga menyebut sebaiknya datang ke Gili Nanggu sepagi mungkin, dan jarak pandang bisa turun karena pasang surut dan banyaknya perahu.

Pengaruh pasang surut juga besar. Saat pasang, Gili Kedis menjadi lebih kecil lagi, dan di Gili Rengit luas pantai yang terlihat berubah banyak menurut pasang surut. Di atas karang yang dangkal, saat surut hampir tidak ada jarak antara tubuh Anda dan karang. Tanyakan jam pasang surut kepada juru mudi, dan minta agar tempat yang dangkal dikunjungi saat air sedang pasang.

Dari segi musim, musim kemarau (April–Oktober) lautnya tenang dan lebih mudah untuk berkunjung. Pada musim hujan (November–Maret) ada hari dengan ombak tinggi dan perahu bisa tidak berangkat, jadi sediakan hari cadangan untuk kegiatan di laut.

Aturan untuk menjaga karang, dan persiapan menghadapi terik matahari

Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak, dan perairan di sekitarnya disebut dalam dokumen Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai kawasan konservasi Taman Wisata Perairan “Gita Nada”. Rancangan keputusan tahun 2018 menyebut luasnya sekitar 21.332 hektare. Kawasan ini dibagi menjadi zona inti tempat terumbu karang dan habitat lain dilindungi secara ketat, zona pemanfaatan untuk pariwisata dan kegiatan sejenis, zona perikanan, dan zona pelabuhan, dan pengelolaannya diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat. Namun, teks keputusan finalnya dan aturan khusus untuk wisatawan tidak dapat kami pastikan.

Sebuah makalah tahun 2025 tentang perairan ini menyebut kerusakan karang akibat snorkeling, kapal wisata yang membuang jangkar di sembarang tempat, dan tidak adanya aturan tambat perahu sebagai masalah. Makalah itu juga mencatat bahwa belum ada aturan atau panduan tertulis untuk wisatawan.

Ada empat hal yang perlu dijaga. Jangan berdiri di atas karang, berpegangan padanya, atau menginjaknya. Di tempat dangkal, jaga tubuh tetap mendatar agar fin tidak menendang pasir atau karang. Jangan mengejar atau menyentuh ikan dan penyu. Bawa kembali sampah ke perahu. Situs resmi pariwisata juga mengimbau orang dewasa untuk mendampingi dari dekat saat menunjukkan biota laut kepada anak-anak di air dangkal, agar ekosistem tidak rusak. Anda juga bisa meminta juru mudi membuang jangkar di pasir, bukan di atas karang.

Persiapan menghadapi terik matahari juga penting. Pulau-pulau kecil hampir tidak punya tempat teduh, dan selama mengapung di permukaan, punggung dan bagian belakang kaki Anda terus terkena matahari. Snorkel Around The World menyarankan tabir surya yang ramah karang dan pakaian yang menutupi kulit. Rash guard dan legging akan membantu.

Bila tidak bisa berenang, atau membawa anak

Meski tidak bisa berenang, Anda tetap bisa snorkeling bila tubuh mengapung dengan jaket pelampung. Di Gili selatan, mulailah dari Gili Sudak atau Gili Layar yang dangkal dan bisa dimasuki dari pantai, atau dari sisi pantai Gili Nanggu yang disebut tidak berarus. Biasakan bernapas dengan wajah di dalam air di tempat yang kaki Anda masih menyentuh dasar, lalu bergeser sedikit demi sedikit ke tempat yang lebih dalam.

Di tempat seperti Gili Tangkong yang dimasuki dari perahu, kaki Anda tidak menyentuh dasar sejak awal. Bila tidak bisa berenang, jangan memaksakan diri: putuskan apakah melihat dari atas perahu saja, atau masuk dengan jaket pelampung didampingi pemandu satu lawan satu. Bila membawa anak, pastikan orang dewasa selalu berada dalam jangkauan tangan meski di air dangkal, dan pakaikan sepatu karang saat berjalan di air dangkal di Gili Rengit.

Perhatian

  • Pulau sering tidak punya toko: siapkan air minum dan makanan ringan dari sisi Sekotong. Tidak ada ATM, dan pembayaran umumnya tunai.
  • ✓Sudahkah Anda memberi tahu juru mudi pulau yang ingin dikunjungi dan tempat yang ingin lebih lama (misalnya Gili Nanggu dan Gili Tangkong)?
  • ✓Apakah tarifnya per perahu, dan apakah sudah termasuk alat dan retribusi masuk pulau?
  • ✓Apakah jaket pelampung tersedia untuk semua orang, dengan ukuran yang pas?
  • ✓Sudahkah jam berangkat diatur pagi hari, dan jam pasang surut ditanyakan?
  • ✓Sudahkah membawa air, makanan ringan, uang tunai pecahan kecil, rash guard, dan sepatu karang?

Catatan dari Sekotong

Saat menyewa perahu, sampaikan lebih dulu di mana dan kira-kira berapa menit Anda ingin masuk ke laut, bukan berapa pulau yang ingin dikunjungi. Dengan begitu, salah paham bisa berkurang. Makin banyak pulau yang dikunjungi, makin singkat waktu Anda di laut. Masker yang tidak pas di wajah akan kemasukan air, jadi sebaiknya bawa masker sendiri yang pas untuk Anda. Selain itu, desa kami berencana memulai kayak pada 7 November 2026.

Kekurangan laut Gili selatan, dan siapa yang cocok

Kekurangannya kami tulis lebih dulu. Gili selatan tidak seperti tiga Gili di utara (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno), yang toko selamnya berjajar di pantai sehingga Anda bisa datang dan mendaftar dengan berjalan kaki. Anda perlu mengatur perahu, di pulau hampir tidak ada toko atau tempat teduh, dan jarak pandang berubah setiap hari. Operator selam juga sulit dibandingkan dengan informasi resmi. Bila Anda mengutamakan kemudahan, tiga Gili di utara lebih cocok.

Di sisi lain, ada laut berkarang sekitar 15–20 menit naik perahu dari pelabuhan, dan bila menyewa satu perahu, Anda sendiri yang menentukan tempat dan lamanya masuk ke laut. Bagi yang ingin melihat makhluk kecil di laut yang sepi, atau keluarga yang ingin mulai dari air dangkal, ini bisa menjadi salah satu pilihan. Perbedaan tiga Gili dan Gili selatan kami bahas di artikel Gili 3 vs Gili selatan, dan gambaran pulau-pulau Gili selatan di artikel Gili selatan di lepas pantai Sekotong.

Kami, Semelar Beach Village, menjalankan kafe pantai dan pasar di desa nelayan Sekotong bersama warga Sasak setempat. Desa kami sekitar 1 jam 10 menit dengan mobil dari Bandara Internasional Lombok, dan sekitar 40 menit dari Pelabuhan Lembar. Program menginap kami (3 malam 4 hari sampai 5 malam 6 hari, Rp4.800.000 per orang, belum termasuk tiket pesawat dan akomodasi) sudah termasuk antar-jemput bandara, transportasi selama menginap, dan pemandu, dan keliling pulau juga bisa dibicarakan di dalamnya.

Pertanyaan yang sering diajukan

T. Untuk snorkeling di Gili selatan, pulau mana yang paling banyak bisa dilihat?

Untuk karang dan ikan, Gili Nanggu yang karangnya disebut relatif sehat, dan Gili Tangkong yang disebut mendekatinya. Gili Tangkong sering dilewati bila tidak diminta, jadi saat menyewa perahu sampaikan bahwa Anda ingin berhenti di sana. Bila menginap di pulau, ada juga Gili Asahan dan Gili Gede yang lautnya bisa dimasuki dari depan penginapan.

T. Bisakah snorkeling dari pantai di daratan Sekotong?

Informasi resmi tentang pantai di daratan Sekotong yang cocok untuk snorkeling tidak dapat kami pastikan. Semua laut yang dibahas di artikel ini adalah tempat yang dimasuki setelah menyeberang ke pulau dengan perahu.

T. Bisakah menyelam tanpa lisensi?

Bisa, dengan selam uji coba yang didampingi instruktur. Gili selatan disebut punya medan yang cocok untuk pemula. Teluk Belongas adalah laut untuk penyelam berpengalaman, jadi bukan tujuan untuk selam uji coba.

Ringkasan

Snorkeling di Gili selatan umumnya berpusat di Gili Nanggu, sekitar 15–20 menit dari Pelabuhan Tawun, lalu berkeliling Gili Tangkong, Gili Sudak, dan Gili Kedis dalam setengah hari sampai sehari. Untuk melihat karang, pilih Nanggu dan Tangkong. Untuk membiasakan diri, Sudak atau Layar. Untuk menginap, Asahan dan Gede. Perahu disewa per kapal, dengan perkiraan Rp350.000–600.000 untuk 3 pulau setengah hari (per Oktober 2026).

Untuk menyelam, Anda bisa mulai dengan selam uji coba di Gili selatan, sedangkan Teluk Belongas adalah laut untuk penyelam berpengalaman. Berangkat pagi, tanyakan jam pasang surut, jangan berdiri di atas karang, dan periksa jaket pelampung. Ingat empat hal ini.

Baca juga

Jika menginap di Senggigi atau Kuta dan ingin sehari snorkeling di Gili Selatan, tur sehari ke Gili Selatan membandingkan jam dan harga tur berjemputan.

Yang dicek sebelum berenang, pertolongan pertama sengatan bulu babi dan ubur-ubur, serta pelampung di perahu ada di Keselamatan di Laut Lombok.

Gubuk SAKURA CAFE dan payung di pantai Sekotong

SEMELAR BEACH VILLAGE

Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal

Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.

Sumber artikel ini
  • Situs resmi pariwisata Indonesia (Wonderful Indonesia), “Beautiful Gili Islands of Sekotong Barat Village”https://www.indonesia.travel/gb/en/travel-ideas/marine/gugusan-gili-cantik-desa-sekotong-barat-surga-keindahan-bahari-di-lombok-barat/
  • Situs resmi pariwisata Indonesia, “Gili Layar”https://www.indonesia.travel/au-en/destination/bali-nusa-tenggara/west-nusa-tenggara/gili-layar
  • Situs resmi pariwisata Indonesia, “Gili Rengit”https://www.indonesia.travel/us/en/destination/bali-nusa-tenggara/west-nusa-tenggara/gili-rengit/
  • Bahan hukum Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), rancangan keputusan menteri tentang kawasan konservasi perairan Gili Tangkong, Gili Nanggu, Gili Sudak, dan sekitarnya (2018)https://jdih.kkp.go.id/bahanrapat/RKEPMEN-KP%20ttg%20….Gili%20Tangkong,%20Gili%20Nanggu…..pdf
  • BEST Journal, “Pemanfaatan Taman Wisata Perairan (TWP) Gita Nada Lombok Barat Sebagai Laboratorium Ekologi Alami” (2025)https://jurnal.uisu.ac.id/index.php/best/article/view/11578
  • PADI Blog, “Amazing Must-Dive Sites in Lombok, Indonesia” (8 Mei 2019)https://blog.padi.com/amazing-must-dive-sites-in-lombok-indonesia/
  • Two Fish Divers, “Belongas Bay Lombok” (10 Desember 2017)https://oldsite.twofishdivers.com/blog/belongas-bay-lombok/
  • Snorkel Around The World, “Snorkeling Spots Around Gili Nanggu, Gili Sudak and Gili Kedis” (diperbarui 1 Juni 2025)https://snorkelaroundtheworld.com/?p=12769
  • Snorkel Around The World, “Gili Asahan Guide”https://snorkelaroundtheworld.com/?p=12345
  • Semelar Village, “Panduan sewa perahu di Sekotong”https://semelarvillage.com/id/sekotong-boat-charter-guide-id/
  • Semelar Village, artikel tiap pulau Gili selatan dan “Panduan lengkap snorkeling dan menyelam di Lombok”https://semelarvillage.com/id/south-gili-islands-hidden-gems-id/
  • detikBali, “Gili Nanggu di Lombok: Daya Tarik, Tarif, hingga Rutenya” (22 Maret 2024; tiket masuk Gili Nanggu, tarif perahu, dan waktu tempuh)https://www.detik.com/bali/wisata/d-7256702/gili-nanggu-di-lombok-daya-tarik-tarif-hingga-rutenya
よかったらシェアしてね!
  • URLをコピーしました!
  • URLをコピーしました!
Perahu dan seseorang di pantai pada pagi keliling pulau

SEMELAR BEACH VILLAGE

Menginap di tepi laut Sekotong, Lombok

Sekitar 1 jam 10 menit bermobil dari Bandara Internasional Lombok. Program menginap mulai 3 malam dengan keliling pulau naik perahu warga, bisa dipesan sekarang. Vila dibuka bertahap mulai awal 2027.

この記事を書いた人

Daftar isi