Jika Anda berkendara di Lombok, Anda mungkin pernah bertemu dengan sebuah rombongan yang memenuhi jalan pada sore atau petang hari di akhir pekan, diiringi suara gendang dan musik. Ini disebut “Nyongkolan”, sebuah arak-arakan yang menjadi bagian dari pernikahan adat Suku Sasak. Kesimpulannya: Nyongkolan adalah pawai dari pihak mempelai pria menuju pihak mempelai wanita untuk memperkenalkan pasangan yang baru menikah kepada masyarakat sekitar. Acara ini cenderung berlangsung pada sore hari di akhir pekan, dan tergantung waktu serta lebar jalan, lalu lintas kendaraan bisa terhenti sementara.
Artikel ini hanya disusun berdasarkan informasi yang benar-benar bisa kami buka dan periksa: artikel media lokal dan situs wisata yang menjelaskan Nyongkolan dan Merarik, serta pengumuman dari kepolisian dan pemerintah daerah di Lombok. Cara penamaan dan pembagian tahapan acara berbeda-beda tergantung sumbernya, dan kebiasaannya juga berbeda menurut daerah dan keluarga, sehingga artikel ini belum tentu sesuai persis dengan setiap pernikahan. Kami tidak mencantumkan angka atau aturan yang tidak dapat kami pastikan.
Budaya Suku Sasak dan desa tradisional secara lebih luas dibahas di artikel terpisah, jadi jika Anda ingin tahu tentang kebiasaan selain pernikahan, silakan lihat artikel tersebut. Artikel ini berfokus khusus pada proses pernikahan dan arak-arakan Nyongkolan itu sendiri.
Artikel ini ditulis untuk Anda yang pernah bertemu rombongan di jalan Lombok dan bingung apa yang sedang terjadi, Anda yang berencana bepergian dan ingin menyiapkan waktu tambahan, serta Anda yang mungkin akan diundang ke sebuah pernikahan di sini.
Informasi per September 2026
Yang akan Anda ketahui dari artikel ini
- ✓Apa itu arak-arakan “Nyongkolan” yang memenuhi jalan, dan bagaimana alur lengkap pernikahan adat Sasak
- ✓Musik yang digunakan dalam arak-arakan (Gendang Beleq, Kecimol), dan hari serta waktu yang sering menjadi jadwalnya
- ✓Cara menyikapi rombongan saat bertemu dengan mobil, motor, atau berjalan kaki, serta etika memotret
- ✓Pakaian, uang sumbangan, dan makanan jika Anda diundang ke pernikahan
- ✓Perdebatan terkini soal kemacetan, dan contoh nyata pengaturan lalu lintas oleh polisi (termasuk di Sekotong)
Kesimpulan
Per September 2026, Nyongkolan adalah arak-arakan pernikahan adat Sasak dari pihak mempelai pria menuju pihak mempelai wanita untuk memperkenalkan pasangan, diiringi musik Gendang Beleq atau Kecimol. Acara ini cenderung berlangsung pada sore hari di akhir pekan, terutama pada periode setelah Lebaran. Kami menemukan contoh arak-arakan yang memenuhi jalan sempit dengan polisi yang mengatur lalu lintas. Jika Anda bertemu rombongan ini: bagi pengendara mobil, jangan terburu-buru — menepilah dan tunggu, atau ambil rute lain. Memotret diperbolehkan dari jarak yang tidak mengganggu jalannya arak-arakan. Jika Anda diundang ke pernikahan, umumnya (meski bisa berbeda tergantung daerah dan hubungan Anda dengan yang mengundang) disarankan mengenakan pakaian bersih dan sopan serta membawa uang sumbangan.
Rombongan apa yang memenuhi jalan di akhir pekan? (Apa itu Nyongkolan?)
Nyongkolan adalah arak-arakan yang diadakan sebagai bagian dari pernikahan adat Sasak, untuk memperkenalkan pasangan yang baru menikah kepada masyarakat sekitar. Keluarga dan kerabat pihak mempelai pria, mengenakan pakaian adat, berjalan menuju rumah mempelai wanita sambil menabuh gendang dan memainkan musik. Beberapa sumber menyebutkan ada momen dalam arak-arakan ini di mana sayur atau buah dibagikan sepanjang perjalanan.
Arak-arakan ini bukan acara pernikahan itu sendiri, melainkan lebih tepat disebut sebagai momen “memperkenalkan” pasangan kepada publik yang menutup rangkaian proses pernikahan. Acara ini terlihat di daerah pedesaan Lombok yang banyak dihuni masyarakat Sasak, dan skalanya bervariasi tergantung keluarga dan daerah — mulai dari puluhan orang hingga rombongan besar yang mencakup kelompok penabuh gendang.
Bagaimana alur pernikahan adat Sasak?
Pernikahan adat Sasak biasanya dimulai dengan “Midang”, tahap yang mirip masa perkenalan, lalu melewati tahap yang disebut “Merarik” — sebuah bentuk yang menyerupai kawin lari — sebelum berlanjut ke proses resmi. Dalam Merarik, pria yang akan menjadi mempelai membawa calon mempelai wanita dari rumahnya pada malam hari, namun menurut sumber yang kami baca, pada umumnya kedua keluarga sebenarnya sudah menyetujui pernikahan ini sebelumnya, dan tahap ini dilakukan sebagai bagian dari upacara adat.
Di sisi lain, ada pemberitaan yang menyebutkan bahwa kebiasaan ini pernah disalahgunakan — digunakan sebagai cara untuk melakukan kawin lari tanpa persetujuan kedua keluarga, atau sebagai jalan menuju pernikahan di bawah umur (Reuters, 2019). Nusa Tenggara Barat, provinsi tempat Lombok berada, disebut sebagai salah satu wilayah di Indonesia dengan angka pernikahan di bawah umur yang cukup tinggi, dan pemerintah Indonesia menaikkan batas usia minimal pernikahan bagi perempuan dari 16 menjadi 19 tahun pada 2019. Yang dijelaskan dalam artikel ini adalah Merarik sebagai tahap upacara adat yang dilakukan atas dasar persetujuan kedua keluarga.
Setelah itu, perwakilan dari pihak mempelai pria mengunjungi keluarga mempelai wanita secara resmi, menjelaskan alasan di balik “kawin lari”, dan memastikan niat untuk menikah. Sumber yang berbeda menyebut tahap ini dengan nama yang berbeda-beda — “Selabar” atau “Mesejati” antara lain — dan menggambarkannya sebagai acara yang sopan dan penuh upacara, dihadiri para tetua, dengan tamu disuguhi teh dan kudapan. Selanjutnya ada upacara pernikahan (Sorong Serah) yang diadakan di rumah mempelai wanita dan biayanya ditanggung pihak mempelai pria, dan terakhir Nyongkolan, di mana pasangan yang telah menikah diperkenalkan kepada masyarakat.
Nama tahapan ini dan cara pembagiannya berbeda-beda tergantung sumbernya, dan kebiasaannya juga berbeda menurut daerah dan keluarga. Mohon pahami bahwa tidak semua pernikahan mengikuti urutan persis seperti ini.
Kanal YouTube tim kami (video yang dipublikasikan Januari 2026) menampilkan sebuah pernikahan yang diadakan pada 28 Desember 2025, termasuk momen Akad Nikah (ikrar pernikahan secara Islam), di mana mempelai pria berjanji membayar mahar secara tunai. Jumlah pastinya tidak terdengar jelas dalam video. Tonton videonya
Gambar: Alur pernikahan adat Sasak
Musik dan suasana arak-arakan Nyongkolan
Secara tradisional, kelompok musik yang berpusat pada gendang besar bernama “Gendang Beleq” mengiringi arak-arakan ini. Belakangan ini, semakin banyak arak-arakan yang menggunakan “Kecimol”, yaitu musik yang memadukan pengeras suara dengan irama bergaya dangdut.
Arak-arakan ini terkadang digambarkan terdiri dari beberapa kelompok: kelompok perempuan (biasanya teman-teman mempelai wanita), kelompok pembawa hiasan, dan kelompok musik. Semakin dekat dengan rumah mempelai wanita, rombongan ini melebar memenuhi jalan sambil diiringi suara gendang.
Belakangan ini, semakin banyak arak-arakan yang mengganti Gendang Beleq tradisional dengan Kecimol disertai apa yang digambarkan sebagai tarian yang berlebihan. Pada Juni 2026, “Majelis Adat Sasak”, organisasi yang mengurusi adat istiadat Sasak, mengeluarkan pernyataan yang mendukung tradisi Nyongkolan itu sendiri sebagai budaya warisan leluhur, sambil mencatat bahwa penyimpangan tata krama telah memicu reaksi dari masyarakat setempat, dan meminta agar ada pemberitahuan sebelumnya kepada kepala desa dan pemerintah setempat, disertai aturan yang sesuai untuk menjaga ketertiban umum.
Kapan dan pada jam berapa biasanya diadakan?
Sumber yang berbeda menyebut hari dan waktu yang sedikit berbeda, tetapi yang konsisten disebutkan adalah akhir pekan (Sabtu dan Minggu). Satu sumber menyebutkan sering diadakan pada sore hari setelah salat Dzuhur akhir pekan; sumber lain menyebutkan cenderung terpusat pada Sabtu dan Minggu, terutama pada periode setelah Lebaran. Sebuah artikel yang mengumpulkan tips menghindari kemacetan menyebutkan acara ini paling sering diadakan pada hari Minggu dan menyarankan untuk menghindari jam 16.00 hingga 18.00.
Namun demikian, kami menemukan contoh di Sekotong di mana Nyongkolan diadakan pada Kamis, 29 Januari 2026, sekitar pukul 17.00 hingga 18.00 di bagian timur Desa Pelangan, dengan polisi setempat yang mengatur lalu lintas. Karena acara ini juga bisa diadakan pada sore hari kerja, lebih aman untuk menganggap Anda bisa saja bertemu rombongan ini pada sore atau petang hari secara umum, tidak hanya di akhir pekan atau hari Jumat.
Saat merencanakan perjalanan dari bandara menuju Sekotong, atau transportasi di sekitar pulau, menyiapkan sedikit waktu tambahan membuat Anda tidak perlu panik jika bertemu rombongan seperti ini.
Apa yang harus dilakukan jika bertemu rombongan?
Cara menyikapinya berbeda tergantung alat transportasi yang Anda gunakan. Berikut panduannya.
← Tabel ini bisa digeser ke samping
| Alat transportasi | Cara menyikapi saat bertemu rombongan | Perkiraan dampak |
|---|---|---|
| Mobil | Jika jalan tertutup, jangan memaksa menyalip — menepilah dan tunggu, atau ambil rute lain. Jika polisi sedang mengatur lalu lintas, ikuti instruksinya | Beberapa menit hingga puluhan menit (tergantung skala dan lebar jalan) |
| Motor | Terkadang bisa menyelinap di antara kendaraan yang mengantre, tetapi hindari memaksa masuk ke tengah arak-arakan | Biasanya lebih singkat dibanding mobil |
| Jalan kaki | Menepilah ke pinggir jalan dan saksikan arak-arakan tanpa memotong barisan | Hampir tidak ada dampak |
*Waktu tunggu sebenarnya bisa berbeda tergantung skala rombongan, lebar jalan, dan ada tidaknya polisi. Ini adalah perkiraan berdasarkan contoh yang bisa kami pastikan per September 2026.
Menyaksikan atau memotret arak-arakan ini sendiri bukan masalah, tetapi hindari menyelinap tepat di samping rombongan untuk memotret, atau menggunakan blitz dari jarak dekat. Jika ingin memotret seseorang dari dekat, sebaiknya minta izin atau sekadar memberi tahu terlebih dahulu — kebiasaan yang sama juga berlaku untuk fotografi secara umum di Lombok.
Kanal YouTube tim kami (video yang dipublikasikan November 2025) menampilkan arak-arakan pernikahan yang terlihat di pinggir jalan saat perjalanan dari bandara, dengan banyak orang naik di bak truk. Ini adalah salah satu contoh bahwa bertemu rombongan seperti ini bukanlah hal yang jarang terjadi di Lombok. Tonton videonya
Gambar: Cara menyikapi saat bertemu rombongan
Jika Anda diundang ke pernikahan (pakaian, uang sumbangan, makanan)
Kami tidak menemukan aturan berpakaian khusus untuk tamu yang berlaku di Lombok atau khusus untuk Suku Sasak. Panduan umum tentang tata krama pernikahan di Indonesia menyebutkan pria disarankan mengenakan kemeja batik atau jas, dan wanita mengenakan dress atau sejenisnya — pakaian yang bersih dan sopan lebih disukai. Menjaga agar tidak terlalu banyak bagian tubuh yang terbuka adalah pilihan yang aman.
Kami juga tidak menemukan patokan khusus Suku Sasak untuk uang sumbangan. Panduan umum tentang pernikahan di Indonesia menyebutkan sekitar Rp100.000–200.000 untuk rekan kerja atau kenalan, dan sekitar Rp300.000–500.000 untuk teman dekat, biasanya diberikan dalam bentuk uang tunai di dalam amplop yang dimasukkan ke kotak di meja penerima tamu. Ini hanya panduan umum untuk Indonesia secara keseluruhan, bukan patokan yang dikonfirmasi khusus untuk Lombok atau Suku Sasak — jika Anda memiliki teman yang mengundang Anda, cara paling pasti adalah menanyakan langsung kepadanya.
Kami tidak menemukan informasi resmi yang dapat dipastikan mengenai makanan atau minuman beralkohol di acara ini. Karena ini adalah pernikahan yang diselenggarakan oleh masyarakat di Lombok yang mayoritas Muslim, lebih aman untuk tidak mengasumsikan akan ada minuman beralkohol. Jika ragu, sebaiknya tanyakan langsung kepada orang yang mengundang Anda.
Antara tradisi dan kemacetan: perdebatan terkini dan contoh nyata pengaturan lalu lintas
Ketika beberapa pernikahan berlangsung bersamaan di akhir pekan, arak-arakan Nyongkolan bisa menutup jalan dan menyebabkan kemacetan. Di Kabupaten Lombok Timur, kami menemukan aturan khusus untuk arak-arakan yang menggunakan Gendang Beleq: jarak menuju tujuan dibatasi hingga 700 meter, variasi irama musik dibatasi maksimal dua kali sebelum tiba di tujuan, musik harus dihentikan saat terdengar azan dari masjid terdekat, dan jika bertemu kelompok Gendang Beleq lain di jalan yang sama, mereka merespons dengan irama yang sama dan berkoordinasi dengan petugas keamanan yang bertugas.
Di Sekotong pun, kami menemukan contoh pada Januari 2026 di mana polisi Sekotong mengatur arak-arakan di Jalan Mekaki dengan sistem “buka-tutup”, membiarkan kendaraan lewat secara bergantian. Dilaporkan acara ini berakhir tanpa gangguan besar. Menjaga tradisi Nyongkolan sebagai budaya sambil tetap menjaga ketertiban umum masih menjadi topik yang terus diperdebatkan di Lombok.
Catatan dari Sekotong
Banyak ruas jalan di sekitar Sekotong yang sempit, dan saat rombongan seperti Nyongkolan lewat, jalan bisa menyempit hingga hanya cukup untuk satu mobil. Jika ada hari di mana waktu penjemputan atau jadwal aktivitas Anda terasa sulit diprediksi, menanyakan kepada staf akomodasi apakah bertepatan dengan musim pernikahan (akhir pekan, atau periode sekitar Lebaran) bisa membantu Anda lebih siap. Arak-arakan ini sendiri tidak berbahaya — bagi warga setempat, ini adalah momen penting dalam hari bahagia mereka, jadi jika Anda kebetulan melewatinya, kami berharap Anda bisa menyaksikannya dengan hangat.
Jujur saja, arak-arakan ini tidak berjalan sesuai jadwal
Jujur saja, Nyongkolan tidak dijadwalkan berdasarkan kenyamanan wisatawan, sehingga bertemu dengannya di tengah perjalanan bisa mengacaukan rencana Anda. Rombongan besar bisa membuat Anda tertahan puluhan menit, yang bisa menjadi risiko nyata pada hari dengan jadwal penjemputan bandara atau waktu kumpul aktivitas yang ketat. Tidak ada cara pasti bagi wisatawan untuk mengetahui lebih dulu kapan dan di mana arak-arakan akan berlangsung — pada praktiknya, Anda baru akan tahu saat sudah ada di depan mata.
Selain itu, mendekati acara pernikahan karena rasa ingin tahu yang berlebihan, atau memaksa memotong arak-arakan, bisa menimbulkan gesekan dengan warga setempat. Penting untuk menjaga jarak sebagai penonton yang sekadar ingin menyaksikan dan memotret.
Meski begitu, bagi Anda yang bisa menganggap pertemuan tak terduga dengan tradisi setempat sebagai salah satu kenangan perjalanan, dan bisa menyiapkan waktu tambahan dalam jadwal, Nyongkolan adalah salah satu pemandangan yang khas Lombok. Sebaliknya, jika Anda menyusun perjalanan dengan jadwal yang sangat ketat, sebaiknya rencanakan dengan mempertimbangkan kemungkinan bertemu arak-arakan ini sejak awal.
Tanya Jawab
T. Apakah Nyongkolan selalu bisa disaksikan kapan saja?
Menurut sumber yang kami baca, acara ini cenderung terpusat di akhir pekan, terutama pada periode setelah Lebaran, tetapi di Sekotong kami juga menemukan contoh yang diadakan pada sore hari kerja. Acara ini tidak dijamin selalu ada pada hari tertentu — anggap saja sebagai sesuatu yang mungkin Anda temui secara kebetulan.
T. Apakah wisatawan boleh menyaksikannya?
Sejauh sumber yang bisa kami pastikan, tidak ada catatan yang menyebut menyaksikan acara ini sebagai masalah — acara ini digambarkan sebagai acara yang terbuka bagi masyarakat. Cukup hindari mendekat secara berlebihan, dan saksikan dari jarak yang tidak mengganggu jalannya arak-arakan.
T. Jika bertemu rombongan saat berkendara, bolehkah menyalip?
Memaksa menyalip di jalan yang sempit berbahaya. Jika polisi sedang mengatur lalu lintas, ikuti instruksinya. Jika tidak ada polisi, lebih aman menepi dan menunggu arak-arakan lewat, atau mengambil rute lain jika memungkinkan.
T. Bolehkah memotret meskipun tidak diundang?
Memotret suasana keseluruhan dari kejauhan biasanya tidak menjadi masalah. Untuk memotret seseorang dari dekat, sebaiknya beri tahu terlebih dahulu jika memungkinkan, dan hindari mendekat secara berlebihan.
T. Apakah bisa bertemu rombongan seperti ini di sekitar Sekotong juga?
Ya. Kami menemukan contoh pada Januari 2026 di mana arak-arakan Nyongkolan diadakan di Jalan Mekaki, kawasan Sekotong, dengan polisi Sekotong yang mengatur lalu lintas.
Kesimpulan
Nyongkolan adalah arak-arakan yang diadakan sebagai bagian dari pernikahan adat Sasak, bergerak dari pihak mempelai pria menuju pihak mempelai wanita, diiringi musik Gendang Beleq atau Kecimol. Acara ini cenderung terpusat pada sore hari di akhir pekan, terutama pada periode setelah Lebaran, meski juga diadakan pada sore hari kerja. Jika Anda bertemu rombongan ini di tengah perjalanan, jangan terburu-buru — menepilah dan tunggu, atau ambil rute lain, dan ikuti instruksi polisi jika sedang mengatur lalu lintas.
Jika Anda diundang ke pernikahan, umumnya disarankan mengenakan pakaian yang bersih dan sopan serta membawa uang tunai sebagai sumbangan. Detail soal minuman beralkohol dan makanan berbeda-beda tergantung penyelenggara, jadi cara paling pasti adalah menanyakan langsung kepada orang yang mengundang Anda.
Terkait kemacetan, beberapa daerah seperti Kabupaten Lombok Timur telah menetapkan aturan yang membatasi jarak dan lamanya musik dimainkan dalam arak-arakan, dan kami juga menemukan contoh nyata pengaturan lalu lintas oleh polisi di Sekotong. Nyongkolan tidak dijadwalkan berdasarkan rencana wisatawan, jadi ada baiknya menyiapkan waktu tambahan dalam jadwal perjalanan Anda.
Tonton video: Pernikahan adat Sasak
Baca juga
- Suku Sasak dan Desa TradisionalPenjelasan lebih lengkap tentang kebiasaan dan desa tradisional Sasak di luar pernikahan
- Cara ke Sekotong dari Bandara LombokWaktu tempuh dan harga penjemputan serta taksi

SEMELAR BEACH VILLAGE
Menginaplah di Sekotong, desa tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, jelajahi pesisir dengan perahu nelayan setempat, dan nikmati matahari terbenam di Sakura Cafe.
Sumber informasi artikel ini
- Wikipedia “Merariq” (definisi Merarik dan posisinya sebagai kebiasaan pernikahan bergaya kawin lari)https://en.wikipedia.org/wiki/Merariq
- LiCAS.news (disebarkan Reuters) “In Indonesia, ‘bride kidnapping’ tradition fuels child marriage despite new ban” (penyalahgunaan Merarik terkait pernikahan di bawah umur, dan latar belakang kenaikan batas usia pernikahan)https://www.licas.news/2019/11/01/in-indonesia-bride-kidnapping-tradition-fuels-child-marriage-despite-new-ban/
- Hello Indonesia “Upacara Adat Nyongkolan di Lombok” (isi arak-arakan, musik, kecenderungan waktu Jumat sore)https://helloindonesia.id/en/upacara-adat-nyongkolan-di-lombok/
- Lombok Eccotour “Nyongkolan” (Gendang Beleq / Kecimol, kecenderungan hari Sabtu-Minggu, susunan arak-arakan)https://lombok-eccotour.com/nyongkolan.html
- ANTARA News Mataram “Tradisi nyongkolan di Lombok Timur diatur agar tak ganggu kenyamanan warga” (isi aturan arak-arakan Gendang Beleq di Kabupaten Lombok Timur)https://mataram.antaranews.com/berita/405186/tradisi-nyongkolan-di-lombok-timur-diatur-agar-tak-ganggu-kenyamanan-warga
- Jurnal Fokus “Polri Kawal Prosesi Nyongkolan di Jalur Mekaki Lombok Barat” (contoh nyata Nyongkolan dan pengaturan lalu lintas polisi di Jalan Mekaki Sekotong, beserta tanggal)https://jurnalfokus.com/berita/polri-kawal-prosesi-nyongkolan-di-jalur-mekaki-lombok-barat/
- OPSI NTB “Tips Agar Terhindar dari Kemacetan Jalan Raya Saat Acara Nyongkolan” (saran hari dan waktu untuk menghindari kemacetan)https://www.opsintb.com/2019/11/tips-agar-terhindar-dari-kemacetan.html
- Rinjani Trekking Specialist “The Marriage of Bride Lombok” (penamaan tahapan pernikahan: Midang, Merarik, Mesejati, Sorong Serah, Nyongkolan)https://rinjanitrekkingspecialist.com/the-marriage-of-bride-lombok/
- News Mataram “Majelis Adat Sasak Dukung Penuh Tradisi Nyongkolan Sebagai Identitas Budaya Leluhur” (pernyataan Majelis Adat Sasak Juni 2026, perdebatan soal Kecimol dan kebutuhan akan aturan)https://www.newsmataram.id/2026/06/04/majelis-adat-sasak-dukung-penuh-tradisi-nyongkolan-sebagai-identitas-budaya-leluhur/
- note “Etiquette and gift money for when you are invited to an Indonesian wedding” (panduan umum uang sumbangan dan pakaian di Indonesia; bukan informasi khusus Suku Sasak)https://note.com/indonesiaworks/n/n90443d9d725b?hl=en
