“Katanya di Gili tidak ada mobil, lalu bagaimana membawa koper berat dari pelabuhan ke penginapan?” “Bagaimana cara pindah dari satu pulau ke pulau lain?” “Perlukah menyewa sepeda?” Jawaban singkatnya: di ketiga pulau, Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno, orang bergerak dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik cidomo (kereta kuda kecil), sedangkan antarpulau dengan perahu. Sepeda sudah cukup untuk berkeliling pulau. Pakai cidomo atau jemputan penginapan hanya pada hari Anda membawa banyak barang, dan Anda tidak akan bingung.
Artikel ini disusun dari situs resmi Kementerian Pariwisata, Lonely Planet (diperbarui Juli 2026), pemberitaan media Indonesia, lembaga pelestarian lingkungan di Gili, dan situs resmi penginapan. Tidak ada daftar tarif resmi untuk cidomo, dan tarif perahu berbeda-beda antarsumber, jadi kami cantumkan kisaran yang dapat dipastikan beserta tanggalnya.
Informasi per Oktober 2026
Yang akan Anda ketahui dari artikel ini
- ✓Mengapa tidak ada mobil dan sepeda motor di Gili, dan bagaimana aturan sepeda listrik
- ✓Harga sewa sepeda, jalan berpasir, dan waktu untuk mengelilingi pulau
- ✓Kisaran tarif cidomo (kereta kuda) dan hal yang perlu diketahui soal kudanya
- ✓Jadwal dan tarif perahu antarpulau (perahu umum dan kapal cepat)
- ✓Cara membawa koper dari pelabuhan ke penginapan, dan hal yang perlu diperhatikan saat malam
Kesimpulan
Per Oktober 2026, tidak ada mobil maupun sepeda motor di ketiga pulau Gili. Orang bergerak dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik cidomo (kereta kuda). Sewa sepeda Rp50.000–100.000 per hari. Gili Trawangan bisa dikelilingi sekitar 1 jam dengan sepeda atau sekitar 2 jam berjalan kaki, sedangkan Gili Air dan Gili Meno masing-masing sekitar 1 jam berjalan kaki. Cidomo di Gili Trawangan mulai sekitar Rp100.000, dan di Gili Meno ada contoh tarif Rp20.000–50.000 tergantung tujuan. Sepakati harga sebelum naik. Antarpulau ada perahu umum berjadwal 2 kali sehari untuk tiap arah (sekitar Rp35.000–45.000), dan Lonely Planet (diperbarui Juli 2026) juga mencantumkan kapal cepat Rp85.000 sekali jalan. Untuk koper, pilihan yang realistis adalah jemputan penginapan atau cidomo.
Mengapa tidak ada mobil dan sepeda motor di Gili? Bolehkah memakai sepeda listrik?
Di ketiga pulau Gili tidak ada mobil maupun sepeda motor. Situs resmi Kementerian Pariwisata menyebutkan bahwa mobil dan sepeda motor dilarang di Gili dan kendaraan bermotor tidak diizinkan. Lonely Planet menjelaskannya sebagai larangan berdasarkan peraturan setempat untuk kendaraan berbahan bakar fosil. Situs berita Good News from Indonesia (Juli 2026) menulis bahwa ada aturan adat desa yang sudah lama berlaku (awig-awig) dan pemerintah desa ikut mendukungnya.
Yang sering membingungkan adalah sepeda listrik. Lonely Planet menulis bahwa skuter listrik mulai masuk pada 2022 dan sebagian hotel menyewakannya Rp250.000–350.000 per hari. Namun, pemerintah daerah tidak mengizinkannya.
Menurut berita Antara yang dimuat Koran Jakarta (Juni 2023), Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menyatakan sepeda listrik tidak diizinkan di Gili Trawangan kecuali untuk mengangkut sampah, menertibkan 47 unit, dan menyebut pemilik yang tetap melanggar setelah tiga kali peringatan terancam kurungan 6 bulan atau denda Rp50 juta. detikBali (Maret 2024) memberitakan kejadian ketika warga dan kusir cidomo mengumpulkan sekitar 100 unit sepeda listrik dan kendaraan sejenis yang disebut tidak berizin, serta mengutip Kepala Dinas Perhubungan kabupaten yang mengatakan sepeda listrik tidak diizinkan, tetapi aturannya tidak dipatuhi.
Menurut Times Indonesia (Mei 2026), peraturan kabupaten masih melarang sepeda listrik kecuali untuk keperluan seperti air bersih dan klinik, dan Komisi DPRD kabupaten mendorong revisi agar diizinkan dengan batas jumlah. Karena aturan dan kenyataannya tidak sejalan, wisatawan tidak punya banyak alasan untuk menyewanya. Sepeda biasa dan berjalan kaki sudah cukup untuk berkeliling pulau.
Perlukah menyewa sepeda? Harga, jalan berpasir, dan yang perlu dicek
Untuk bergerak di dalam pulau, sepeda adalah pilihan yang paling praktis. Lonely Planet (diperbarui Juli 2026) menyebut sewa sepeda Rp50.000–100.000 per hari, banyak hotel menyewakannya, tempat sewa ada di mana-mana, dan ada juga yang menyewakan per jam. Situs perjalanan tiket.com (diperbarui Juni 2026) menyebut sekitar Rp50.000 per hari di Gili Trawangan.
Jalannya datar, tetapi belum tentu nyaman dilalui. Menurut Lonely Planet, jalannya berupa beton sempit atau pasir dan tanah, di beberapa bagian rusak dan berlubang. Di sisi timur laut Gili Trawangan ada bentangan pasir lembut sepanjang sekitar 45 m tempat sepeda harus dipanggul.
Saat menyewa, Lonely Planet menyarankan untuk memeriksa ban, mencoba mengendarainya sebentar untuk mengecek rem dan gigi, dan bila bisa memilih sepeda yang ada lampunya. Kalau menyewa di penginapan sendiri, Anda tidak perlu mengembalikannya ke toko lain sebelum check-out.
Untuk perkiraan waktu, mengelilingi Gili Trawangan dengan sepeda memakan sekitar 1 jam (Kementerian Pariwisata). tiket.com (diperbarui Juni 2026) juga menyebut keliling pulau sekitar 7 km, sekitar 1 jam dengan sepeda dan sekitar 2 jam berjalan kaki, dan menulis bahwa Anda akan sering berhenti untuk berfoto. Waktu bersepeda keliling Gili Air dan Gili Meno tidak dapat kami pastikan dari sumber resmi.
Berapa lama kalau berjalan kaki? Waktu keliling tiap pulau
Ketiga pulau punya jalan di tepi pantai yang mengelilingi pulau. Menurut Lonely Planet, berjalan kaki keliling pulau memakan sekitar 2 jam di Gili Trawangan dan masing-masing sekitar 1 jam di Gili Air dan Gili Meno. Gili Eco Trust, lembaga pelestarian lingkungan yang bekerja di Gili, menyebut hampir semua hotel, hostel, dan resor di Gili Trawangan dapat dicapai dengan berjalan kaki kurang dari 20 menit.
Situs panduan wisata Wikivoyage menyarankan memakai tabir surya dan menghindari jam-jam terpanas di siang hari bila berkeliling dengan berjalan kaki.
Gambar: Perkiraan waktu mengelilingi tiga pulau Gili
Berapa tarif cidomo (kereta kuda)? Yang perlu disepakati sebelum naik, dan soal kudanya
Cidomo adalah gerobak kecil yang ditarik kuda dan merupakan angkutan umum tradisional di pulau ini. Cidomo mengangkut barang warga, juga wisatawan beserta bawaannya (Lonely Planet). Situs resmi Kementerian Pariwisata menyebut satu cidomo memuat paling banyak 3 orang dan berkeliling Gili Trawangan memakan waktu sekitar 30 menit. Menurut Lonely Planet, kudanya memakai lonceng sehingga terdengar saat mendekat.
Di Gili, kuda juga ditunggangi di sepanjang pantai, terutama sore hari. Harga, jam berkuda, batas usia dan berat badan, serta hal yang perlu dilihat soal perlakuan operator terhadap kudanya kami bahas dalam panduan berkuda di Gili.
Daftar tarif resmi tidak dapat kami temukan. Contoh yang dapat dipastikan ada di tabel berikut. Lonely Planet menyebut paling sedikit Rp100.000 dan menyarankan menyepakati harga sebelum berangkat. Dari wawancara detikBali (Oktober 2022) dengan kusir di Gili Trawangan, jarak pendek dari pelabuhan ke penginapan Rp100.000–150.000, dan keliling pulau untuk 3 orang Rp350.000. Untuk Gili Meno, detikBali (Desember 2024) memberitakan tarif cidomo Rp20.000–50.000 tergantung tujuan, untuk menuju penginapan dari pelabuhan atau berkeliling pulau.
← Tabel dapat digeser ke samping
| Pilihan | Kisaran tarif | Sumber |
|---|---|---|
| Sewa sepeda | Rp50.000–100.000 per hari | Lonely Planet (Juli 2026), tiket.com (Juni 2026) |
| Cidomo (Trawangan) | Paling sedikit Rp100.000. Pelabuhan ke penginapan Rp100.000–150.000, keliling pulau 3 orang Rp350.000 | Lonely Planet (Juli 2026), detikBali (Oktober 2022) |
| Cidomo (Meno) | Ke penginapan atau keliling pulau Rp20.000–50.000 (tergantung tujuan) | detikBali (Desember 2024) |
| Skuter listrik | Rp250.000–350.000 per hari. Pada dasarnya dilarang menurut peraturan kabupaten | Lonely Planet (Juli 2026), Times Indonesia (Mei 2026) |
| Jalan kaki | Gratis | – |
Contoh yang dapat dipastikan per Oktober 2026. Tarif cidomo berubah menurut jumlah orang, jarak, dan barang bawaan, dan daftar tarif resmi tidak dapat kami temukan.
Perlakuan terhadap kuda cidomo sudah lama diperdebatkan. Gili Eco Trust menyebut beberapa masalahnya: tidak ada dokter hewan yang menetap di pulau, kusir kesulitan membayar pakan dan biaya pengobatan, dan sedikitnya tukang ladam (pemasang tapal kuda) yang terampil. Lonely Planet menyebut perawatan kuda sudah jauh membaik sejak 2015 berkat pelatihan perawatan dan klinik gratis dari lembaga nirlaba Horses of Gili dan Gili Eco Trust.
Bila ingin naik, ada hal yang bisa dilakukan wisatawan. Lonely Planet menyarankan muatan cukup 2 orang beserta barangnya (lebih sedikit dari “paling banyak 3 orang” versi Kementerian Pariwisata). Blog resor BASK Gili Meno (April 2026) menyarankan melihat kondisi kuda, gerobak, dan kusirnya sebelum naik, membayar harga yang wajar tanpa menawar terlalu keras, dan tidak memberi makan kuda, terutama yang manis. Napas berat, banyak air liur, tulang rusuk yang menonjol, dan luka karena tali kekang yang tidak pas disebut sebagai tanda kuda sedang tidak sehat. Untuk jarak pendek, berjalan kaki juga bisa jadi pilihan.
Bagaimana pindah antarpulau? Jadwal dan tarif perahu antarpulau
Di antara ketiga pulau ada perahu umum berjadwal (island hopper), 2 kali sehari untuk tiap arah. Tabel berikut adalah jadwal yang dicek langsung oleh situs panduan wisata Bali Untold pada Desember 2023, dan jam keberangkatan yang dicantumkan Lonely Planet (diperbarui Juli 2026), yaitu Gili Air 8.30 dan 15.00, Gili Meno 8.45 dan 15.15, Gili Trawangan 9.30 dan 16.00, juga sama. Lama perjalanan sekitar 15 menit ke pulau sebelah, dan sekitar 30 menit antara Gili Trawangan dan Gili Air dengan singgah di Gili Meno (Bali Untold).
← Tabel dapat digeser ke samping
| Keberangkatan | Gili Air | Gili Meno | Gili Trawangan |
|---|---|---|---|
| Pagi, Air ke Trawangan | Berangkat 8.30 | 8.45 | Tiba 9.00 |
| Pagi, Trawangan ke Air | Tiba 10.00 | 9.45 | Berangkat 9.30 |
| Sore, Air ke Trawangan | Berangkat 15.00 | 15.15 | Tiba 15.30 |
| Sore, Trawangan ke Air | Tiba 16.30 | 16.15 | Berangkat 16.00 |
Jadwal dari Bali Untold (catatan Desember 2023), sama dengan jam keberangkatan yang dicantumkan Lonely Planet (diperbarui Juli 2026). Jadwal bisa berubah karena cuaca atau operator, jadi pastikan di loket pelabuhan sehari sebelumnya.
Tarifnya sedikit berbeda antarsumber. Lonely Planet menyebut Rp35.000–40.000, Bali Untold (Desember 2023) Rp40.000–45.000 tergantung rute, dan papan tarif Gili Air yang dimuat Wikivoyage (Juni 2024) mencantumkan Rp40.000 ke Gili Meno dan Rp45.000 ke Gili Trawangan.
Tiket dibeli di loket pelabuhan di tiap pulau, dan Lonely Planet menyarankan datang lebih awal ke loket saat musim ramai. Bali Untold menulis bahwa loket di Gili Trawangan ada di seberang perusahaan kapal cepat Eka Jaya. Bali Untold juga menyebut, di luar tarif perahu, ada retribusi pelabuhan sekitar Rp10.000 atau Rp20.000 per orang tergantung pulaunya, jadi siapkan uang tunai pecahan kecil.
Soal kapal cepat, sumbernya berbeda pendapat. Lonely Planet menyebut kapal cepat Rp85.000 sekali jalan berangkat setiap 30–45 menit antara sekitar pukul 8.00 dan 17.00, lebih dari 8 kali sehari. Papan tarif Gili Air di Wikivoyage (Juni 2024) juga mencantumkan kapal cepat Rp85.000 ke tujuan mana pun. Sebaliknya, Bali Untold menulis bahwa per Desember 2023 informasi kapal cepat yang dulu berangkat hampir setiap jam tidak bisa ditemukan lagi, dan mungkin sudah tidak beroperasi. Jadwal resmi dari operator tidak dapat kami pastikan, jadi tanyakan di loket pelabuhan atau penginapan sehari sebelumnya.
Bila jadwalnya tidak cocok, Anda bisa mencarter perahu. Tidak ada harga tetap, jadi harus ditawar. Bali Untold memberi contoh rombongan 5 orang yang membayar Rp50.000 per orang (Gili Trawangan ke Gili Meno) dan Rp100.000 per orang (Gili Meno ke Gili Air), sambil menulis bahwa mereka tidak tahu apakah harga itu wajar. Perahu carter bisa menurunkan penumpang di pantai selain pelabuhan, cocok untuk penginapan yang jauh dari pelabuhan.
Dengan jadwal perahu umum, Anda juga bisa berkunjung sehari ke pulau lain. Misalnya, bila menginap di Gili Trawangan, naik perahu pukul 9.30 ke Gili Meno akan tiba pukul 9.45, lalu kembali dengan perahu pukul 15.15 dan tiba di Gili Trawangan pukul 15.30. Meski pulau-pulaunya tampak dekat, jangan berenang menyeberang (lihat catatan di bawah).
Bagaimana membawa koper dari pelabuhan ke penginapan?
Setelah tiba di pulau, Anda bisa berjalan kaki, naik cidomo, atau meminta jemputan atau porter dari penginapan. Kalau barang bawaan ringan dan penginapan dekat pelabuhan, Anda bisa berjalan kaki. Namun, sebagian jalan berupa pasir atau tanah, dan roda kecil koper sulit ditarik di jalan seperti itu.
Pada hari ketika barang bawaan berat, hujan, atau Anda tiba setelah gelap, cidomo atau jemputan penginapan lebih memudahkan. Menurut blog BASK Gili Meno, cidomo memuat 2 orang di tempat duduk dan barang diletakkan di rak kecil di belakang. Di Gili Meno, semua perahu umum merapat di sisi timur pulau, dan situs resmi BASK menyebutkan bahwa dari sana tamu perlu naik kereta kuda ke resor. Sebagai alternatif kereta kuda, blog BASK juga menyebut meminta porter melalui meja aktivitas resor untuk mengangkut barang, atau memakai troli kecil untuk bagian terakhir. Layanan seperti ini berbeda di tiap penginapan.
Jika Anda terbang ke Lombok, panduan dari Bandara Lombok ke Gili kami membahas perjalanan darat ke Pelabuhan Bangsal, cara membeli tiket di pelabuhan, tarif perahu umum dan kapal cepat, serta apa yang bisa dilakukan jika Anda mendarat malam hari.
Karena itu, ada 3 hal yang perlu ditanyakan ke penginapan saat memesan: di dermaga mana Anda akan tiba, berapa menit berjalan kaki dari sana, dan apakah bisa minta jemputan atau bantuan membawa barang (termasuk biayanya). Bila menginap di 2 pulau, pada hari pindah Anda akan mengulang urutan penginapan ke pelabuhan, perahu, pelabuhan ke penginapan sebanyak 2 kali. Perahu umum hanya ada pagi dan sore, jadi sesuaikan dengan jam check-out.
Gambar: Dari pelabuhan ke penginapan
Yang perlu diperhatikan saat bergerak di malam hari
Jalan di Gili gelap pada malam hari. Lonely Planet menyebut hampir tidak ada lampu jalan dan menyarankan membawa senter bila berjalan setelah gelap. Lonely Planet juga menulis bahwa skuter listrik tidak bersuara sehingga sulit disadari saat mendekat dari belakang. Kuda cidomo memakai lonceng, jadi menepilah bila mendengar suaranya.
Menurut tiket.com (diperbarui Juni 2026), perahu umum dari Pelabuhan Bangsal di Pulau Lombok ke Gili beroperasi pukul 7.00–17.00 dan berangkat bila sudah penuh. Bila Anda akan tiba larut, atur jemputan dari pelabuhan dengan penginapan sebelumnya. Panduan Pelabuhan Bangsal di bagian akhir artikel ini membahas pelabuhan di sisi Lombok.
Perhatian
- Jangan berenang antarpulau: meski tampak dekat, arusnya kuat dan banyak perahu lalu lalang (Bali Untold).
- ✓Sudahkah Anda menanyakan ke penginapan dermaga tempat tiba, berapa menit berjalan kaki, serta ada tidaknya jemputan atau bantuan membawa barang dan biayanya?
- ✓Sudahkah Anda menyiapkan senter untuk jalan yang gelap, serta uang tunai pecahan kecil untuk perahu dan cidomo?
- ✓Pada hari pindah pulau, sudahkah jam check-out disesuaikan dengan jadwal perahu umum (pagi dan sore)?
Catatan dari Sekotong
Bila setelah Gili Anda kembali ke Pulau Lombok atau Bali, titipkan koper besar di penginapan tujuan kembali, lalu bawa ke Gili hanya barang secukupnya untuk beberapa malam dalam tas kecil. Naik turun di dermaga dan melewati jalan berpasir akan jauh lebih mudah. Menurut tiket.com, di sekitar Pelabuhan Bangsal juga ada tempat penitipan barang.
Siapa yang cocok dan tidak cocok dengan cara bergerak di Gili
Bagi yang membawa banyak barang atau tidak kuat berjalan jauh, perjalanan dari pelabuhan ke penginapan sudah menjadi beban tersendiri. Perahu umum antarpulau hanya 2 kali sehari, jalan gelap di malam hari, dan sebagian orang mungkin enggan naik cidomo karena memikirkan kudanya. Bila kemudahan transportasi menjadi prioritas, menginap di Bali atau Pulau Lombok yang bisa dijelajahi dengan mobil lebih cocok.
Sebaliknya, Gili cocok bagi yang bisa membawa barang secukupnya dan tidak keberatan berkeliling dengan sepeda dan berjalan kaki. Pulaunya kecil, jadi tidak banyak waktu habis untuk berpindah antara pantai, tempat makan, dan titik menonton matahari terbenam.
Sebagai pilihan lain selain tiga Gili, di lepas pantai Sekotong, Lombok barat daya, juga ada pulau-pulau kecil yang tenang yang disebut Gili Selatan. Sekotong berjarak sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok dan sekitar 40 menit dari Pelabuhan Lembar. Kami mengelola kafe pantai dan usaha lain bersama warga Sasak setempat di sebuah desa nelayan di Sekotong. Untuk memilih antara suasana ramai dan tenang, lihat perbandingan tiga Gili dan Gili Selatan, dan untuk pulau-pulaunya, lihat panduan pulau-pulau Gili Selatan di lepas Sekotong.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Bolehkah memakai sepeda listrik atau skuter listrik?
Ada yang menyewakannya, tetapi menurut berita Mei 2026, peraturan kabupaten melarang sepeda listrik kecuali untuk keperluan tertentu. Kami menyarankan sepeda biasa.
T. Berapa tarif cidomo (kereta kuda)?
Daftar tarif resmi tidak dapat kami temukan. Di Gili Trawangan paling sedikit Rp100.000, dengan contoh Rp100.000–150.000 dari pelabuhan ke penginapan; di Gili Meno ada contoh Rp20.000–50.000 tergantung tujuan. Sebutkan jumlah orang dan barang, lalu sepakati total harga sebelum naik.
T. Bisakah berkunjung sehari ke pulau lain?
Bisa. Perahu umum antarpulau ada 1 kali pagi dan 1 kali sore untuk tiap arah (Bali Untold Desember 2023, Lonely Planet Juli 2026). Dari Gili Trawangan ke Gili Meno, Anda bisa berangkat pukul 9.30 dan kembali dengan perahu pukul 15.15. Pastikan jadwalnya di pelabuhan sehari sebelumnya.
T. Apakah boleh membawa koper?
Boleh, tetapi sulit ditarik di jalan pasir dan tanah. Lebih mudah memakai jemputan penginapan atau cidomo, atau menitipkan barang besar di penginapan di Pulau Lombok atau Bali sebelum menyeberang.
Ringkasan
Di ketiga pulau Gili, orang bergerak dengan berjalan kaki, bersepeda, atau naik cidomo (kereta kuda). Menurut aturan, sepeda listrik pada dasarnya dilarang. Tarif cidomo sangat berbeda menurut pulau dan jarak, jadi sepakati total harga sebelum naik.
Antarpulau, ada perahu umum pagi dan sore (sekitar Rp35.000–45.000), kapal cepat (Rp85.000 menurut Lonely Planet, diperbarui Juli 2026), atau perahu carter. Untuk koper, tanyakan ke penginapan sebelum memesan: dermaga tempat tiba, jarak ke penginapan, dan ada tidaknya jemputan. Tarif dan jadwal bisa berubah, jadi pastikan di loket pelabuhan atau penginapan sehari sebelumnya.
Baca juga
- Panduan Pelabuhan BangsalPelabuhan di Pulau Lombok tempat perahu umum ke Gili berangkat
- Panduan lengkap Kepulauan GiliPerbedaan Trawangan, Air, dan Meno, serta cara memilihnya
- Panduan Gili TrawanganCara ke sana, perbedaan tiap kawasan, dan hal yang perlu diwaspadai

SEMELAR BEACH VILLAGE
Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.
Sumber artikel ini
- Lonely Planet, “Getting around the Gili Islands” (diperbarui 7 Juli 2026)https://www.lonelyplanet.com/articles/getting-around-gili-islands
- Situs resmi Kementerian Pariwisata, “Lombok – Gili Trawangan and the Gilis” (larangan mobil dan sepeda motor, cidomo maksimal 3 orang)https://www.indonesia.travel/us-en/destination/bali-nusa-tenggara/west-nusa-tenggara/lombok—gili-trawangan-and-the-gilis
- Situs resmi Kementerian Pariwisata, “Gili Trawangan” (keliling sekitar 1 jam dengan sepeda)https://www.indonesia.travel/gb/en/travel-ideas/adventure/gili-trawangan/
- Bali Untold, “Travel between the Gilis” (catatan Desember 2023, perahu antarpulau)https://baliuntold.com/destinations/gili-islands/travel-between-the-gilis/
- Wikivoyage, “Gili Islands” (papan tarif perahu Gili Air, Juni 2024; saran berjalan kaki)https://en.wikivoyage.org/wiki/Gili_Islands
- tiket.com, “Gili Trawangan 2026 Panduan Lengkap” (diperbarui 19 Juni 2026)https://www.tiket.com/id-id/stories/top-facts/gili-trawangan-panduan-wisata
- Gili Eco Trust, “Animal Welfare” (masalah kuda cidomo; sebagian besar penginapan kurang dari 20 menit berjalan kaki)https://www.giliecotrust.com/animal-welfare
- Blog BASK Gili Meno, “Cidomos on Gili Meno” (23 April 2026)https://baskgilimeno.com/blog/cidomos-gili-meno-ethical
- Situs resmi BASK Gili Meno, “Contact / Find us” (perahu umum merapat di sisi timur pulau)https://baskgilimeno.com/contact-find-us/
- detikBali, “Kisah Kusir Cidomo Bertahan di Tengah Hiruk Pikuk Gili Trawangan” (10 Oktober 2022, tarif cidomo)https://www.detik.com/bali/nusra/d-6338232/kisah-kusir-cidomo-bertahan-di-tengah-hiruk-pikuk-gili-trawangan
- detikBali, “Itinerary 2 Hari 1 Malam di Gili Meno” (7 Desember 2024, tarif cidomo di Gili Meno)https://www.detik.com/bali/wisata/d-7675992/itinerary-2-hari-1-malam-di-gili-meno-lombok-yuk-rencanakan-liburanmu
- detikBali, “Seratusan Sepeda Listrik di Gili Trawangan Disita Warga” (2 Maret 2024)https://www.detik.com/bali/nusra/d-7221581/seratusan-sepeda-listrik-di-gili-trawangan-disita-warga
- detikBali, “Kala Dishub Angkat Tangan Seusai Sweeping Sepeda Listrik di Gili Trawangan” (3 Maret 2024, pernyataan Kepala Dinas Perhubungan)https://www.detik.com/bali/nusra/d-7222444/kala-dishub-angkat-tangan-seusai-sweeping-sepeda-listrik-di-gili-trawangan
- Koran Jakarta (berita Antara), “Pemkab Lombok Utara Tertibkan Sepeda Listrik di Gili Trawangan” (20 Juni 2023)https://koran-jakarta.com/2023-06-20/pemkab-lombok-utara-tertibkan-sepeda-listrik-di-gili-trawangan
- Times Indonesia, “Komisi II DPRD KLU Dorong Regulasi Sepeda Listrik di Gili Matra” (4 Mei 2026)https://timesindonesia.co.id/peristiwa-daerah/588569/komisi-ii-dprd-klu-dorong-regulasi-sepeda-listrik-di-gili-matra
- Good News from Indonesia, “Gili Trawangan, Surga Wisata yang Tenang tanpa Kendaraan Bermotor” (9 Juli 2026, aturan adat desa)https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/07/09/gili-trawangan-surga-wisata-yang-tenang-tanpa-kendaraan-bermotor
