“Saya ingin ke Desert Point, tetapi adakah tempat menginap di dekatnya?” “Apa bedanya menginap tepat di depan ombak dengan datang dari bagian lain Sekotong atau dari pulau-pulau Gili selatan?” Bila Anda mencari jawabannya, yang banyak muncul hanyalah daftar “hotel terdekat” di situs pemesanan dan informasi ombak.
Singkatnya, tempat menginap terbagi menjadi tiga jenis: penginapan sederhana tepat di depan ombak, penginapan di daratan Sekotong, dan penginapan di pulau-pulau Gili selatan. Hari ketika ombak pecah terbatas dan hari menunggu cenderung panjang, jadi Anda memilih antara dekat dengan ombak atau nyaman selama menunggu. Penginapan di depan ombak kebanyakan berupa pondok yang hanya buka pada musimnya. Bila fasilitas dan makanan penting bagi Anda, yang realistis adalah menginap di daratan atau di pulau, lalu berangkat pada hari ketika ada prakiraan swell.
Kami tidak menemukan penginapan di sekitar Desert Point yang dapat dipastikan lewat situs resminya, jadi nama dan tarif penginapan tidak kami tulis. Artikel ini merangkum cara memilih dan hal yang perlu dipastikan sebelum memesan. Artikel ini ditulis untuk peselancar berpengalaman dan orang yang ikut bersama mereka. Ombak ini bukan untuk Anda yang baru mulai berselancar.
Informasi per Oktober 2026
Yang dibahas di artikel ini
- ✓Di mana Desert Point (Bangko-Bangko) dan jalan mana yang dilalui
- ✓Kapan ombak datang, dan mengapa hari menunggu cenderung panjang
- ✓Tiga jenis tempat menginap (di depan ombak, daratan Sekotong, pulau Gili selatan) beserta kekurangan masing-masing
- ✓Cara pendamping yang tidak berselancar menghabiskan waktu
- ✓Hal yang perlu dipastikan sebelum memesan penginapan
Kesimpulan
Bila kedekatan dengan ombak yang utama, pilih penginapan sederhana di depan ombak (banyak yang tutup di luar musim, dan kami tidak menemukan yang dapat dipastikan lewat situs resmi). Bila makanan dan fasilitas selama hari menunggu, serta kegiatan pendamping, lebih penting, menginaplah di daratan Sekotong atau di pulau Gili selatan, lalu berangkat pada hari ketika ada prakiraan swell (Oktober 2026).
Di mana letak Desert Point?
Desert Point berada di ujung barat daya Pulau Lombok, di kawasan yang oleh warga setempat disebut Bangko-Bangko. Jadesta milik Kementerian Pariwisata mencantumkan lokasinya sebagai “Dusun Bangko Bangko, Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong”, yaitu sebuah dusun di Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat. Pantainya sekitar 1 km, dan nama “Desert” (gurun) disebut berasal dari pemandangannya yang kering dan gersang.
Menurut media lingkungan Mongabay Indonesia (Oktober 2021), kawasan Bangko-Bangko adalah kawasan lindung seluas 2.169 hektare yang ditetapkan sebagai Taman Wisata Alam pada 1992, dan sekitar 60 keluarga tinggal di kampung nelayan di teluknya. Mercusuarnya menjadi penanda “titik nol kilometer” Pulau Lombok. Tempat ini lebih tepat disebut teluk nelayan dan kawasan lindung yang kebetulan punya ombak, bukan tempat wisata.
Dari Mataram, ibu kota provinsi, Jadesta dan Koran Jakarta (November 2025) sama-sama menyebut sekitar 2 jam dengan mobil (jaraknya ditulis berbeda, 50 km dan 73 km). Dari Kuta Lombok, Surf Indonesia menyebut sekitar 2,5 jam dengan mobil, sedangkan panduan spot selancar Lombok kami, berdasarkan keterangan LMBK Surf House, menyebut 3–4 jam. Di peta terlihat dekat, tetapi jalannya memutar jauh.
Lewat jalan mana dari bandara atau Pelabuhan Lembar?
Tidak ada transportasi umum, jadi pada dasarnya Anda naik mobil. Dari Bandara Internasional Lombok, atau dari Pelabuhan Lembar tempat feri umum dari Bali tiba, Anda melewati Lembar lalu menyusuri jalan pesisir Sekotong ke arah barat. Situs resmi pariwisata Indonesia menyebut jalan ini melewati Desa Pelangan. Menurut Travelfish, perahu ke Gili Gede berangkat dari Tembowong, dekat Pelangan.
Lebih jauh ke barat, menurut Travelfish, jalan masuk ke pedalaman dan menjadi jalan tanah, lalu bercabang dua: ke kanan menuju kampung nelayan Bangko-Bangko, ke kiri menuju Desert Point. Artikel spot selancar kami menyarankan mobil berpenggerak empat roda karena bagian akhirnya belum diaspal.
Pada November 2025, Pemerintah Kabupaten Lombok Barat mengumumkan rencana mengaspal sekitar 15 km jalan tanah dari Dusun Selegong sampai pertigaan Bangko-Bangko (Koran Jakarta, Good News From Indonesia). Apakah pekerjaannya sudah selesai, tidak dapat kami pastikan.
Gambar: Urutan jalan ke Desert Point (urutan tempat, bukan peta)
Cara dari bandara ke Sekotong kami bandingkan di Cara ke Sekotong dari Bandara Lombok. Waktu tempuh dari bandara atau dari Sekotong ke Desert Point tidak dapat kami pastikan dari sumber, jadi tanyakan kepada sopir saat Anda memesan mobil.
Kapan ombak datang, dan berapa lama Anda harus siap menunggu?
Musim ombaknya adalah musim kemarau. Keterangan tiap sumber berbeda: The Surf Atlas menyebut swell paling kuat pada Mei–Agustus, Indonesian Surf Guide dan Mondo Surf menyebut Mei–Oktober, dan Surf Bugle (Juni 2024) menyebut Mei–September. Jadesta dan situs resmi pariwisata Indonesia menyebut Juli–Agustus sebagai masa yang paling dinanti. Untuk Lombok secara umum, musim hujan berlangsung November–Maret dan musim kemarau April–Oktober.
Hari ketika ombak datang tidak banyak. The Surf Atlas menulis bahwa ombak ini hanya pecah saat air surut dan nyaris hilang saat pasang. Surf Bugle menulis bahwa ombak baru pecah bila swell besar dari barat daya bertemu dengan waktu pasang surut yang hanya ada beberapa hari dalam sebulan. Mondo Surf dan Indonesian Surf Guide juga menulis bahwa Anda bisa menunggu berhari-hari sampai kondisinya pas.
Ombak ini pecah di atas karang yang dangkal dan tajam, dan The Surf Atlas menyebutnya “khusus ahli”. Soal keramaian, penilaiannya berbeda: Indonesian Surf Guide dan Surf Bugle menyebut ramai, sedangkan Mondo Surf menyebut sepi.
Yang penting saat memilih penginapan adalah bahwa jumlah hari menunggu cenderung lebih banyak daripada hari berselancar. Apa yang Anda makan dan di mana Anda menghabiskan hari menunggu menjadi inti pilihan penginapan.
Tempat menginap terbagi menjadi jenis apa saja?
Cara menginap orang yang datang ke Desert Point terbagi menjadi tiga jenis besar.
Pertama, penginapan sederhana tepat di depan ombak. Surf Indonesia menulis bahwa di Desert Point ada beberapa penginapan sederhana, kebanyakan berupa pondok, yang bisa dipesan setelah tiba. Surf Bugle (Juni 2024) menyebut ada losmen di Bangko-Bangko, dan kini makin banyak yang bersih dan nyaman dibanding dulu. Mongabay (2021) menggambarkan warga setempat yang menyediakan tiga kamar bungalo dan sebuah berugak.
Sebaliknya, Travelfish menulis bahwa pada musimnya Anda bisa menginap di depan ombak, tetapi di luar musim sebagian besar tutup. Kelebihan jenis ini adalah mudah turun ke laut tepat pada waktu surut yang singkat.
Soal berkemah, Surf Europe (April 2013) memberitakan bahwa dulu peselancar yang berkemah di sana pernah diserang di tengah keributan setempat, dan sejak itu pilihan menginap di pantai makin berkurang. Kondisi keamanan saat ini tidak dapat kami pastikan. Lebih aman tidak merencanakan berkemah dengan tenda.
Kedua, penginapan di daratan Sekotong. Di sepanjang pesisir Sekotong ada resor, vila, dan guesthouse. The Surf Atlas menyarankan menginap di Kuta Lombok atau di guesthouse sepanjang jalan, lalu berangkat bila ada kabar swell kuat dari selatan sampai barat daya. Penginapan di daratan dan di pulau yang dapat kami pastikan lewat situs resminya kami rangkum di hotel dan vila Sekotong.
Ketiga, penginapan di pulau-pulau Gili selatan. Di Gili Gede dan Gili Asahan di lepas pantai Sekotong ada penginapan, dan The Surf Atlas memberi contoh menyeberang ke Desert Point dengan perahu nelayan setempat dari penginapan di pulau kecil lepas pantai. Travelfish menulis bahwa salah satu penginapan di Desert Point berada hampir tepat di seberang dermaga perahu ke sebuah penginapan di Gili Asahan. Namun, waktu tempuh dan tarif perahu dari pulau tidak dapat kami pastikan.
Gambar: Tiga jenis tempat menginap di sekitar Desert Point
Selain itu, ada juga yang menginap di Kuta Lombok dan hanya berangkat dengan mobil pada hari ada prakiraan, dan ada yang datang menyeberang laut dari sisi Bali. Koran Jakarta (November 2025), mengutip Bupati Lombok Barat, memberitakan bahwa wisatawan mancanegara datang ke Bangko-Bangko setiap hari, dan banyak di antaranya datang dari Nusa Penida di Bali yang letaknya dekat.
Listrik, air, makanan, jalan, dan uang tunai: seberapa repot?
Informasi resmi tentang fasilitas penginapan di depan ombak hampir tidak ada. Di halaman Jadesta, kolom fasilitas tertulis “Tidak tersedia”, dan kondisi listrik, air, serta sinyal ponsel tidak dapat kami pastikan. Mongabay (2021) menyampaikan harapan warga agar pemerintah menyediakan air bersih dan jalan.
Perhatian
- Siapkan uang tunai di perjalanan: tempat menarik uang di dekat Desert Point tidak dapat kami pastikan. Di Gili Gede, pulau Gili selatan, juga tidak ada ATM. Siapkan uang yang Anda perlukan di bandara atau di sekitar Mataram sebelum berangkat.
- Makan di penginapan atau bawa sendiri: ada tidaknya makanan di penginapan depan ombak berbeda-beda. Saat memesan, pastikan apakah makanan disediakan dan bagaimana air minumnya.
- Tempuh jalan sebelum gelap: bagian akhirnya belum diaspal dan disebut mudah berlumpur setelah hujan (artikel spot selancar kami). Hindari perjalanan malam dan rencanakan tiba saat masih terang.
- Rumah sakit jauh bila cedera: rumah sakit dengan layanan lengkap terpusat di Mataram. Bawa sepatu karang dan perlengkapan P3K, dan gunakan asuransi perjalanan.
Penginapan di daratan Sekotong dan di pulau Gili selatan banyak yang fasilitasnya lebih lengkap daripada di depan ombak, tetapi Anda perlu menempuh perjalanan ke ombak setiap kali.
Bagaimana pendamping yang tidak berselancar menghabiskan waktu?
Bila pendamping Anda tidak turun ke laut, kegiatan di penginapan depan ombak terbatas. The Surf Atlas menulis bahwa tempat ini cocok untuk menonton pada hari ombak pecah, dan situs resmi pariwisata Indonesia memperkenalkan matahari terbenam serta pemandangan Bali dan Nusa Penida di kejauhan pada hari cerah. Selain itu, tidak banyak yang bisa dilakukan.
Bila pendamping akan menghabiskan beberapa hari, menginap di daratan Sekotong atau di pulau Gili selatan lebih cocok. Ada snorkeling di perairan dangkal sekitar pulau, keliling pulau dengan perahu, dan Pantai Mekaki di Desa Pelangan, sehingga hari menunggu pun tetap ada kegiatannya. Perbedaan pulau-pulau Gili selatan juga kami bahas di panduan Gili Gede.
Bangko-Bangko adalah kampung nelayan di dalam Taman Wisata Alam. Saat berjalan di kampung, kenakan pakaian yang sopan dan jangan mengganggu pekerjaan nelayan.
Apa yang perlu dipastikan sebelum memesan penginapan?
Daftar “hotel terdekat” di situs pemesanan juga memuat penginapan yang letaknya jauh. Jangan memutuskan hanya dari posisi di peta; tanyakan hal-hal berikut langsung kepada penginapan.
- ✓Cara dan waktu tempuh dari penginapan ke Desert Point (mobil atau perahu, berapa menit sekali jalan, siapa yang menanggung biayanya)
- ✓Apakah buka pada tanggal Anda menginap (banyak yang tutup di luar musim)
- ✓Jam listrik menyala, air, sinyal ponsel, dan Wi-Fi
- ✓Apakah ada makanan, atau ada tempat makan di dekatnya
- ✓Ada tidaknya jemputan dari bandara atau Pelabuhan Lembar, dan perkiraan jam tiba
- ✓Apakah pembayaran hanya tunai, atau bisa dengan kartu
- ✓Apakah bisa menambah malam bila ombak tidak datang, atau pulang lebih cepat
Seperti yang kami tulis di artikel spot selancar, besar retribusi masuk Taman Wisata Alam yang benar-benar ditagih tidak dapat kami pastikan dari informasi publik. Siapkan uang tunai dengan anggapan Anda akan ditagih, dan tanyakan dulu kepada sopir atau penginapan.
Catatan dari Sekotong
Di Sekotong, letak penginapan dan pelabuhan di Google Maps kadang tidak sama dengan pintu masuk sebenarnya. Setelah memesan, pastikan lewat pesan letak penginapan yang tepat dan sampai mana mobil bisa masuk, supaya Anda tidak tersesat pada hari kedatangan. Untuk perjalanan menunggu ombak, sisakan satu hari cadangan sebelum hari penerbangan pulang, agar Anda tidak terburu-buru bila ombak bagus justru datang pada hari terakhir.
Kekurangan menginap dekat Desert Point, dan siapa yang cocok
Sekitar Desert Point bukan tempat yang mudah untuk menginap. Tidak ditemukan penginapan yang dapat dipastikan secara resmi, banyak yang tutup di luar musim, dan kondisi listrik serta air sulit diketahui sebelumnya. Bila Anda baru mulai berselancar, atau sedang berlibur bersama keluarga yang sebagian besar tidak turun ke laut, kawasan lain seperti sekitar Kuta di Lombok selatan lebih cocok.
Meski begitu, bila Anda menikmati menghabiskan hari menunggu di laut kampung nelayan yang tenang, kawasan Sekotong layak dipertimbangkan sebagai tempat tinggal. Kami, Semelar Beach Village, menjalankan kafe pantai (SAKURA CAFE, pukul 10.00–22.00, tutup hari Senin), pasar, dan beach club bersama warga Sasak setempat di sebuah desa nelayan di Sekotong. Desa kami sekitar 1 jam 10 menit dengan mobil dari Bandara Internasional Lombok, dan sekitar 40 menit dari Pelabuhan Lembar.
Tiga belas vila pribadi kami sedang dibangun, dan unit pertama direncanakan selesai pada awal 2027 (rencana per Agustus 2026). Yang saat ini bisa dipesan adalah program menginap 4 hari 3 malam sampai 6 hari 5 malam (Rp4.800.000 per orang, termasuk antar-jemput bandara, transportasi selama tinggal, pemandu, makan malam sambutan, dan pijat; tiket pesawat dan akomodasi tidak termasuk). Bila Anda memikirkan kegiatan selain ombak, misalnya keliling pulau untuk pendamping, lihat juga Gili selatan di lepas pantai Sekotong.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Apakah Desert Point dan Bangko-Bangko tempat yang sama?
Keduanya merujuk ke kawasan yang sama. Situs resmi pariwisata Indonesia menyebutnya “Bangko-Bangko, yang umumnya dikenal sebagai Desert Point”. Setelah simpang, jalan ke kampung nelayan dan ke titik selancar terpisah.
T. Apakah penginapan di depan ombak bisa dipesan sebelumnya?
Surf Indonesia menulis bahwa kebanyakan berupa pondok yang bisa dipesan setelah tiba. Bila Anda mencari setelah tiba, tentukan dulu tempat menginap di daratan untuk berjaga-jaga bila tidak ada kamar kosong.
T. Berapa malam sebaiknya saya rencanakan?
Kami tidak menemukan sumber yang menyebut jumlah hari tertentu. Beberapa panduan selancar menulis bahwa Anda bisa menunggu beberapa hari. Beri kelonggaran pada jumlah malam, atau pilih penginapan yang memungkinkan Anda menambah malam.
T. Apakah ada gunanya pemula menginap di Desert Point?
Bila tujuannya berselancar, tidak ada. Untuk berlatih, pilih Lombok selatan yang punya beach break berdasar pasir. Bila tujuannya menonton atau melihat matahari terbenam, lebih nyaman berkunjung sehari dari penginapan di daratan atau di pulau.
T. Apakah ada ombak pada musim hujan?
Semua sumber menyebut musim kemarau sebagai musim ombak. The Surf Atlas menulis bahwa ombak bisa pecah juga pada musim hujan, tetapi Anda akan menunggu lebih lama lagi. Pada musim hujan jalan tanah mudah berlumpur dan banyak penginapan tutup, jadi bila tujuan Anda Desert Point, lebih realistis merencanakannya pada musim kemarau.
Ringkasan
Desert Point (Bangko-Bangko) adalah ombak khusus peselancar mahir di ujung barat daya Pulau Lombok. Tempat menginap terbagi menjadi tiga jenis: penginapan sederhana di depan ombak, penginapan di daratan Sekotong, dan penginapan di pulau-pulau Gili selatan. Penginapan di depan ombak unggul karena dekat, tetapi banyak yang tutup di luar musim dan fasilitasnya sulit diketahui sebelumnya (Oktober 2026).
Ombak hanya pecah pada hari ketika swell besar dari barat daya bertemu dengan air surut pada musim kemarau, sehingga hari menunggu cenderung panjang. Pilih penginapan dengan mempertimbangkan makanan dan kegiatan selama hari menunggu serta tempat bagi pendamping, dan sebelum memesan, tanyakan langsung kepada penginapan soal transportasi, masa buka, fasilitas, dan cara pembayaran.
Baca juga
- Panduan spot selancar LombokPerbandingan tingkat kesulitan dan waktu tempuh spot utama, termasuk Desert Point
- Hotel dan vila SekotongPenginapan di daratan Sekotong dan di pulau yang dapat kami pastikan lewat situs resmi
- Panduan lengkap SekotongCara ke Sekotong di barat daya Lombok dan tempat yang bisa dikunjungi

SEMELAR BEACH VILLAGE
Mari menghabiskan waktu di desa Sekotong tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Ada program menginap mulai 3 malam 4 hari, dengan berkeliling pulau naik perahu nelayan dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE. Vila kami dijadwalkan selesai secara bertahap mulai 2027.
Sumber artikel ini
- Kementerian Pariwisata, Jadesta, “Wisata Selancar di Desert Point Bangko Bangko”https://jadesta.kemenpar.go.id/atraksi/wisata_selancar_di_desert_point_bangko_bangko
- Situs resmi pariwisata Indonesia, indonesia.travel, “A Beach Location for Extreme Sports in West Lombok”https://indonesia.travel/uk-en/travel-ideas/pantai-lokasi-olahraga-ekstrem-di-lombok-barat
- Koran Jakarta, “Pemkab Lombok Barat Kembangkan Wisata Selancar Bangko-Bangko” (November 2025)https://koran-jakarta.com/2025-11-03/pemkab-lombok-barat-kembangkan-wisata-selancar-bangko-bangko
- Good News From Indonesia, “Lombok Barat Kembangkan Destinasi Wisata Selancar Kelas Dunia” (November 2025)https://www.goodnewsfromindonesia.id/short/lombok-barat-kembangkan-destinasi-wisata-selancar-kelas-dunia
- Mongabay Indonesia, “Kehidupan Nelayan di Pesisir Taman Wisata Alam Bangko-Bangko” (Oktober 2021)https://mongabay.co.id/2021/10/15/kehidupan-nelayan-di-pesisir-taman-wisata-alam-bangko-bangko/
- The Surf Atlas, “Desert Point surf”https://thesurfatlas.com/surfing-indonesia/desert-point-surf/
- Surf Indonesia, “Lombok Surf Spots”https://surfindonesia.com/lombok-surf-spots
- Indonesian Surf Guide, “Desert Point”https://indonesiansurfguide.com/surf-spot/desert-point/
- Mondo Surf, “Desert Point”https://www.mondo.surf/surf-spot/desert-point/guide/11692
- Surf Bugle, “Tuesday SpotCheck: Desert Point, Indonesia” (Juni 2024)https://surfbugle.substack.com/p/tuesday-spotcheck-desert-point-indonesia
- Surf Europe, “Where you should be: Desert Point” (April 2013)https://surfeuropemag.com/where-you-should-be-desert-point.html/features/
- Travelfish, “Gili Gede accommodation”https://www.travelfish.org/accommodation/indonesia/west_nusa_tenggara/lombok/gili_gede/all
- Semelar Village, “Panduan spot selancar Lombok”, “Hotel dan vila Sekotong”, “Panduan Gili Gede”https://semelarvillage.com/id/lombok-surf-spots-guide-id/
