Saat menyusun rencana perjalanan, mungkin Anda pernah bertanya-tanya apakah jadwal Anda bertepatan dengan Ramadan, atau merasa khawatir setelah mendengar bahwa “bandara tutup saat Nyepi”. Langsung ke kesimpulannya: Anda tetap bisa bepergian ke Bali dan Lombok selama Ramadan, maupun saat Nyepi. Namun, kedua peristiwa ini memiliki sifat yang sangat berbeda, dan pengaruhnya terhadap wisatawan pun berbeda pula. Ada yang berangkat tanpa mengetahui apa pun tentang keduanya dan akhirnya merasa kebingungan, tetapi jika Anda memahami cara kerjanya terlebih dahulu, periode ini justru bisa menjadi pengalaman perjalanan yang berkesan. Artikel ini akan membahas dasar-dasar Ramadan dan Nyepi, pengaruh nyata masing-masing terhadap wisatawan, dan cara menyusun jadwal perjalanan jika keduanya kebetulan bertepatan.
Perlu diketahui, baik Ramadan maupun Nyepi setiap tahun jatuh pada tanggal yang berbeda, mengikuti kalender Hijriah dan kalender Saka Hindu Bali. Artikel ini tidak membahas tanggal spesifik untuk tahun tertentu, sehingga saat merencanakan perjalanan, selalu periksa kalender terbaru untuk tanggal pastinya.
Apa itu Ramadan
Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender Hijriah, yang juga dikenal sebagai “bulan puasa”. Selama periode ini, umat Muslim menahan diri dari makan dan minum sejak fajar hingga matahari terbenam. Indonesia memiliki populasi Muslim terbesar di dunia, dan banyak penduduk Lombok juga menganut agama Islam, sehingga ini adalah peristiwa yang turut memengaruhi wisatawan, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Tanggalnya berubah setiap tahun
Karena kalender Hijriah berbasis peredaran bulan, Ramadan bergeser sekitar 10–11 hari lebih awal setiap tahunnya jika dibandingkan dengan kalender Masehi. Karena itu, keliru jika menganggap “tahun ini jatuh di bulan Juli, jadi tahun depan juga akan sekitar bulan Juli”. Saat merencanakan perjalanan, selalu periksa informasi terbaru mengenai tanggal mulai dan berakhirnya Ramadan untuk tahun tersebut. Kalender resmi Islam dan pengumuman dari Kementerian Pariwisata Indonesia adalah sumber yang dapat diandalkan untuk dicek.
Dalam salah satu video dari tim yang mengelola tempat menginap kami di Sekotong (dipublikasikan Maret 2026), Hiroki Nakamura, yang menjalankan usaha di Sekotong, menyebutkan bahwa pada 2026 Ramadan dimulai pertengahan Februari, sedangkan tanggal berakhirnya (Lebaran) baru ditetapkan resmi menjelang hari-H — saat itu diperkirakan sekitar 20–21 Maret (video).
Pengunjung tidak perlu ikut berpuasa
Hal pertama yang perlu diketahui adalah bahwa puasa merupakan praktik keagamaan pribadi bagi umat Muslim, dan bukan sesuatu yang wajib diikuti oleh wisatawan atau orang dari agama lain. Makan di hotel dan restoran umumnya sama sekali tidak menjadi masalah. Restoran di kawasan resor dan tempat makan yang ditujukan untuk wisatawan di Lombok cenderung tetap buka seperti biasa selama Ramadan, jadi tidak perlu menahan diri untuk minum atau makan.
Etika makan di siang hari
Meski begitu, penting untuk menunjukkan sikap peduli terhadap penduduk lokal yang sedang berpuasa. Khususnya di desa-desa setempat serta warung dan area perbelanjaan yang tidak ditujukan untuk wisatawan, sopan santun mengharuskan kita memperhatikan orang-orang di sekitar saat makan atau minum di tempat umum pada siang hari. Beberapa hal berikut ini bisa membantu:
- Makan dan minum di hotel atau fasilitas resor biasanya tidak menjadi masalah
- Warung setempat mungkin tutup pada siang hari atau memperpendek jam operasional
- Di luar ruangan atau di area ramai, sebaiknya batasi makan dan minum santai
- Pakaian yang terlalu terbuka sebaiknya dihindari di desa-desa Lombok, tidak hanya selama bulan puasa
Hindari bertanya kepada orang yang sedang berpuasa “kenapa tidak makan?” atau memaksa mereka untuk makan. Di sisi lain, waktu setelah matahari terbenam yang dikenal sebagai “berbuka puasa” membawa kembali semangat ke jalanan, dengan warung makan dan pasar yang ramai — ini juga menjadi kesempatan bagus untuk menikmati suasana khas Ramadan.
Dalam video lain dari tim yang sama (dipublikasikan Maret 2026), Hiroki Nakamura menyebutkan bahwa pada pertengahan Maret 2026 di Sekotong, waktu berbuka puasa setelah matahari terbenam (buka puasa) dimulai serempak sekitar pukul 18:30 (video). Ia juga menyebutkan bahwa selama Ramadan, ada budaya makan malam di luar bersama-sama, dan makan di luar semakin meningkat terutama di paruh kedua bulan puasa, dengan pedagang kaki lima yang juga semakin ramai (video).
Lombok selama Ramadan
Lombok adalah pulau tempat budaya Islam berakar kuat, berpusat pada suku asli Sasak, dan dibandingkan dengan Bali, pengaruh Ramadan lebih mudah dirasakan di sana. Berikut gambaran umum perubahan yang biasanya benar-benar dirasakan wisatawan.
Perubahan jam operasional dan suasana
Hotel dan restoran yang melayani wisatawan biasanya tetap beroperasi seperti biasa, tetapi warung dan toko setempat terkadang memperpendek jam operasional siang hari atau tutup sepenuhnya. Hal ini terutama terlihat di desa-desa dan area yang jauh dari pusat kota. Suasana secara keseluruhan cenderung sedikit lebih tenang dan santai pada siang hari, dengan lonjakan keramaian orang menjelang matahari terbenam — satu hari dengan ritme yang khas. Anda mungkin juga akan lebih sering mendengar azan dibandingkan biasanya, tetapi ini adalah bagian rutin dari kehidupan beragama sehari-hari dan tidak membahayakan wisatawan.
Periode libur dan keramaian tepat setelah Ramadan
Hari setelah Ramadan berakhir menjadi perayaan yang disebut “Lebaran” (Idul Fitri), yang merupakan hari libur nasional besar di seluruh Indonesia. Sejumlah besar orang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman atau bepergian di dalam negeri selama periode ini, dan kursi serta tiket penerbangan maupun feri bisa sulit didapat, dengan tempat wisata dan pusat transportasi yang lebih ramai dari biasanya. Jika perjalanan Anda melibatkan mobilitas pada rentang waktu ini, sebaiknya pesan transportasi dan hotel jauh-jauh hari, baik jadwal Anda bertepatan langsung dengan Lebaran atau tidak.
Dalam video lain dari tim yang sama (dipublikasikan April 2026), Hiroki Nakamura, yang menjalankan usaha di Sekotong, menyebutkan bahwa sebagai contoh dari 2026, toko-toko setempat sering kali tidak buka selama periode libur Lebaran, dan tempat wisata kembali ramai mulai akhir Maret hingga April (video). Video lain yang dipublikasikan Maret 2026 juga menyebutkan bahwa selama periode Lebaran, warung dan toko di seluruh kota sebagian besar tutup (video).
Di sisi lain, selama Ramadan itu sendiri, sebelum libur Lebaran, wisatawan domestik cenderung lebih sedikit, yang bisa berarti keuntungan tambahan berupa pantai dan tempat wisata yang lebih sepi.
Apa itu Nyepi
Nyepi adalah “Hari Keheningan” yang menandai tahun baru dalam kalender Saka Hindu Bali. Pada hari ini di Bali, seluruh pulau menjalankan tradisi unik yang tidak ditemukan di tempat lain: selama satu hari penuh, kegiatan keluar rumah, bahkan cahaya dan suara, dijaga seminim mungkin. Jika Ramadan adalah “puasa yang dijalankan oleh masing-masing individu penganutnya”, Nyepi memiliki sifat yang sangat berbeda — yaitu “hari keheningan yang dijalankan oleh seluruh pulau”.
Penutupan bandara dan larangan keluar rumah juga berlaku bagi wisatawan
Pada hari Nyepi, Bandara Internasional Ngurah Rai di Bali ditutup penuh selama sehari sebagai aturan, tanpa ada penerbangan datang maupun berangkat. Selain itu, petugas patroli yang disebut “pecalang” berkeliling ke seluruh pulau, dan kegiatan keluar rumah dilarang — baik bagi wisatawan maupun penduduk setempat. Jika Anda menginap di hotel, sebagian besar hotel berupaya menutup pemandangan luar sambil tetap memberikan layanan agar Anda bisa menghabiskan hari dengan tenang di dalam ruangan. Lampu jalan dan papan neon juga dimatikan, dan seluruh pulau diselimuti kegelapan dan keheningan yang sangat khas selama sehari itu.
Ini adalah aturan tetap, dan tidak dikecualikan hanya karena Anda seorang wisatawan. Jika Anda berada di Bali saat Nyepi, Anda perlu menyusun jadwal dengan asumsi bahwa Anda sama sekali tidak bisa keluar dari hotel.
Dampak terhadap Lombok terbatas
Karena Nyepi adalah perayaan Hindu Bali, aturan ini tidak berlaku langsung di Lombok, tempat mayoritas penduduknya beragama Islam. Kegiatan keluar rumah dan operasional toko di Lombok sendiri umumnya berjalan seperti biasa. Meski begitu, akses dan rute yang menghubungkan Bali dan Lombok tetap perlu diperhatikan. Karena rute udara sebagian besar berpusat melalui Bali, penutupan bandara Bali saat Nyepi juga bisa memengaruhi penerbangan sambungan ke Lombok. Layanan feri dan rute laut lainnya juga mungkin mengalami pembatasan. Jika Anda merencanakan perjalanan yang berpindah antara Bali dan Lombok, ada baiknya menyiapkan sedikit kelonggaran waktu di sekitar Nyepi.
Dalam video lain dari tim yang sama (dipublikasikan April 2026), Hiroki Nakamura menyebutkan bahwa meski Lombok adalah pulau Muslim, ada juga banyak umat Hindu di Mataram, dan pada contoh 2026, prosesi Hindu besar berlangsung di Mataram sehari sebelum Nyepi (yang jatuh pada 19 Maret) (video).
Gambar: Perbedaan Ramadan dan Nyepi
Menyusun jadwal perjalanan jika Ramadan dan Nyepi bertepatan
Ada tahun-tahun tertentu ketika Nyepi jatuh selama periode Ramadan. Karena keduanya memiliki sifat yang sangat berbeda seperti dijelaskan di atas, bertepatannya kedua peristiwa ini tidak berarti “dampaknya jadi dua kali lipat” begitu saja — tetapi ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat menyusun jadwal perjalanan.
- Tentukan dulu apakah Anda akan berada di Bali tepat saat Nyepi. Karena Anda tidak akan bisa bepergian akibat penutupan bandara, rencanakan hari itu sebagai hari tanpa perjalanan sama sekali.
- Rencanakan perjalanan antara Bali dan Lombok agar menghindari 2–3 hari di sekitar Nyepi. Baik rute udara maupun laut lebih mungkin terpengaruh di sekitar waktu ini, jadi sisakan waktu cadangan.
- Jika perjalanan Anda berpusat di Lombok, dampak Nyepi relatif kecil — tetapi jika bertepatan dengan Ramadan, periksa terlebih dahulu status toko dan restoran setempat.
- Periksa apakah jadwal Anda bertepatan dengan libur Lebaran. Perjalanan domestik terpusat selama periode ini, dan transportasi serta hotel bisa menjadi ramai.
- Pastikan tanggal pasti untuk tahun tersebut menggunakan kalender terbaru. Ramadan, Lebaran, dan Nyepi semuanya berubah tanggal setiap tahun, jadi ada baiknya juga mengonfirmasi dengan agen perjalanan atau hotel setempat.
Bagaimanapun juga, menyiapkan kelonggaran dalam jadwal dengan asumsi “mungkin ada hari-hari ketika Anda tidak bisa bepergian” akan membantu Anda menikmati perjalanan tanpa stres yang tidak perlu.
Gambar: Poin persiapan saat Ramadan dan Nyepi bertepatan
Nilai plus bepergian pada periode ini
Dengan begitu banyak perhatian pada berbagai pembatasan, semua ini mungkin terdengar seperti hanya merepotkan, tetapi Ramadan dan Nyepi sama-sama memiliki daya tarik yang tidak ditawarkan waktu-waktu lain sepanjang tahun.
Selama Ramadan, sebelum libur Lebaran, wisatawan domestik cenderung lebih sedikit, sehingga Anda mungkin bisa menikmati pantai dan tempat wisata Lombok dengan relatif tenang. Waktu setelah matahari terbenam, yang dikenal sebagai “berbuka puasa”, juga menghadirkan semangat yang lebih hidup dari biasanya di warung makan dan pasar, memberikan Anda kesempatan bagus untuk merasakan budaya kuliner setempat.
Hari Keheningan saat Nyepi memang membawa pembatasan besar sebagai rencana perjalanan, tetapi ini juga hari yang istimewa, sekali seumur hidup. Dengan lampu jalan dan papan neon dimatikan, dan bahkan suara mobil pun hilang, malam itu menghadirkan keheningan langka dan langit berbintang yang tidak akan Anda temukan di area perkotaan. Beberapa wisatawan sengaja merencanakan perjalanan agar berada di Bali khusus untuk hari ini. Jika Anda menginap di sisi Lombok, Anda juga bisa merasakannya sebagai cara untuk melanjutkan perjalanan biasa sambil merasakan dari kejauhan peristiwa istimewa yang sedang berlangsung di pulau tetangga.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Apakah saya tetap bisa makan dan berwisata seperti biasa selama Ramadan?
J. Ya, bisa. Puasa adalah sesuatu yang dijalankan umat Muslim setempat atas inisiatif mereka sendiri, dan bukan kewajiban bagi wisatawan. Restoran di hotel dan resor biasanya tetap beroperasi seperti biasa, sehingga kegiatan wisata pun tidak terpengaruh. Warung setempat mungkin memperpendek jam operasionalnya, jadi ada baiknya memeriksa hal itu terlebih dahulu.
T. Jika saya berada di Lombok saat Nyepi, apakah sama sekali tidak ada dampaknya?
J. Karena umumnya tidak ada pembatasan untuk keluar rumah di Lombok sendiri, tinggal di pulau ini biasanya berlangsung tanpa banyak gangguan. Namun, karena penerbangan sambungan melalui Bali dan layanan feri antarpulau bisa terpengaruh oleh penutupan bandara Bali, sebaiknya sisakan sedikit kelonggaran dalam jadwal jika Anda bepergian di sekitar waktu ini.
T. Apakah peristiwa ini terjadi pada waktu yang sama setiap tahun? Di mana saya bisa memeriksa tanggalnya?
J. Tidak, keduanya berubah tanggal setiap tahun. Ramadan mengikuti kalender Hijriah, sehingga dilihat dari kalender Masehi, bergeser sekitar 10 hari lebih awal setiap tahunnya, dan Nyepi juga mengikuti kalender Hindu Bali. Saat merencanakan perjalanan, sebaiknya periksa tanggal pasti untuk tahun itu dari sumber terkini seperti agen perjalanan, otoritas pariwisata Indonesia, atau hotel setempat.
Rangkuman
Ramadan dan Nyepi bukanlah periode ketika perjalanan menjadi tidak mungkin dilakukan. Ramadan dijalankan melalui keyakinan pribadi umat Muslim, dan wisatawan tetap bisa makan, minum, dan berwisata seperti biasa, meski ada baiknya memperhatikan orang-orang di sekitar dan mengamati perubahan jam operasional toko setempat, serta keramaian di sekitar libur Lebaran. Nyepi adalah Hari Keheningan se-pulau Bali, dan pembatasan yang jelas — penutupan bandara dan larangan keluar rumah — juga berlaku bagi wisatawan, tetapi dampaknya terhadap Lombok terbatas.
Yang terpenting adalah memahami perbedaan sifat masing-masing dan menyiapkan kelonggaran dalam jadwal perjalanan Anda sesuai dengan itu. Pastikan tanggal pasti menggunakan kalender terbaru sebelum berangkat, perhatikan waktu perjalanan Anda, dan suasana yang tenang serta pengalaman unik pada periode ini pun bisa menjadi bagian berkesan dari perjalanan Anda. Memeriksa informasi musim terbaik untuk perjalanan Anda bersamaan dengan ini juga dapat membantu Anda menyusun rencana tanpa stres yang tidak perlu.

SEMELAR BEACH VILLAGE
Menginaplah di desa Sekotong, tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, berkeliling pulau dengan perahu nelayan setempat, dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE.
