Festival Bau Nyale: Acara Adat Lombok Selatan, Waktu dan Hal yang Perlu Diketahui

Festival Bau Nyale itu acara seperti apa, dan kapan waktu yang tepat untuk menontonnya? Apakah bisa dikunjungi sambil menginap di Sekotong? Nama acara adat Lombok Selatan ini cukup dikenal, tetapi cara penentuan tanggalnya dan lokasinya sering membingungkan, ditambah lagi acara ini biasanya berbarengan dengan musim hujan sehingga membuat sebagian orang perlu mencari informasi lebih dulu.

Singkatnya, Festival Bau Nyale adalah acara adat yang digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok bagian selatan, dengan waktu penyelenggaraan berdasarkan kalender Sasak yang biasanya jatuh sekitar Februari-Maret. Acara ini berlangsung dua hari: malam pembukaan, lalu acara puncak menangkap cacing laut “nyale” sebelum fajar. Tanggal pastinya diumumkan beberapa bulan sebelumnya oleh dewan tetua adat setempat. Pada 2026, acara ini digelar 7-8 Februari.

Artikel ini disusun hanya berdasarkan informasi yang bisa kami pastikan secara langsung — pengumuman dari Diskominfo Lombok Tengah, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, serta berita media lokal. Untuk bagian yang tidak ada sumber resminya, seperti perkiraan waktu tempuh dari Sekotong ke lokasi acara, kami mengacu pada situs lokal dan menuliskannya sebagai kisaran perkiraan, bukan angka pasti; bagian yang tidak bisa dipastikan angkanya tidak kami cantumkan.

Artikel ini ditulis untuk pembaca yang berencana mengunjungi Lombok lewat Bali dengan jadwal yang mungkin berbarengan dengan festival ini, serta bagi yang menginap di Sekotong dan ingin tahu apakah bisa menyempatkan diri untuk menonton acara ini.

Informasi per September 2026

Isi artikel ini

  • ✓Apa itu Festival Bau Nyale: legenda Putri Mandalika dan cacing laut nyale
  • ✓Cara penentuan waktu penyelenggaraan (kalender Sasak dan dewan tetua), serta tanggal aktual 2025 dan 2026
  • ✓Lokasi acara (Pantai Seger, Kuta Mandalika) dan alur acara di hari-H
  • ✓Perkiraan waktu tempuh dari Sekotong dan hal yang perlu diperhatikan soal musim hujan
  • ✓Etika saat menonton, dan barang yang perlu disiapkan

Kesimpulan

Festival Bau Nyale adalah acara adat yang digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok bagian selatan, sekitar tanggal 20 bulan ke-10 kalender Sasak (biasanya Februari-Maret). Acara ini berlangsung dua hari: malam pembukaan, lalu acara puncak menangkap cacing laut “nyale” sebelum fajar. Pada 2026, acara ini digelar 7-8 Februari. Tanggal tiap tahunnya ditentukan oleh dewan tetua adat setempat yang disebut “Sangkep Warige”, diumumkan beberapa bulan sebelumnya — per September 2026, tanggal untuk 2027 belum diumumkan. Acara ini sering berbarengan dengan musim hujan, dan jaraknya dari Sekotong sekitar 1,5 jam berkendara.

目次

Apa itu Festival Bau Nyale?

“Bau Nyale” dalam bahasa Sasak berarti “menangkap nyale” — “bau” berarti menangkap, “nyale” berarti cacing laut. Menurut Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI, ini adalah tradisi tahunan masyarakat Sasak untuk menangkap cacing laut berwarna-warni yang hanya muncul setahun sekali di pesisir selatan.

Nyale adalah sejenis cacing beruas (annelida), secara ilmiah termasuk polychaeta Palola viridis (famili Eunicidae), yang di daerah setempat juga disebut “wawo”. Hewan ini tersebar luas di kepulauan tropis Pasifik, dan sesuai siklus bulan, muncul serentak ke permukaan laut pada malam-malam tertentu; di Lombok, fenomena ini biasanya terjadi sekitar Februari-Maret.

Di balik festival ini ada legenda Putri Mandalika. Berdasarkan penjelasan dari Pemkab Lombok Tengah dan Kemenparekraf, diceritakan bahwa Putri Mandalika yang cantik dan bijaksana menerima lamaran dari beberapa pangeran berkuasa, dan memilih salah satu di antara mereka berisiko memicu perang antar kerajaan. Putri Mandalika menyatakan bahwa cintanya kepada rakyatnya melebihi cinta kepada seorang pun, lalu menceburkan diri ke laut dari sebuah tanjung di Pantai Seger.

Tubuh sang putri tidak pernah ditemukan; sebagai gantinya, muncul cacing laut dalam jumlah tak terhitung, yang dipercaya melambangkan ketulusan, persatuan, dan harapan akan kemakmuran. Bau Nyale — kegiatan menangkap nyale setiap tahunnya — dipahami sebagai cara menerima hadiah dari sang putri.

Kapan diselenggarakan? Kalender Sasak dan dewan tetua “Sangkep Warige”

Tanggal penyelenggaraan tidak tetap sama setiap tahun seperti kalender Masehi. Para tetua dari tiap wilayah berkumpul dalam sebuah musyawarah bernama “Sangkep Warige”, yang menentukan tanggal berdasarkan kalender adat Sasak serta tanda-tanda alam seperti pasang surut dan posisi bintang, lalu diumumkan beberapa bulan sebelumnya. Untuk penyelenggaraan 2025, perwakilan dari empat wilayah berkumpul di sebuah hotel di Mataram pada 11 Desember 2024 dan menetapkan tanggal 18-19 Februari 2025.

← Tabel ini bisa digeser ke samping

TahunTanggalLokasi
202518-19 FebruariPantai Seger
20267-8 FebruariPantai Seger (Kuta Mandalika)

*Tanggal ditentukan sendiri-sendiri oleh Sangkep Warige tiap tahunnya, sehingga waktu penyelenggaraan tidak selalu sama dari tahun ke tahun.

Per September 2026, tanggal untuk 2027 belum diumumkan. Berdasarkan pola tahun-tahun sebelumnya, pengumuman biasanya keluar sekitar dua bulan sebelum acara, sehingga kemungkinan diumumkan sekitar November-Desember 2026, tetapi ini juga belum pasti. Waktu penyelenggaraan hampir selalu berbarengan dengan musim hujan di Lombok, jadi sebaiknya rencana perjalanan sudah mempertimbangkan cuaca yang bisa berubah-ubah sejak awal.

Di mana diselenggarakan? Pantai Seger, Kuta Mandalika

Lokasi acaranya adalah Pantai Seger di kawasan Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Kawasan ini berada di dalam Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang tengah dikembangkan pemerintah untuk pariwisata, termasuk area sirkuit dan resor berskala besar. Untuk penginapan dan aktivitas di kawasan ini secara umum, bisa dibaca lebih lanjut di panduan Kuta Lombok/Mandalika, berguna bila Anda merencanakan menginap di luar jadwal festival.

Dari Bandara Internasional Lombok ke kawasan Kuta Mandalika umumnya disebut sebagai perjalanan singkat, tetapi karena artikel ini berfokus pada festivalnya, silakan cek waktu tempuh rinci dari bandara di panduan Kuta Lombok/Mandalika.

Alur acara di hari-H: malam pembukaan dan puncak acara sebelum fajar

Bau Nyale berlangsung dua hari. Malam hari pertama adalah malam pembukaan, diisi dengan pertunjukan seni dan musik tradisional setempat. Pada beberapa tahun, acara ini juga dipromosikan secara nasional sebagai bagian dari program pariwisata pemerintah, menjadikannya acara yang menarik pengunjung tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga mancanegara.

Acara puncaknya berlangsung keesokan harinya, pada jam-jam sebelum fajar. Disesuaikan dengan waktu air surut, secara umum orang-orang masuk ke laut mulai sekitar pukul 4 pagi dan menangkap nyale dengan jaring atau bakul. Suasananya lebih terasa seperti festival daripada ritual sakral, dengan banyak orang berkumpul di pantai dan bertahan semalaman. Banyak yang sudah bermalam di pantai sejak sore sebelumnya, lalu masuk ke laut bersama-sama saat fajar tiba.

Diagram: Alur acara Festival Bau Nyale di hari-H

1 Hari 1, malam Malam pembukaan(seni & musik tradisional) 2 Hari 2, sekitar 4 pagi Masuk laut saat airsurut 3 Fajar Menangkap nyale denganjaring/bakul
Diagram: Suasananya lebih terasa seperti festival daripada ritual sakral, dengan banyak orang berkumpul di pantai semalaman.

Pada penyelenggaraan 2026, hujan deras turun pada hari-H sehingga acara penobatan dan sebagian pertunjukan seni terpaksa dibatalkan. Meski begitu, media lokal melaporkan bahwa ribuan warga setempat dan wisatawan dari dalam maupun luar negeri tetap berkumpul dan mengikuti tradisi menangkap nyale hingga fajar. Perubahan program karena cuaca bukan hal yang jarang terjadi, jadi sebaiknya jangan berasumsi acara akan berjalan persis sesuai jadwal.

Perlu diperhatikan

  • Acara ini berlangsung saat musim hujan: waktu penyelenggaraan biasanya jatuh pada musim hujan di Lombok, dan hujan bisa membatalkan atau mengubah sebagian acara. Karena menonton di luar ruangan dalam waktu lama, perlengkapan hujan wajib dibawa.
  • Tanggal diumumkan baru setiap tahunnya: tanggal tahun berikutnya tidak bisa diperkirakan dari tahun sebelumnya. Pastikan selalu mengecek berita lokal terbaru atau pengumuman resmi pemerintah kabupaten sebelum berangkat.

Perjalanan dari Sekotong dan etika menonton

Sekotong berada di Lombok bagian barat daya, sedangkan Kuta Mandalika berada di bagian tengah-selatan pulau — sama-sama “selatan”, tetapi jaraknya cukup jauh. Menurut situs panduan pantai lokal, dari Semenanjung Sekotong ke kawasan Kuta memakan waktu sekitar 1,5 jam berkendara. Perlu diketahui bahwa ini bukan waktu tempuh yang diumumkan resmi, melainkan perkiraan berdasarkan situs lokal. Untuk mengejar acara puncak sebelum fajar, Anda perlu berpindah ke kawasan Kuta Mandalika sehari sebelumnya, atau berangkat dari Sekotong tengah malam.

Diagram: Perjalanan dari Sekotong ke Kuta Mandalika (lokasi acara)

sekitar 1,5 jam berkendara Sekotong Kuta Mandalika Pantai Seger
Diagram: Perkiraan berdasarkan situs lokal. Berangkat sehari sebelumnya lebih realistis untuk mengejar acara puncak sebelum fajar.

Saat menonton, ingatlah bahwa ini adalah acara adat di wilayah yang, seperti sebagian besar Lombok, mayoritas penduduknya Muslim, sehingga pakaian dan perilaku sebaiknya disesuaikan. Pakaian yang menutup sebagian besar tubuh umumnya lebih aman, dan meminta izin sebelum memotret warga setempat atau prosesi acara adalah kesopanan dasar yang sama seperti di tempat wisata lain. Budaya dan kehidupan desa adat Sasak yang menjadi latar belakang festival ini dibahas lebih dalam di panduan budaya Sasak dan desa adat.

  • ✓Perlengkapan hujan & baju ganti: siap untuk semalaman di luar ruangan
  • ✓Senter & power bank: agar bisa bergerak dalam gelap sebelum fajar
  • ✓Pakaian sopan: sesuai untuk acara adat tradisional
  • ✓Uang tunai: pecahan kecil untuk jajanan dan parkir di sekitar lokasi
  • ✓Transportasi pulang: sudah disiapkan mengingat kepadatan dini hari

Catatan dari Sekotong

Karena jarak Sekotong ke lokasi acara di selatan cukup jauh, sebaiknya tentukan dulu apakah akan pergi-pulang dalam sehari atau menginap semalam di kawasan Kuta Mandalika. Sekotong tidak menyediakan layanan antar-jemput atau kamar khusus untuk hari-H festival, jadi sebaiknya urus kendaraan dan pemesanan penginapan sedini mungkin begitu tanggal diumumkan. Karena ini acara yang melibatkan banyak orang bergerak sebelum fajar, sebaiknya hindari mencari transportasi mendadak di hari-H.

Di balik festival ini, ada tempat bernama Sekotong

Sejujurnya, Festival Bau Nyale bukan acara yang bisa dikunjungi dengan santai. Tanggalnya baru diumumkan di tahun yang sama, sehingga semakin jauh asal wisatawan, semakin sempit waktu yang tersisa untuk merencanakan perjalanan setelah tanggal pasti diketahui. Lokasi acara berada tepat di tengah musim hujan, dan pernah ada tahun di mana hujan deras membatalkan sebagian prosesi di hari-H. Acara puncaknya berlangsung di jam-jam gelap sebelum fajar, dengan jarak tempuh sekitar 1,5 jam dari Sekotong yang harus dilalui dalam kondisi kurang tidur. Lokasi acara juga ramai sekali, bukan acara yang bisa ditonton dengan tenang.

Meski begitu, bagi yang ingin merasakan langsung semangat tradisi masyarakat Sasak, atau yang menganggap pengalaman menapaktilasi legenda Putri Mandalika itu bernilai tersendiri, festival ini layak dikunjungi bila jadwalnya cocok. Sebaliknya, bagi yang ingin rencana perjalanan yang pasti, atau ingin menghindari perjalanan dini hari dan keramaian, sebaiknya tidak memaksakan diri menyesuaikan jadwal demi festival ini.

Pada tahun-tahun Anda tidak sempat menonton Bau Nyale sekalipun, Sekotong tetap menawarkan pengalaman kehidupan desa nelayan sehari-hari yang dekat dengan laut — cara menikmati Lombok yang berbeda dari suasana ramai festival.

Pertanyaan yang sering diajukan

T. Kapan Festival Bau Nyale bisa disaksikan?

Setiap tahun, dewan tetua adat “Sangkep Warige” menentukan tanggal berdasarkan kalender Sasak dan tanda-tanda alam, lalu mengumumkannya beberapa bulan sebelumnya. Beberapa tahun terakhir cenderung jatuh sekitar Februari-Maret, tetapi tanggal tahun berikutnya tidak bisa diperkirakan dari tahun sebelumnya. Per September 2026, tanggal untuk 2027 belum diumumkan.

T. Di mana lokasi acaranya?

Lokasi acaranya adalah Pantai Seger di kawasan Kuta Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Malam pembukaan juga diadakan di kawasan yang sama.

T. Berapa lama perjalanan dari Sekotong?

Kami tidak menemukan waktu tempuh resmi, tetapi situs lokal memperkirakan sekitar 1,5 jam berkendara. Bila ingin mengejar acara puncak sebelum fajar, berangkat sehari sebelumnya adalah rencana yang lebih realistis.

Dalam video September 2025 di kanal YouTube tim kami, Hiroki Nakamura yang menjalankan bisnis di Sekotong menyebutkan perjalanan bandara ke Kuta sekitar 40 menit, dan bandara ke Sekotong 1-1,5 jam, tanpa membahas langsung waktu tempuh Sekotong ke Kuta (video). Ada jalan yang langsung menghubungkan Kuta dan Sekotong, tetapi dalam video lain dari Maret 2026, Nakamura menyebutkan kondisi jalannya kurang baik dan jarang dipakai, sehingga kebanyakan orang lewat area bandara (video) — perkiraan di atas adalah hasil perhitungan berdasarkan angka-angka tersebut.

T. Apakah dibatalkan kalau hujan?

Pada penyelenggaraan 2026, hujan deras membatalkan acara penobatan dan sebagian pertunjukan seni, tetapi kegiatan menangkap nyale sendiri tetap berlangsung hingga fajar. Acara secara keseluruhan belum tentu dibatalkan, tetapi sebaiknya siap menerima kemungkinan program berubah karena cuaca.

Rangkuman

Festival Bau Nyale adalah acara adat tahunan yang digelar di Pantai Seger, Kuta Mandalika, Lombok bagian selatan, berdasarkan legenda Putri Mandalika. Tanggal penyelenggaraannya ditentukan setiap tahun melalui kalender Sasak dan musyawarah dewan tetua; pada 2026 digelar 7-8 Februari. Per September 2026, tanggal untuk 2027 belum diumumkan.

Waktu penyelenggaraan sering berbarengan dengan musim hujan, dan acara puncaknya sebelum fajar membuat kondisinya cukup berat. Bila berangkat dari Sekotong, rencanakan waktu tempuh sekitar 1,5 jam berkendara serta pemesanan penginapan dan transportasi sedini mungkin.

Pastikan selalu mengecek tanggal terbaru melalui pemerintah kabupaten setempat atau media lokal sebelum menyusun rencana perjalanan.

Baca juga

Gubuk dan payung SAKURA CAFE di pantai Sekotong

SEMELAR BEACH VILLAGE

Menginaplah di desa Sekotong, tempat kami tinggal

Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, island hopping bersama nakhoda, dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE.

Sumber referensi artikel ini
  • Diskominfo Kabupaten Lombok Tengah, “Festival Bau Nyale 2026: The Power of A Legend”https://diskominfo.lomboktengahkab.go.id/berita/festival-bau-nyale-2026-the-power-of-a-legend-tradisi-tetap-hidup-di-tengah-hujan
  • Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI (Kemenparekraf), “Menyambut Festival Bau Nyale 2026”https://kemenpar.go.id/berita/menyambut-festival-bau-nyale-2026
  • INSIDELOMBOK, “Bau Nyale 2026 Digelar 7-8 Februari”https://insidelombok.id/lombok-tengah/bau-nyale-2026-digelar-7-8-februari/
  • INSIDELOMBOK, “Puncak Bau Nyale Diputuskan 18-19 Februari 2025”https://insidelombok.id/berita-utama/puncak-bau-nyale-diputuskan-18-19-februari-2025/
  • ANTARA News Mataram, “Menyelaraskan tradisi Bau Nyale dengan pengembangan KEK Mandalika Lombok”https://mataram.antaranews.com/berita/329865/menyelaraskan-tradisi-bau-nyale-dengan-pengembangan-kek-mandalika-lombok
  • Wave Lombok, “Bau Nyale in Lombok: The Complete Guide, and the 2027 Dates”https://www.wavelombok.com/journal/bau-nyale-festival-lombok/
  • The Spot Lombok, “South Lombok Beaches: A Practical Guide to the Coast” (perkiraan waktu tempuh dari Sekotong)https://thespotlombok.com/blog/lombok-beaches-a-coastal-journey-with-a-southern-spotlight
  • Wikipedia (bahasa Inggris), “Palola viridis” (nama ilmiah, klasifikasi, dan periode pemijahan nyale)https://en.wikipedia.org/wiki/Palola_viridis
  • Kanal YouTube tim kami, “Membangun kota di Lombok” (pengalaman langsung waktu tempuh antara bandara, Kuta, dan Sekotong)https://www.youtube.com/@Pengembangan-Kota-di-Lombok
よかったらシェアしてね!
  • URLをコピーしました!
  • URLをコピーしました!
Perahu dan seseorang di pantai pada pagi keliling pulau

SEMELAR BEACH VILLAGE

Menginap di tepi laut Sekotong, Lombok

Sekitar 1 jam 10 menit bermobil dari Bandara Internasional Lombok. Program menginap mulai 3 malam dengan keliling pulau naik perahu warga, bisa dipesan sekarang. Vila dibuka bertahap mulai awal 2027.

この記事を書いた人

目次