Saat mencari “Kepulauan Gili Selatan”, nama Gili Nanggu dan Gili Gede sering muncul, tetapi tiga pulau kecil lain — Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong — sering kali masih membingungkan sampai hari keberangkatan: di mana letaknya, dan apa saja yang ada di sana? Singkatnya, ketiga pulau ini bisa dicapai dengan perahu sekitar 15-45 menit dari Pelabuhan Tawun di Sekotong. Hanya Gili Sudak yang memiliki warung dan penginapan sederhana yang tetap ada; Gili Kedis dan Gili Tangkong pada dasarnya hanya cocok untuk kunjungan sehari.
Artikel ini disusun berdasarkan informasi yang bisa kami pastikan dengan memeriksa langsung halaman operator wisata lokal, agen perahu, dan blog perjalanan. Ketiga pulau ini hampir tidak memiliki statistik pariwisata resmi atau halaman pemerintah daerah, dan sumber-sumber yang ada berbeda-beda dalam menjelaskan luas pulau dan fasilitasnya, sehingga bagian yang hanya bisa dipastikan sebatas perkiraan kami tulis apa adanya (“dikabarkan”, “menurut beberapa sumber”). Angka yang disebutkan adalah perkiraan kisaran, dan kami tidak menyatakan sesuatu sebagai fakta bila belum bisa dipastikan.
Artikel ini ditulis untuk pembaca yang sudah membaca panduan lengkap Kepulauan Gili Selatan atau panduan khusus Gili Nanggu, dan ingin tahu lebih banyak tentang tiga pulau lainnya — berguna bagi yang menginap di Sekotong dan berencana island hopping dalam sehari.
Informasi per September 2026
Isi artikel ini
- ✓Letak Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong, serta posisinya di antara Kepulauan Gili Selatan
- ✓Luas, pantai, snorkeling, serta ada-tidaknya penginapan/warung di tiap pulau (sejauh yang bisa dipastikan)
- ✓Cara menyewa perahu dari Pelabuhan Tawun di Sekotong, dan perkiraan harga sewa
- ✓Contoh urutan mengunjungi pulau, dan cara memilih jam berangkat sesuai pasang surut dan cuaca
- ✓Barang yang perlu dibawa, dan cara menjaga terumbu karang serta kehidupan warga setempat
Kesimpulan
Per September 2026, Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong adalah pulau-pulau kecil yang bisa dicapai dengan perahu sekitar 15-45 menit dari Pelabuhan Tawun di Sekotong. Gili Sudak memiliki warung dan penginapan sederhana; Gili Kedis dan Gili Tangkong tidak memiliki restoran atau penginapan tetap, sehingga kunjungan ke sana pada dasarnya hanya untuk sehari. Daripada menjadikan ketiga pulau ini sebagai tujuan utama, lebih realistis untuk menyewa perahu yang menggabungkannya dengan pulau berfasilitas lebih lengkap seperti Gili Nanggu.
Letak tiga pulau: yang terkecil di antara Kepulauan Gili Selatan
Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong terletak di lepas pantai Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, di bagian barat daya Lombok. Panduan lokal dan operator wisata biasanya mengelompokkannya bersama Gili Nanggu dengan sebutan “Kepulauan Gili Selatan” atau “Gili Rahasia”, sebagaimana juga dijelaskan dalam panduan lengkap Kepulauan Gili Selatan. Jarak antar-pulau berkisar beberapa ratus meter hingga beberapa kilometer, dan dengan perahu kecil bisa berpindah antar-pulau sekitar 10-20 menit.
Titik keberangkatan yang paling umum digunakan adalah Pelabuhan Tawun di Sekotong. Dari Kota Mataram, perjalanan darat ke Pelabuhan Tawun memakan waktu sekitar satu jam; ketiga pulau ini juga bisa dicapai lewat Pelabuhan Lembar, tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa rute dari Pelabuhan Tawun lebih singkat. Karena ketiga pulau letaknya berdekatan, cara paling umum untuk mengunjunginya adalah dengan tur island hopping sehari yang mencakup ketiganya sekaligus.
Diagram: karakteristik tiga pulau (sejauh yang bisa dipastikan)
Gili Sudak: warung dan penginapan sederhana, “pulau untuk makan siang”
Gili Sudak terletak di lepas pantai Desa Tawun, Sekotong Tengah. Menurut beberapa sumber, luasnya sekitar 30 hektare, dengan pasir putih halus dan air yang jernih hingga dasar laut terlihat dengan mata telanjang. Panduan Gili Nanggu menyebutkan bahwa beberapa sumber menilai warna terumbu karangnya sedikit kalah semarak dibanding Gili Nanggu, tetapi perairannya yang dangkal cocok untuk pemula yang ingin snorkeling.
Dari ketiga pulau, hanya pulau ini yang informasi makanan dan penginapan tetapnya bisa dipastikan. Laporan blog perjalanan menyebutkan ada beberapa warung di pulau ini, dan salah satu operator wisata menyebutkan ada satu penginapan sederhana dengan harga mulai sekitar Rp400.000 per malam. Namun, informasi soal penginapan ini berasal dari sumber yang terbatas, dan belum tentu buka setiap hari, sehingga bila berencana menginap, sebaiknya konfirmasi dulu ke operator wisata setempat.
Beberapa sumber menyebutkan perjalanan perahu dari Pelabuhan Lembar memakan waktu 35-45 menit, sedangkan dari Pelabuhan Tawun sekitar 15 menit. Ada juga informasi bahwa alat snorkeling bisa disewa di pulau ini, tetapi jumlahnya terbatas, sehingga bila ingin memastikan bisa memakainya, lebih aman membawa sendiri.
Gili Kedis: gosong pasir yang bisa disebrangi jalan kaki, dijuluki “Pulau Honeymoon”
Gili Kedis adalah pulau terkecil di antara ketiganya. Beberapa sumber menyebutkan luasnya “seukuran satu lapangan bola”, dan dari ujung ke ujung bisa disebrangi jalan kaki sekitar 15 detik, sedangkan mengelilingi seluruh pulau hanya butuh sekitar 5 menit. Karena ukurannya yang mungil dan suasananya yang tenang inilah pulau ini dijuluki “Pulau Honeymoon” oleh warga setempat.
Tidak ada restoran atau toko tetap di pulau ini, hampir seperti pulau tak berpenghuni. Beberapa sumber menyebutkan adanya kios kecil untuk camilan, toilet sederhana, atau hammock, tetapi hari buka dan kondisinya saat ini belum bisa dipastikan. Lebih aman menganggap air minum dan pelindung matahari harus dibawa sendiri. Ada juga informasi bahwa berkemah dimungkinkan di sini, dan pulau ini juga dikenal sebagai tempat yang bagus untuk melihat matahari terbenam.
Karena berupa gosong pasir, beberapa sumber menyebutkan luas pulau ini menyusut lagi saat air pasang. Sebaiknya diketahui bahwa pemandangan yang terlihat bisa berubah tergantung jam kunjungan.
Gili Tangkong: pulau tak berpenghuni tanpa fasilitas, untuk melihat karang dan ikan
Gili Tangkong adalah pulau yang paling terasa “tak berpenghuni” di antara ketiganya. Beberapa sumber secara jelas menyebutnya sebagai pulau tak berpenghuni, tanpa penginapan maupun toko. Pantai berpasir putih dan air yang jernih, serta terumbu karang yang masih alami, disebutkan menjadi tempat ikan-ikan berwarna cerah seperti ikan badut terlihat, menurut beberapa sumber.
Aksesnya dengan perahu dari Pelabuhan Lembar atau Pelabuhan Tawun. Harga dan waktu tempuh berbeda-beda menurut sumbernya, tetapi secara umum jaraknya mirip dengan Gili Sudak dan Gili Kedis, dan hampir selalu diperkenalkan sebagai titik singgah dalam rute yang lebih luas, bukan tujuan tunggal. Karena sama sekali tidak ada fasilitas, rencanakan untuk membawa sendiri semua makanan, minuman, dan alat snorkeling.
Cara pergi dari Sekotong dan menyewa perahu
Cara menyewa perahu ke tiga pulau ini hampir sama dengan yang dijelaskan dalam panduan sewa perahu di Sekotong. Cara yang umum adalah meminta penginapan mengenalkan Anda pada nakhoda, langsung bernegosiasi di Pelabuhan Tawun, atau memesan tur secara daring. Bila baru pertama kali dan belum tahu harga pasarannya, memesan lewat penginapan biasanya lebih mudah tanpa perlu banyak tawar-menawar.
Diagram: perkiraan waktu tempuh dari Pelabuhan Tawun ke tiga pulau
Banyak sumber menyebutkan harga sewa perahu setengah hari untuk beberapa pulau sekitar Rp350.000-600.000 per perahu. Makin banyak orang yang berbagi, makin ringan biaya per orangnya. Selain itu, Gili Nanggu dan Gili Kedis dikabarkan mengenakan biaya masuk sekitar Rp5.000 per orang untuk masing-masing pulau. Sebaiknya pastikan apa saja yang termasuk dalam biaya perahu dan apa yang dibayar terpisah sebelum naik perahu, agar tidak ada kesalahpahaman di hari-H.
Jarang ada tur yang menjadikan ketiga pulau ini sebagai satu-satunya tujuan — pola yang umum adalah menjadikan Gili Nanggu yang berfasilitas lebih lengkap sebagai titik utama, menambahkan Gili Sudak dan Gili Kedis, lalu menambahkan Gili Tangkong bila waktu masih cukup. Ada juga laporan warga setempat yang mengelilingi keempat pulau dalam satu hari, tetapi bila mempertimbangkan waktu snorkeling dan makan siang di tiap pulau, sebaiknya siapkan waktu setengah hari hingga satu hari penuh.
Perlu diperhatikan
- Laut cenderung berombak di siang hari: angin di sekitar Sekotong cenderung menguat pada siang hari sehingga ombak lebih tinggi, karena itu keberangkatan pagi hari lebih disarankan.
- Musim hujan berisiko perahu tidak berangkat: pada musim hujan di Lombok (November-Maret), ada hari-hari dengan ombak tinggi sehingga perahu bisa tidak berangkat. Sebaiknya siapkan jadwal dengan kelonggaran waktu.
Yang perlu dibawa dan diperhatikan di hari-H
Karena Gili Kedis dan Gili Tangkong tidak memiliki toko tetap, dan warung di Gili Sudak jumlahnya terbatas, bawalah air minum dan camilan lebih banyak dari perkiraan. Beberapa pulau nyaris tidak memiliki tempat teduh, jadi pelindung matahari seperti topi, tabir surya, dan rash guard juga penting. Anggaplah kartu dan QRIS tidak bisa dipakai, dan siapkan uang tunai pecahan kecil untuk biaya masuk dan minuman.
Saat snorkeling, etika dasarnya adalah tidak menginjak atau memegang terumbu karang, dan tidak memaksa menyentuh ikan. Lautan di sekitar pulau ini juga menjadi area penangkapan ikan warga setempat, jadi selalu bawa pulang sampah Anda, dan jangan mendekati alat tangkap ikan atau perahu yang sedang ditambatkan.
- ✓Air minum & camilan: jangan mengandalkan warung Gili Sudak, bawa lebih banyak
- ✓Uang tunai: pecahan kecil untuk biaya masuk dan minuman
- ✓Pelindung matahari: topi, tabir surya, rash guard
- ✓Alat snorkeling: jangan mengandalkan sewa, bawa milik sendiri
- ✓Rincian biaya perahu: pastikan biaya masuk dan sewa alat sudah termasuk atau belum
Catatan dari Sekotong
Daripada menyewa perahu hanya untuk Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong, memesan sambil menggabungkannya dengan pulau berfasilitas lebih lengkap seperti Gili Nanggu membuat rute lebih mudah bagi nakhoda juga. Saat memesan, sebaiknya tentukan dulu tiga hal: pulau mana saja yang akan dikunjungi, apakah harganya per perahu atau per orang, dan apakah biaya masuk serta sewa alat sudah termasuk. Perlu diketahui juga bahwa tampilan Gili Kedis bisa sangat berbeda tergantung pasang surut air laut.
Di balik pulau-pulau kecil ini, ada tempat menginap di Sekotong
Sejujurnya, Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong bukan pilihan untuk wisatawan yang mengutamakan kepraktisan. Hampir tidak ada tempat makan atau menginap, kunjungan pada dasarnya hanya sehari, dan pengalamannya sangat dipengaruhi cuaca dan pasang surut. Pengaturan perahu juga berbeda-beda menurut pelabuhan dan nakhoda, dan perbedaan harga serta informasi fasilitas antar sumber juga kami rasakan sendiri saat menyusun artikel ini.
Meski begitu, cukup banyak wisatawan yang tetap datang jauh-jauh ke tiga pulau ini dan Kepulauan Gili Selatan secara keseluruhan, karena bisa merasakan pantai yang tenang dan terumbu karang yang berbeda dari Gili Trawangan yang sudah lebih ramai dan berkembang. Dengan menjadikan Sekotong sebagai basis, island hopping ke pulau-pulau kecil ini bisa dijadikan salah satu pilihan kunjungan sehari.
Bagi yang mengutamakan ketenangan dibanding keramaian, dan laut yang masih alami dibanding fasilitas lengkap, kunjungan ke tiga pulau ini cocok. Sebaliknya, bagi yang lebih mementingkan ruangan ber-AC serta toilet dan toko yang dekat, cara menghabiskan waktu seperti ini mungkin kurang cocok.
Pertanyaan yang sering diajukan
T. Apakah Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong bisa dikunjungi sekaligus dalam satu hari?
Jarak antar-pulau dekat sehingga waktu tempuh perahunya singkat, tetapi bila ditambah waktu snorkeling dan makan siang di tiap pulau, sebaiknya siapkan waktu setengah hari hingga satu hari penuh. Ada laporan warga setempat yang mengunjungi keempat pulau termasuk Gili Nanggu dalam satu hari, tetapi jadwalnya cenderung terburu-buru, jadi berikan kelonggaran waktu.
T. Apakah bisa menginap di salah satu dari tiga pulau ini?
Sejauh yang bisa dipastikan, hanya Gili Sudak yang memiliki penginapan sederhana; Gili Kedis dan Gili Tangkong tidak memiliki penginapan tetap. Ada informasi bahwa Gili Kedis bisa untuk berkemah, tetapi fasilitasnya minim, sehingga bila berencana menginap, lebih realistis menjadikan daratan Sekotong atau pulau berfasilitas lebih lengkap sebagai basis.
T. Apakah bisa membeli makanan atau minuman di pulau-pulau ini?
Beberapa sumber menyebutkan ada beberapa warung di Gili Sudak, tetapi status bukanya bisa berubah setiap hari. Gili Kedis dan Gili Tangkong tidak memiliki toko tetap, jadi sebaiknya siapkan air minum dan camilan dari Sekotong sebelum berangkat.
T. Apakah bisa dikunjungi saat musim hujan?
Banyak sumber menyebutkan musim kemarau (April-Oktober) lebih tenang dan lebih mudah untuk berkunjung. Musim hujan (November-Maret) ada hari-hari dengan ombak tinggi dan perahu bisa tidak berangkat, jadi bila berencana pergi saat musim hujan, siapkan jadwal dengan kelonggaran waktu.
T. Apa bedanya dengan Gili Nanggu?
Gili Nanggu lebih besar dibanding pulau-pulau lain di Kepulauan Gili Selatan dan memiliki satu resor, sehingga terasa lebih nyaman dari sisi fasilitas. Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong lebih kecil dan sederhana, dengan fasilitas tetap yang lebih sedikit — cocok untuk wisatawan yang mencari suasana lebih tenang dan alami.
Rangkuman
Gili Sudak, Gili Kedis, dan Gili Tangkong adalah pulau-pulau kecil yang bisa dicapai dengan waktu tempuh singkat dari Pelabuhan Tawun di Sekotong. Gili Sudak memiliki warung dan penginapan sederhana yang bisa dipastikan; Gili Kedis adalah gosong pasir yang cukup kecil untuk disebrangi jalan kaki; Gili Tangkong adalah pulau tak berpenghuni tanpa fasilitas sama sekali. Karena fasilitas tetap di ketiga pulau ini terbatas, bawalah air minum, camilan, uang tunai, dan pelindung matahari sendiri, dan gabungkan kunjungan dengan pulau berfasilitas lebih lengkap seperti Gili Nanggu untuk rute yang lebih realistis.
Penjelasan tentang luas pulau dan fasilitas berbeda-beda menurut sumbernya, dan sebagian informasi belum bisa dipastikan dengan statistik resmi. Sebelum berangkat, sebaiknya konfirmasikan kondisi laut dan status buka ke penginapan atau operator wisata.
Baca juga
- Panduan khusus Gili NangguDetail pulau yang paling sering dikunjungi bersamaan dengan tiga pulau ini
- Panduan sewa perahu di SekotongPenjelasan cara menyewa dan tips tawar-menawar harga

SEMELAR BEACH VILLAGE
Menginaplah di desa Sekotong, tempat kami tinggal
Sekitar 1 jam 10 menit berkendara dari Bandara Internasional Lombok. Menginap di vila tepi pantai, island hopping bersama nakhoda, dan menikmati matahari terbenam di SAKURA CAFE.
Sumber referensi artikel ini
- WeSeekTravel, “How to Visit the Secret Gili Islands in Lombok (Gili Kedis, Nanggu, Sudak)”https://www.weseektravel.com/secret-gili-islands-kedis-nanggu-sudak/
- WeSeekTravel, “How to Visit and Camp on Gili Kedis Island in Lombok”https://www.weseektravel.com/gili-kedis/
- Lombok Indonesia (situs terafiliasi dinas pariwisata NTB), “Feel Peace in Gili Tangkong’s Seclusion”https://www.lombokindonesia.org/feel-peace-gili-tangkong/
- Labiru Tour, halaman “Gili Sudak”https://labirutour.com/obyek-wisata/lombok-gili-sudak
- Labiru Tour, halaman “Gili Tangkong”https://labirutour.com/obyek-wisata/lombok-gili-tangkong
- Wonderful Indonesia (situs resmi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI), “Gugusan Gili Cantik Desa Sekotong Barat”https://www.indonesia.travel/gb/en/travel-ideas/marine/gugusan-gili-cantik-desa-sekotong-barat-surga-keindahan-bahari-di-lombok-barat/
- Lombok Loop, “Lombok’s Secret Gili Islands: Complete Guide”https://lombokloop.com/secret-gili-islands/
- Girlswanderlust, “An exciting day trip to Gili Nanggu, Tangkong, Kedis and Sudak”https://girlswanderlust.com/gili-nanggu-tangkong-kedis-sudak/
- GetYourGuide, halaman tur “Gili Tangkong, Sekotong”https://www.getyourguide.com/id-id/gili-tangkong-l226874/
